Muswil DPW LDII Sulsel: Fokus Penguatan SDM & Kawal Pilkada Damai
Selasa, 17 Sep 2024 14:20

Pelaksanaan pembukaan Muswil VIII DPW LDII Provinsi Sulsel di Aula Mappaodang Mapolda Sulsel pada Selasa (17/9/2024). Foto/Tri Yari Kurniawan
MAKASSAR - Penguatan SDM dan upaya mengawal pilkada damai menjadi pembahasan penting dalam Muswil VIII DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal itu ditekankan oleh Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, dalam sambutan saat pembukaan acara di Aula Mappaodang Mapolda Sulsel, Selasa (17/9/2024). Ia pun memuji tema muswil yang selaras dengan fokus DPP LDII mengenai penguatan SDM.
Muswil DPW LDII Sulsel mengusung tema 'Penguatan Sumber Daya Manusia Profesional Religius untuk Mewujudkan Sulawesi Selatan yang Mandiri dan Sejahtera'. Diakui Chriswanto, penguatan SDM merupakan hal yang sangat penting, bahkan menjadi program dan atensi DPP saat rapat kerja nasional.
Ia menyampaikan seluruh permasalahan bangsa, mulai dari bullying, narkoba hingga judi online dan lainnya bakal tuntas, bila memiliki SDM yang baik. Permasalahannya, pembinaan SDM dan sistem pendidikan di tanah air dinilainya perlu untuk dievaluasi dan dibenahi.
LDII mendorong adanya gerakan pembinaan sejak dini untuk membenahi SDM di Indonesia. Disorotinya mengenai sistem pendidikan yang fokus pada calistung pada anak usia dini. Harusnya yang diprioritaskan adalah pembinana karakter.
Chriswanto juga menjelaskan ada empat hal yang harus ditanamkan sejak dini. Masing-masing berdasarkan urutannya ialah kebangsaan, keagamaan, pendidikan, dan kesehatan. Nah, jika SDM sudah bagus, maka apapun permasalahan dapat diselesaikan dengan baik.
"Kalau SDM disiapkan sejak dini, masih ada harapan, kita memiliki waktu sekitar 21 tahun menuju visi Indonesia Emas 2045. Ya, kata kuncinya kembali lagi SDM harus disiapkan," katanya.
Termasuk untuk pengurus LDII Sulsel, ia menekankan penguatan SDM mesti menjadi atensi. Musababnya, tanpa adanya SDM yang mumpuni, maka program kerja akan sulit terealisasi secara maksimal. Secara nasional, SDM juga penting agar sumber daya alam yang dimiliki tidak malah dinikmati asing.
Adapun soal pengawalan pilkada damai, Chriswanto menyerukan seluruh pengurus dan warga LDII se-Sulsel ikut ambil bagian. Olehnya itu, ia meminta agar isu tersebut menjadi salah satu rekomendasi pada muswil. Ia menegaskan LDII secara kelembagaan harus bersikap netral, tapi di sisi lain harus aktif.
Partisipasi aktif yang dimaksud, ia menyebut seluruh warga LDII mesti menyukseskan pesta demokrasi dengan ikut memilih. "LDII harus netral dan mengawal pilkada agar berjalan damai. LDII netral tapi aktif bahwa tidak boleh ada yang golput. Harus membantu penyelenggara untuk menyukseskan pesta demokrasi dan mewujudkan pilkada damai," paparnya.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulsel, Muhammad Rasyid, turut mengapresiasi kontribusi LDII dalam membantu pemerintah provinsi, khususnya dalam pembangunan mental dan spiritual. Ia pun sepakat dengan LDII tentang pentingnya penguatan SDM dan menjaga pilkada damai.
Sebagai organisasi besar, LDII diharapkannya dapat mengambil peran untuk membantu pemerintah daerah. Khususnya dalam masa transisi, dalam hal ini mendukung pilkada damai. Adapun untuk penguatan SDM, ia menyebut LDII harus adaptif mengikuti perkembangan zaman.
"Semoga sumbangsih dan pengabdian (LDII) dapat terus dilakukan, apalagi menyambut pilkada damai. LDII juga harus mampu meningkatkan SDM di era globalisasi dengan fokus pada tiga unsur yakni kemampuan, ketelitian, dan sikap," ungkap Rasyid, mewakili Pj Gubernur Sulsel.
Ketua DPW LDII Provinsi Sulsel, Abri, menyampaikan selama satu periode kepengurusan telah banyak program yang dijalankan di berbagai bidang. Nah, muswil kali ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja, merumuskan program baru dan memilih ketua maupun pengurus periode selanjutnya.
"Muswil ini tahapan penting bagi LDII untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara maupun daerah. Ini bagian dari upaya membantu mewujudkan Sulsel mandiri dan sejahtera serta menunjukkan Islam sebagai rahmatan lilalamin lewat berbagai program LDII," tuturnya.
Muswil ini, ia mengharapkan pula dapat memberikan energi dan semangat bagi pengurus maupun warga LDII untuk menjalin hubungan dengan pemangku kepentingan, baik regional maupun nasional.
Sementara itu, ketua panitia, Sanusi Fattah, menyampaikan muswil ini diikuti oleh 900 peserta dan undangan. Rinciannya yakni 50 undangan ekslusif dan kurang lebih 66 utusan DPD LDII dari kabupaten/kota. Sisanya, 700 orang dari warga LDII serta 100 orang panitia dan keamanan.
Dalam muswil kali ini, panitia telah mengundang sejumlah pejabat dan tokoh penting. Bukan sekadar untuk hadir tapi juga memberikan pengarahan maupun pembekalan. Juga diagendakan diskusi panel. Mereka yang diundang, antara lain yakni Kapolda Sulsel, Kajati Sulsel, Pangdam XIV/Hasanuddin, Ketua MUI Sulsel, tokoh pengusaha Aksa Mahmud.
Sanusi berharap agar rangkaian pelaksanaan muswil yang berlangsung dari pagi hingga malam hari dapat berjalan aman dan lancar. Diajaknya pula agar selurug peserta dapat berkontribusi memberikan gagasan maupun ide untuk memajukan organisasi.
