Appi Instruksikan Bantuan Air Bersih Disalurkan Setiap Hari ke Rumah Warga

Rabu, 09 Sep 2026 14:17
Appi Instruksikan Bantuan Air Bersih Disalurkan Setiap Hari ke Rumah Warga
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meninjau distribusi air baru-baru ini. Foto: Dok. SINDO Makassar
Comment
Share
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperkuat distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang. Wali Kota Munafri Arifuddin menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama Perusda dan PDAM memastikan pasokan air disalurkan secara rutin.

Instruksi tersebut diberikan karena kemarau panjang membuat ketersediaan air bersih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Makassar.

"Langkah-langkah strategis yang kita siapkan dan jalankan bagimana siapkan air tanki ke lorong-lorong dan pasokan air bersih di pemukiman warga. Dan ini sudah kita jalankan sejak bulan lalu, dan terus menerus kita pasok air gratis untuk warga," ujar Appi, Rabu (9/9/2026).

Menurut Appi, penanganan distribusi air bersih dilakukan secara kolaboratif. BPBD menjadi koordinator bersama sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta PDAM.

Pemkot Makassar mengerahkan armada tangki air ke sejumlah titik yang mengalami kekurangan pasokan. Masyarakat yang membutuhkan bantuan diminta melapor melalui kelurahan atau kecamatan masing-masing agar distribusi dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan.

Berdasarkan data BPBD Makassar, hingga saat ini sebanyak 49 rit distribusi air bersih telah dilakukan. Bantuan tersebut telah menjangkau 3.802 kepala keluarga (KK) atau 12.939 jiwa.

Cakupan distribusi juga terus diperluas. Dari sebelumnya sekitar 50 titik, penyaluran kini mencapai 175 titik setiap hari kepada warga yang membutuhkan.

Appi mengatakan status tanggap darurat bencana kekeringan telah diterapkan sehingga distribusi air bersih dilakukan secara intensif.

PDAM juga mengerahkan armada tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah menurunnya ketersediaan air baku.

Appi meminta distribusi bantuan diprioritaskan kepada masyarakat yang benar-benar terdampak kekeringan. Ia juga meminta pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan melakukan pendataan secara cermat.

"Yang kita butuhkan masyarakat yang benar-benar terdampak yang mendapatkan air yang disiapkan oleh pemerintah Kota. Persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di satu wilayah atau satu kecamatan saja. Hampir seluruh Wilayah di Kota Makassar turut merasakan dampak berkurangnya ketersediaan air," kata Appi.

Pemkot Siapkan 18 SPAM

Selain mengandalkan bantuan melalui mobil tangki, Pemkot Makassar menyiapkan solusi jangka panjang dengan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah lokasi.

Appi mengatakan Dinas PU telah membangun SPAM di 18 titik. Ia meminta camat dan lurah aktif mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pembangunan SPAM tambahan.

Menurut Appi, pembangunan infrastruktur tersebut diperlukan agar persoalan air bersih tidak hanya ditangani melalui distribusi air menggunakan mobil tangki.

Di sisi lain, ia meminta masyarakat menyampaikan laporan melalui mekanisme yang telah ditentukan. Laporan dari warga diteruskan kepada lurah dan perangkat pemerintah terkait untuk diverifikasi serta ditindaklanjuti.

"Kalau ada warga yang mengalami kekeringan dan tidak mendapatkan air bersih, tolong informasikan ke pak lurah. Nanti pak lurah meneruskan ke atas supaya terstruktur dan sesuai mekanisme birokrasi," katanya.

Pemkot Makassar juga mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan Appi, hujan diperkirakan mulai turun lebih signifikan pada akhir Oktober.

Pemkot Makassar membuka sejumlah kanal pengaduan bagi warga yang membutuhkan bantuan air bersih. Laporan dapat disampaikan melalui aplikasi Lontara+, hotline darurat 112, atau nomor layanan 08155112112.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru