Nilai Capai 7,71 Persen, Sidrap Juara Satu Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 2025
Jum'at, 27 Feb 2026 16:14
Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan capaian impresif dengan meraih peringkat pertama pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan pada tahun 2025. Foto: Istimewa
SIDRAP - Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan capaian impresif dengan meraih peringkat pertama pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan pada tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 7,71 persen, tertinggi dari 24 kabupaten/kota di provinsi tersebut.
"Alhamdulillah, Kabupaten Sidenreng Rappang menjadi juara satu dalam pertumbuhan ekonomi tahun 2025 di Sulawesi Selatan. Ini berkat kerja keras semua pihak," kata Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif pada Jumat (27/02/2026).
Dalam daftar perbandingan pertumbuhan ekonomi 24 kabupaten/kota di Sulsel tahun 2025, posisi kedua ditempati Luwu dengan pertumbuhan 7,43 persen, disusul Wajo 7,16 persen dan Gowa 7,04 persen. Sementara itu, sejumlah daerah lain seperti Jeneponto (6,59 persen), Luwu Utara (6,17 persen), dan Sinjai (6,05 persen) juga mencatatkan pertumbuhan di atas enam persen.
Di sisi lain, beberapa daerah berada di kisaran pertumbuhan empat hingga lima persen, seperti Makassar 5,34 persen, Barru 5,16 persen, dan Tana Toraja 5,01 persen. Adapun posisi terbawah ditempati Bantaeng dengan pertumbuhan 2,56 persen, di bawah Luwu Timur 3,7 persen dan Kepulauan Selayar 3,98 persen.
Capaian 7,71 persen ini menegaskan posisi Sidrap sebagai motor penggerak ekonomi baru di Sulsel. Pertumbuhan tersebut menjadi indikator positif atas geliat sektor pertanian, perdagangan, dan sektor penunjang lainnya yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo tersebut.
Dengan torehan ini, Sidrap tidak hanya memimpin secara statistik, tetapi juga memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing di tingkat regional.
Menariknya, pertumbuhan ekonomi Sidrap pada tahun 2025 yang mencapai 7,71 persen, menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Grafik pertumbuhan ekonomi Sidrap periode 2018–2025 menunjukkan tren yang fluktuatif. Pada 2018, pertumbuhan berada di angka 5,02 persen, kemudian melambat menjadi 4,65 persen pada 2019. Tahun 2020 menjadi titik terendah dengan kontraksi minus 0,59 persen, dampak pandemi Covid-19 yang menekan aktivitas ekonomi secara nasional.
Memasuki 2021, ekonomi Sidrap mulai bangkit dengan pertumbuhan 5,54 persen. Namun pada 2022 kembali melandai di angka 4,86 persen, lalu turun lagi menjadi 3,28 persen pada 2023. Tren positif kembali terlihat pada 2024 dengan pertumbuhan 4,05 persen.
Puncaknya terjadi pada 2025, di mana pertumbuhan melonjak signifikan hingga 7,71 persen. Capaian ini tidak hanya menandai pemulihan penuh pascapandemi, tetapi juga menjadi rekor tertinggi dalam delapan tahun terakhir.
Kenaikan tajam pada 2025 mencerminkan penguatan sektor-sektor unggulan daerah, terutama pertanian, perdagangan, dan sektor jasa yang menjadi penopang utama perekonomian Bumi Nene Mallomo.
Dengan tren ini, Sidrap menunjukkan fondasi ekonomi yang semakin kokoh dan optimisme terhadap keberlanjutan pembangunan daerah ke depan.
"Alhamdulillah, Kabupaten Sidenreng Rappang menjadi juara satu dalam pertumbuhan ekonomi tahun 2025 di Sulawesi Selatan. Ini berkat kerja keras semua pihak," kata Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif pada Jumat (27/02/2026).
Dalam daftar perbandingan pertumbuhan ekonomi 24 kabupaten/kota di Sulsel tahun 2025, posisi kedua ditempati Luwu dengan pertumbuhan 7,43 persen, disusul Wajo 7,16 persen dan Gowa 7,04 persen. Sementara itu, sejumlah daerah lain seperti Jeneponto (6,59 persen), Luwu Utara (6,17 persen), dan Sinjai (6,05 persen) juga mencatatkan pertumbuhan di atas enam persen.
Di sisi lain, beberapa daerah berada di kisaran pertumbuhan empat hingga lima persen, seperti Makassar 5,34 persen, Barru 5,16 persen, dan Tana Toraja 5,01 persen. Adapun posisi terbawah ditempati Bantaeng dengan pertumbuhan 2,56 persen, di bawah Luwu Timur 3,7 persen dan Kepulauan Selayar 3,98 persen.
Capaian 7,71 persen ini menegaskan posisi Sidrap sebagai motor penggerak ekonomi baru di Sulsel. Pertumbuhan tersebut menjadi indikator positif atas geliat sektor pertanian, perdagangan, dan sektor penunjang lainnya yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo tersebut.
Dengan torehan ini, Sidrap tidak hanya memimpin secara statistik, tetapi juga memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing di tingkat regional.
Menariknya, pertumbuhan ekonomi Sidrap pada tahun 2025 yang mencapai 7,71 persen, menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Grafik pertumbuhan ekonomi Sidrap periode 2018–2025 menunjukkan tren yang fluktuatif. Pada 2018, pertumbuhan berada di angka 5,02 persen, kemudian melambat menjadi 4,65 persen pada 2019. Tahun 2020 menjadi titik terendah dengan kontraksi minus 0,59 persen, dampak pandemi Covid-19 yang menekan aktivitas ekonomi secara nasional.
Memasuki 2021, ekonomi Sidrap mulai bangkit dengan pertumbuhan 5,54 persen. Namun pada 2022 kembali melandai di angka 4,86 persen, lalu turun lagi menjadi 3,28 persen pada 2023. Tren positif kembali terlihat pada 2024 dengan pertumbuhan 4,05 persen.
Puncaknya terjadi pada 2025, di mana pertumbuhan melonjak signifikan hingga 7,71 persen. Capaian ini tidak hanya menandai pemulihan penuh pascapandemi, tetapi juga menjadi rekor tertinggi dalam delapan tahun terakhir.
Kenaikan tajam pada 2025 mencerminkan penguatan sektor-sektor unggulan daerah, terutama pertanian, perdagangan, dan sektor jasa yang menjadi penopang utama perekonomian Bumi Nene Mallomo.
Dengan tren ini, Sidrap menunjukkan fondasi ekonomi yang semakin kokoh dan optimisme terhadap keberlanjutan pembangunan daerah ke depan.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkab Gowa Perkuat Kualitas Data Statistik Sektoral Lewat Evaluasi EPSS
Pemerintah Kabupaten Gowa melalui DiskominfoSP melengkapi bukti dukung dalam EPSS 2025 sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola data dan mengoptimalkan nilai IPS.
Selasa, 14 Jul 2026 19:23
Ekbis
OJK - Pemkab Sidrap Sinergi Perkuat Akses Keuangan & Pembiayaan Produktif
Sinergi antara OJK, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun ekosistem keuangan daerah.
Sabtu, 11 Jul 2026 08:47
News
Suka Duka Mutmainnah, Mahasiswi Unhas yang Jadi Garda Terdepan Sensus BPS
Hal itu dirasakan Mutmainnah (22), mahasiswi Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhas, yang saat ini bertugas sebagai petugas sensus ekonomi BPS.
Rabu, 01 Jul 2026 19:58
Sulsel
BPS Pangkep Terjunkan 315 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Bupati Tekankan Akurasi Data
Sebanyak 315 petugas Sensus Ekonomi 2026 resmi diterjunkan untuk mendata aktivitas usaha di seluruh wilayah Kabupaten Pangkep.
Senin, 15 Jun 2026 17:21
Ekbis
Karantina Sulsel Ajak Stakeholder Pelabuhan Makassar Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Karantina Sulsel menggelar kegiatan bertajuk Sinergitas Antar Stakeholders Lingkup Pelabuhan Laut Soekarno Hatta Makassar Dirangkaikan dengan Sensus Ekonomi 2026.
Kamis, 11 Jun 2026 11:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Himatik FT-UNM Resmi Buka Ice Sport 2026, Diikuti 22 Kelas JTIK
2
Kecam Tindakan Bupati Husniah, DPRD Gowa Tidak akan Lakukan Pemanggilan Ulang
3
Bupati Gowa Husniah Talenrang Tinggalkan Sidang Hak Angket di DPRD
4
PB IPMIL Raya Gandeng DPRD Sulsel Kawal Pembangunan Luwu Raya
5
Pemkab Gowa Perkuat Kualitas Data Statistik Sektoral Lewat Evaluasi EPSS
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Himatik FT-UNM Resmi Buka Ice Sport 2026, Diikuti 22 Kelas JTIK
2
Kecam Tindakan Bupati Husniah, DPRD Gowa Tidak akan Lakukan Pemanggilan Ulang
3
Bupati Gowa Husniah Talenrang Tinggalkan Sidang Hak Angket di DPRD
4
PB IPMIL Raya Gandeng DPRD Sulsel Kawal Pembangunan Luwu Raya
5
Pemkab Gowa Perkuat Kualitas Data Statistik Sektoral Lewat Evaluasi EPSS