"Semoga muswil ini melahirkan keputusan-keputusan yang dapat mendukung kemajuan organisasi LDII," pungkasnya.
Hal itu ditekankan oleh Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, dalam sambutan saat pembukaan acara di Aula Mappaodang Mapolda Sulsel, Selasa (17/9/2024). Ia pun memuji tema muswil yang selaras dengan fokus DPP LDII mengenai penguatan SDM.
Muswil DPW LDII Sulsel mengusung tema 'Penguatan Sumber Daya Manusia Profesional Religius untuk Mewujudkan Sulawesi Selatan yang Mandiri dan Sejahtera'. Diakui Chriswanto, penguatan SDM merupakan hal yang sangat penting, bahkan menjadi program dan atensi DPP saat rapat kerja nasional.
Ia menyampaikan seluruh permasalahan bangsa, mulai dari bullying, narkoba hingga judi online dan lainnya bakal tuntas, bila memiliki SDM yang baik. Permasalahannya, pembinaan SDM dan sistem pendidikan di tanah air dinilainya perlu untuk dievaluasi dan dibenahi.
LDII mendorong adanya gerakan pembinaan sejak dini untuk membenahi SDM di Indonesia. Disorotinya mengenai sistem pendidikan yang fokus pada calistung pada anak usia dini. Harusnya yang diprioritaskan adalah pembinana karakter.
Chriswanto juga menjelaskan ada empat hal yang harus ditanamkan sejak dini. Masing-masing berdasarkan urutannya ialah kebangsaan, keagamaan, pendidikan, dan kesehatan. Nah, jika SDM sudah bagus, maka apapun permasalahan dapat diselesaikan dengan baik.
"Kalau SDM disiapkan sejak dini, masih ada harapan, kita memiliki waktu sekitar 21 tahun menuju visi Indonesia Emas 2045. Ya, kata kuncinya kembali lagi SDM harus disiapkan," katanya.
Termasuk untuk pengurus LDII Sulsel, ia menekankan penguatan SDM mesti menjadi atensi. Musababnya, tanpa adanya SDM yang mumpuni, maka program kerja akan sulit terealisasi secara maksimal. Secara nasional, SDM juga penting agar sumber daya alam yang dimiliki tidak malah dinikmati asing.
Adapun soal pengawalan pilkada damai, Chriswanto menyerukan seluruh pengurus dan warga LDII se-Sulsel ikut ambil bagian. Olehnya itu, ia meminta agar isu tersebut menjadi salah satu rekomendasi pada muswil. Ia menegaskan LDII secara kelembagaan harus bersikap netral, tapi di sisi lain harus aktif.
Partisipasi aktif yang dimaksud, ia menyebut seluruh warga LDII mesti menyukseskan pesta demokrasi dengan ikut memilih. "LDII harus netral dan mengawal pilkada agar berjalan damai. LDII netral tapi aktif bahwa tidak boleh ada yang golput. Harus membantu penyelenggara untuk menyukseskan pesta demokrasi dan mewujudkan pilkada damai," paparnya.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulsel, Muhammad Rasyid, turut mengapresiasi kontribusi LDII dalam membantu pemerintah provinsi, khususnya dalam pembangunan mental dan spiritual. Ia pun sepakat dengan LDII tentang pentingnya penguatan SDM dan menjaga pilkada damai.
Sebagai organisasi besar, LDII diharapkannya dapat mengambil peran untuk membantu pemerintah daerah. Khususnya dalam masa transisi, dalam hal ini mendukung pilkada damai. Adapun untuk penguatan SDM, ia menyebut LDII harus adaptif mengikuti perkembangan zaman.
"Semoga sumbangsih dan pengabdian (LDII) dapat terus dilakukan, apalagi menyambut pilkada damai. LDII juga harus mampu meningkatkan SDM di era globalisasi dengan fokus pada tiga unsur yakni kemampuan, ketelitian, dan sikap," ungkap Rasyid, mewakili Pj Gubernur Sulsel.
Ketua DPW LDII Provinsi Sulsel, Abri, menyampaikan selama satu periode kepengurusan telah banyak program yang dijalankan di berbagai bidang. Nah, muswil kali ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja, merumuskan program baru dan memilih ketua maupun pengurus periode selanjutnya.
"Muswil ini tahapan penting bagi LDII untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara maupun daerah. Ini bagian dari upaya membantu mewujudkan Sulsel mandiri dan sejahtera serta menunjukkan Islam sebagai rahmatan lilalamin lewat berbagai program LDII," tuturnya.
Muswil ini, ia mengharapkan pula dapat memberikan energi dan semangat bagi pengurus maupun warga LDII untuk menjalin hubungan dengan pemangku kepentingan, baik regional maupun nasional.
Sementara itu, ketua panitia, Sanusi Fattah, menyampaikan muswil ini diikuti oleh 900 peserta dan undangan. Rinciannya yakni 50 undangan ekslusif dan kurang lebih 66 utusan DPD LDII dari kabupaten/kota. Sisanya, 700 orang dari warga LDII serta 100 orang panitia dan keamanan.
Dalam muswil kali ini, panitia telah mengundang sejumlah pejabat dan tokoh penting. Bukan sekadar untuk hadir tapi juga memberikan pengarahan maupun pembekalan. Juga diagendakan diskusi panel. Mereka yang diundang, antara lain yakni Kapolda Sulsel, Kajati Sulsel, Pangdam XIV/Hasanuddin, Ketua MUI Sulsel, tokoh pengusaha Aksa Mahmud.
Sanusi berharap agar rangkaian pelaksanaan muswil yang berlangsung dari pagi hingga malam hari dapat berjalan aman dan lancar. Diajaknya pula agar selurug peserta dapat berkontribusi memberikan gagasan maupun ide untuk memajukan organisasi.
"Semoga muswil ini melahirkan keputusan-keputusan yang dapat mendukung kemajuan organisasi LDII," pungkasnya.
(TRI)
Berita Terkait

