Lewat Program SRI Organik, Petani Binaan PT Vale IGP Morowali Sabet Penghargaan
Senin, 26 Agu 2024 12:10
Produk Beras SRI Organik dari Kelompok Tani Bangka Mofu’u binaan PT Vale Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, meraih penghargaan dalam Anugerah Daya Saing Produk Pertanian. Foto/Dok PT Vale
MOROWALI - Penerapan sistem jaminan mutu dan sertifikasi pada produk beras organik sangat penting untuk memastikan bahwa produk yang sampai ke tangan konsumen memenuhi standar kualitas dan keamanan yang tinggi. Sistem ini memantau seluruh proses dari hulu hingga hilir, mulai dari metode pertanian yang digunakan, perlakuan terhadap tanah dan tanaman, hingga proses pengemasan dan distribusi.
Dengan memproduksi beras organik yang bersertifikasi, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan sosial, sejalan dengan nilai perusahaan untuk menghargai bumi dan manusia.
Atas komitmennya dalam menerapkan sistem jaminan mutu dan sertifikasi, Produk Beras System Rice Intensification (SRI) Organik dari Kelompok Tani Bangka Mofu’u binaan PT Vale Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, meraih penghargaan dalam Anugerah Daya Saing Produk Pertanian.
Penghargaan ini diberikan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai pengakuan atas penerapan sistem jaminan mutu dan sertifikasi organik pada produk pertanian tersebut. Penyerahan penghargaan berlangsung di Tanaris Cafe, Jl Juanda, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.
Data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menunjukkan bahwa permintaan produk beras organik lokal meningkat sebesar 25% dalam tahun terakhir, mencerminkan tren positif terhadap produk yang dihasilkan dengan metode berkelanjutan. Penghargaan ini menambah daftar prestasi yang diraih petani binaan PT Vale, yang sebelumnya juga telah mendapatkan pengakuan di tingkat regional atas praktik pertanian ramah lingkungan.
Head of Mine Project IGP Morowali, Wafir, menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah. Menurutnya, penghargaan ini semakin memacu perseroan untuk meningkatkan kualitas produksi petani binaan PT Vale dan mendorong sinergi dalam mewujudkan produksi pertanian sehat dan ramah lingkungan dengan pola SRI Organik.
“Penghargaan ini mencerminkan kekuatan dan keberhasilan kemitraan antara perusahaan dan para petani. Kami sangat bangga dengan pencapaian ini dan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kemampuan dan kapasitas petani lokal,” ujarnya.
Wafir menuturkan bahwa bagi PT Vale, penerapan pertanian berkelanjutan sangat penting dan sejalan dengan nilai-nilai perusahaan yang menghargai bumi dan masyarakat.
“Kami percaya bahwa produk berkualitas hanya bisa dihasilkan melalui sistem pertanian yang seimbang dengan alam. Program pertanian sehat dan ramah lingkungan kami hadir sebagai upaya menghargai dan melestarikan bumi serta meningkatkan kualitas hidup manusia. Dengan terus meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan, kami berharap dapat memperluas jangkauan dampak positif kami,” tuturnya.
Wafir berharap tidak hanya sektor pertanian yang mendapat pengakuan, tetapi juga produk UMKM binaan PT Vale IGP Morowali lainnya di masa depan. “Keberhasilan ini adalah langkah awal dari berbagai upaya yang kami lakukan. Kami berharap lebih banyak produk dari program binaan kami dapat meraih prestasi serupa,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bangka Mofu’u, Surya Darma, mengungkapkan rasa terima kasih kepada PT Vale atas dukungan dan bimbingan yang diberikan. “Kami sangat bersyukur atas penghargaan ini. Awalnya kami ragu apakah pertanian organik bisa berhasil di desa kami. Namun, berkat bimbingan dan dukungan dari PT Vale, kami berhasil membuktikan bahwa beras organik kami mampu bersaing di pasar,” ungkapnya.
Surya menambahkan bahwa penghargaan ini memberikan dorongan besar untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produksi. “Kami percaya bahwa beras organik adalah masa depan pertanian, dan kami bertekad untuk terus menghasilkan produk yang berkualitas dan ramah lingkungan,” imbuhnya.
Berdasarkan data, hingga Juni 2024, terdapat 44 petani padi binaan PT Vale IGP Morowali yang tersebar di enam desa binaan yaitu Desa Kolono, Ululere, Bahomoahi, Bahomotefe, Onepute Jaya, dan Desa Le-le, dengan total lahan garap seluas 11,03 hektar (Ha).
Dari lahan tersebut, telah diproduksi dan dipasarkan 8,5 ribu kilogram beras. Pada tahun 2023, 6,8 Ha lahan sawah organik binaan PT Vale IGP Morowali telah mendapatkan sertifikasi organik dari lembaga INOFICE. Perusahaan berencana untuk mendapatkan sertifikasi organik untuk seluruh lahan binaan pada akhir tahun 2024. Pencapaian ini didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah serta Badan Penyuluh Pertanian Kabupaten Morowali melalui tim Penyuluh Pertanian Lapangan.
Sertifikasi ini memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ketat serta diproduksi dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, menjamin konsumen mendapatkan produk yang aman dan ramah lingkungan.
SRI (System of Rice Intensification) Organik adalah metode bertani yang fokus pada penggunaan teknik intensifikasi tanpa bahan kimia sintetis. Metode ini mengutamakan pengelolaan tanah, air, tanaman, dan lingkungan secara lebih alami dan efisien, serta meningkatkan produktivitas padi dengan cara ramah lingkungan.
Lama waktu produksi padi dengan metode SRI Organik berkisar antara 100-130 hari, tergantung pada varietas padi dan kondisi iklim setempat. Metode ini juga terbukti dapat meningkatkan hasil panen hingga 50-100% dibandingkan metode konvensional, meskipun menggunakan bibit dan air lebih sedikit.
Melalui pembinaan PT Vale, petani lokal dapat memproduksi pangan berkualitas tinggi yang memenuhi standar ketat dari lembaga sertifikasi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk mengadopsi dan mengembangkan praktik pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dengan memproduksi beras organik yang bersertifikasi, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan sosial, sejalan dengan nilai perusahaan untuk menghargai bumi dan manusia.
Atas komitmennya dalam menerapkan sistem jaminan mutu dan sertifikasi, Produk Beras System Rice Intensification (SRI) Organik dari Kelompok Tani Bangka Mofu’u binaan PT Vale Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, meraih penghargaan dalam Anugerah Daya Saing Produk Pertanian.
Penghargaan ini diberikan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai pengakuan atas penerapan sistem jaminan mutu dan sertifikasi organik pada produk pertanian tersebut. Penyerahan penghargaan berlangsung di Tanaris Cafe, Jl Juanda, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.
Data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menunjukkan bahwa permintaan produk beras organik lokal meningkat sebesar 25% dalam tahun terakhir, mencerminkan tren positif terhadap produk yang dihasilkan dengan metode berkelanjutan. Penghargaan ini menambah daftar prestasi yang diraih petani binaan PT Vale, yang sebelumnya juga telah mendapatkan pengakuan di tingkat regional atas praktik pertanian ramah lingkungan.
Head of Mine Project IGP Morowali, Wafir, menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah. Menurutnya, penghargaan ini semakin memacu perseroan untuk meningkatkan kualitas produksi petani binaan PT Vale dan mendorong sinergi dalam mewujudkan produksi pertanian sehat dan ramah lingkungan dengan pola SRI Organik.
“Penghargaan ini mencerminkan kekuatan dan keberhasilan kemitraan antara perusahaan dan para petani. Kami sangat bangga dengan pencapaian ini dan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kemampuan dan kapasitas petani lokal,” ujarnya.
Wafir menuturkan bahwa bagi PT Vale, penerapan pertanian berkelanjutan sangat penting dan sejalan dengan nilai-nilai perusahaan yang menghargai bumi dan masyarakat.
“Kami percaya bahwa produk berkualitas hanya bisa dihasilkan melalui sistem pertanian yang seimbang dengan alam. Program pertanian sehat dan ramah lingkungan kami hadir sebagai upaya menghargai dan melestarikan bumi serta meningkatkan kualitas hidup manusia. Dengan terus meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan, kami berharap dapat memperluas jangkauan dampak positif kami,” tuturnya.
Wafir berharap tidak hanya sektor pertanian yang mendapat pengakuan, tetapi juga produk UMKM binaan PT Vale IGP Morowali lainnya di masa depan. “Keberhasilan ini adalah langkah awal dari berbagai upaya yang kami lakukan. Kami berharap lebih banyak produk dari program binaan kami dapat meraih prestasi serupa,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bangka Mofu’u, Surya Darma, mengungkapkan rasa terima kasih kepada PT Vale atas dukungan dan bimbingan yang diberikan. “Kami sangat bersyukur atas penghargaan ini. Awalnya kami ragu apakah pertanian organik bisa berhasil di desa kami. Namun, berkat bimbingan dan dukungan dari PT Vale, kami berhasil membuktikan bahwa beras organik kami mampu bersaing di pasar,” ungkapnya.
Surya menambahkan bahwa penghargaan ini memberikan dorongan besar untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produksi. “Kami percaya bahwa beras organik adalah masa depan pertanian, dan kami bertekad untuk terus menghasilkan produk yang berkualitas dan ramah lingkungan,” imbuhnya.
Berdasarkan data, hingga Juni 2024, terdapat 44 petani padi binaan PT Vale IGP Morowali yang tersebar di enam desa binaan yaitu Desa Kolono, Ululere, Bahomoahi, Bahomotefe, Onepute Jaya, dan Desa Le-le, dengan total lahan garap seluas 11,03 hektar (Ha).
Dari lahan tersebut, telah diproduksi dan dipasarkan 8,5 ribu kilogram beras. Pada tahun 2023, 6,8 Ha lahan sawah organik binaan PT Vale IGP Morowali telah mendapatkan sertifikasi organik dari lembaga INOFICE. Perusahaan berencana untuk mendapatkan sertifikasi organik untuk seluruh lahan binaan pada akhir tahun 2024. Pencapaian ini didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah serta Badan Penyuluh Pertanian Kabupaten Morowali melalui tim Penyuluh Pertanian Lapangan.
Sertifikasi ini memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ketat serta diproduksi dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, menjamin konsumen mendapatkan produk yang aman dan ramah lingkungan.
SRI (System of Rice Intensification) Organik adalah metode bertani yang fokus pada penggunaan teknik intensifikasi tanpa bahan kimia sintetis. Metode ini mengutamakan pengelolaan tanah, air, tanaman, dan lingkungan secara lebih alami dan efisien, serta meningkatkan produktivitas padi dengan cara ramah lingkungan.
Lama waktu produksi padi dengan metode SRI Organik berkisar antara 100-130 hari, tergantung pada varietas padi dan kondisi iklim setempat. Metode ini juga terbukti dapat meningkatkan hasil panen hingga 50-100% dibandingkan metode konvensional, meskipun menggunakan bibit dan air lebih sedikit.
Melalui pembinaan PT Vale, petani lokal dapat memproduksi pangan berkualitas tinggi yang memenuhi standar ketat dari lembaga sertifikasi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk mengadopsi dan mengembangkan praktik pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Listrik PLN Pangkas Biaya Petani Bawang Enrekang hingga 60 Persen
Komitmen tersebut diwujudkan PT PLN (Persero) melalui program Electrifying Agriculture (EA) yang mendukung transformasi sektor pertanian menuju sistem budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kamis, 11 Jun 2026 19:45
News
PT Vale Unjuk Inovasi Pengelolaan Sampah Sorowako di Pameran Lingkungan Internasional
PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan praktik operasional berkelanjutan, termasuk mencapai target nol sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) pada tahun 2050.
Kamis, 11 Jun 2026 19:29
Sulsel
Produktivitas Padi di Toraja Utara Naik 63% Berkat Pemupukan Berimbang Pupuk Indonesia
PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Kompartemen Regional 4 menggelar Panen Raya Demplot Aplikasi Pemupukan Berimbang Tanaman Padi di Kabupaten Toraja Utara.
Kamis, 11 Jun 2026 15:27
News
Listrik Hijau PLN Jadi Motor Penggerak Ketahanan Pangan di Sulsel
Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 4.280 pelanggan telah memanfaatkan program tersebut dengan total daya terpasang mencapai 206.312 kiloVolt Ampere (kVA).
Senin, 08 Jun 2026 22:14
Ekbis
PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Electrifying Agriculture
Hingga Mei 2026, jumlah pelanggan Electrifying Agriculture di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat telah mencapai 4.280 pelanggan.
Senin, 08 Jun 2026 22:08
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
1 Muharram: Jangan Ganti Kalender Kalau Mentalitas Masih Sama
2
Kinerja Positif Pelindo Regional 4 : Trafik Penumpang, Peti Kemas & Kapal Naik
3
Dinilai Keliru, Kemendagri Diminta Evaluasi Hak Angket DPRD Gowa
4
PLN UIP Sulawesi Amankan Lahan GITET Andowia, Perkuat Kelistrikan Sultra
5
Haul ke-7 Raja Binamu ke-16 Digelar Agustus 2026, Panitia Genjot Persiapan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
1 Muharram: Jangan Ganti Kalender Kalau Mentalitas Masih Sama
2
Kinerja Positif Pelindo Regional 4 : Trafik Penumpang, Peti Kemas & Kapal Naik
3
Dinilai Keliru, Kemendagri Diminta Evaluasi Hak Angket DPRD Gowa
4
PLN UIP Sulawesi Amankan Lahan GITET Andowia, Perkuat Kelistrikan Sultra
5
Haul ke-7 Raja Binamu ke-16 Digelar Agustus 2026, Panitia Genjot Persiapan