Sulsel
Muswil PKS Sulsel, Target 14 Kursi di DPRD Provinsi pada Pileg 2029
Ketua DPW PKS Sulsel, Anwar Faruq menegaskan bisa menambah kursi partainya di DPRD Provinsi pada Pileg mendatang. Bahkan ia optimis mampu naik dua kali lipat.
Minggu, 24 Agu 2025 16:04

News
Bumi Karsa Fokus Bangun Lingkungan Kerja Sehat dan SDM Berkualitas
Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bumi Karsa menggelar perayaan di Kantor Daya Bumi Karsa pada Jumat (15/8) pekan lalu.
Kamis, 21 Agu 2025 16:50

News
LDII Sulsel Gelar Donor Darah Sambut Hari Kemerdekaan RI, Kumpulkan 41 Kantong
DPW LDII Sulsel bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel sukses menggelar donor darah di Pondok Pesantren Roudhotul Jannah, Kota Makassar.
Minggu, 10 Agu 2025 22:17

News
Demisioner di Sulsel, Ashabul Kahfi Kini Terpilih Sebagai Ketua DPW PAN Sulut
Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara (Sulut) resmi menetapkan Ashabul Kahfi sebagai Ketua Formatur sekaligus Ketua DPW PAN Sulut yang digelar di Manado pada Rabu, 7 Mei 2025.
Rabu, 07 Mei 2025 18:50

Sulsel
Chaidir dan Husniah jadi Formatur, Bertugas Susun Kepengurusan DPW PAN Sulsel
Musyawarah Wilayah (Muswil) ke VI Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan yang digelar di Hotel Claro Makassar telah berakhir.
Minggu, 04 Mei 2025 16:43
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Ormas Kiwal Gowa Serukan Stop Demo Anarkis, Minta Jangan Terprovokasi
2

Sekretariat DPRD Makassar Cari Lokasi Alternatif untuk Dijadikan Kantor
3

Pepe-pepeka ri Mangkasara: Api, Rakyat, dan Panggung Kekuasaan
4

Kolaborasi Bersama Wujudkan Pemulihan Berkeadilan & Transparan di Towuti
5

Antisipasi Dampak Demonstrasi, PAUD/TK hingga SMP di Makassar Belajar Daring
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Ormas Kiwal Gowa Serukan Stop Demo Anarkis, Minta Jangan Terprovokasi
2

Sekretariat DPRD Makassar Cari Lokasi Alternatif untuk Dijadikan Kantor
3

Pepe-pepeka ri Mangkasara: Api, Rakyat, dan Panggung Kekuasaan
4

Kolaborasi Bersama Wujudkan Pemulihan Berkeadilan & Transparan di Towuti
5

Antisipasi Dampak Demonstrasi, PAUD/TK hingga SMP di Makassar Belajar Daring