Menteri ESDM Paparkan Pendanaan Transisi Energi Indonesia di Forum Ekonomi Dunia 2023
Rabu, 18 Jan 2023 17:48

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menghadiri Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum/WEF) 2023 yang digelar di Davos, Swiss. Foto/Dok Kementerian ESDM
DAVOS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menghadiri Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum/WEF) 2023 yang digelar di Davos, Swiss. Dalam pidato pembukaannya pada Workshop 'Fast Tracking Energy Transition Investment in Developing Economies', Menteri Arifin menyampaikan agenda Indonesia dalam transisi energi dan mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk membatasi kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celcius, sedapat mungkin 1,5 derajat Celcius, dibandingkan dengan tingkat sebelum masa industri, sesuai dengan Paris Agreement. "Angka ini kelihatannya kecil, tapi ini dapat menciptakan transformasi secara masif, seperti revolusi industri dan inovasi teknologi yang mendatangkan momentum bagi pertumbuhan ekonomi," kata Menteri Arifin, seperti dilansir dari Kementerian ESDM, Rabu (18/1/2023).
Menteri Arifin juga menyadari bahwa kemampuan setiap negara berbeda untuk mencapai target yang ditetapkan, namun dirinya menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Indonesia tetap sama.
"Tahun-tahun berlalu, namun komitmen kami, pemerintah Indonesia, tetap sama. Kita menyadari bahwa kemampuan setiap negara untuk mencapai target yang ditetapkan di Paris Agreement berbeda-beda, bergantung kepada situasi masing-masing negara dan ketersediaan potensi sumberdaya di negara itu. Itu sebabnya, jalan yang ditempuh akan berbeda pula, mempertimbangkan aspek-aspek di atas," jelasnya.
Menurut dia, menetapkan strategi, program, dan target menuju transisi energi adalah hal yang lebih mudah. Tantangan terbesarnya adalah implementasi nyata menuju transisi energi dan memastikan keterjangkauan energi oleh masyarakat. "Bagian paling sulit adalah implementasi konkret menuju transisi energi, memastikan keterjangkauan energi oleh rakyat, aksesibilitas dan dekarbonisasi yang berlangsung dalam waktu yang relatif singkat," katanya.
Menteri Arifin pun menyadari bahwa Indonesia, dan juga banyak negara lain, terutama negara berkembang, masih mengandalkan sumber energi fosil. Maka dari itu, untuk mencapai target transisi energi, pemanfaatan sumber energi terbarukan menjadi penting.
"Dalam kondisi demikian, diperlukan komitmen tinggi dan semangat kolaborasi yang kuat, sehingga tidak ada masyarakat yang tertinggal di belakang, terutama yang masih bergantung kepada energi fosil. Bumi di mana kita tinggal telah menyediakan begitu banyak sumber EBT, tanggung jawab kita adalah mengambil manfaat dari sumber daya yang ada untuk kemanfaatan bagi rakyat," sambungnya.
Menteri Arifin juga menekankan soal pentingnya mineral sebagai bahan pendukung yang penting bagi industri untuk transisi energi. "Saya percaya bahwa kita perlu memberikan perhatian lebih untuk mengoptimalkan sumberdaya mineral tersebut, termasuk dalam fase pemrosesan," kata dia.
Mekanisme Pembiayaan Target NZE 2060
Pada kesempatan tersebut, Menteri Arifin juga menyampaikan bahwa untuk mencapai target mengurangi emisi yang cukup ambisius, dibutuhkan kemampuan pendanaan yang besar pula. Tidak semua negara punya kapasitas untuk itu. Negara maju, negara berkembang, dan negara belum berkembang punya kemampuan yang berbeda dalam pendanaan.
"Di sini kita memerlukan bantuan dan dukungan dari organisasi keuangan untuk menciptakan keseimbangan global melalui mobilisasi pendanaan dengan mekanisme yang sederhana dan lebih mudah dipahami, sehingga bisa diakses dan terjangkau untuk semua," ujarnya.
Menteri Arifin juga menjelaskan bahwa Indonesia telah menetapkan peta jalan secara detil yang membutuhkan investasi senilai USD2,5 triliun, di mana lebih dari separuh akan diserap oleh sektor energi.
"Bisa dibayangkan atau tidak, berapa banyak uang yang kami perlukan untuk mencapai Net Zero Emission secara global? Pada tahun 2022, di Indonesia, realisasi investasi adalah USD1,97 miliar, sementara total rencana investasi sampai 2025 adalah USD57,9 miliar, sampai 2030 adalah USD125,9 miliar, ada penambahan investasi USD68 miliar dari 2025," papar dia.
Pada bagian akhir pidato pembukanya, Menteri Arifin, juga mengundang investor untuk mendukung upaya Indonesia menjalankan transisi energi dan Net Zero Emission, juga membuka peluang kolaborasi dengan negara mitra maupun organisasi internasional. "Kami sangat senang bisa berdiskusi dengan hadirin sekalian," pungkasnya.
Sebagai informasi, WEF 2023 mengusung tema 'Cooperation in a Fragmented World', dan diikuti lebih dari 2.700 peserta termasuk 50 kepala pemerintahan, 1.500 pebisnis, serta kalangan akademisi, penggiat sipil, dan seniman terkemuka dunia. Acara tahunan WEF yang mempertemukan para pengambil keputusan di sektor publik pemerintahan dan sektor swasta itu diadakan pada 16-20 Januari 2023.
Workshop 'Fast Tracking Energy Transition Investment in Developing Economies' termasuk agenda pada Indonesian Pavilion yang dilaksanakan sebagai rangkaian acara WEF Annual Meeting yang kerap kali dihadiri oleh delegasi Republik Indonesia baik Kementerian, perusahaan dan institusi untuk memeriahkan dan menyuarakan budaya Indonesia di kancah global.
Indonesian Pavilion diselenggarakan pada 16-20 Januari 2023, yang bertujuan untuk menyediakan sarana agar seluruh delegasi Indonesia dan internasional dapat berinteraksi, mengadakan pertemuan, menghadiri workshop yang diselenggarakan oleh berbagai Kementerian dan perusahaan swasta.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk membatasi kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celcius, sedapat mungkin 1,5 derajat Celcius, dibandingkan dengan tingkat sebelum masa industri, sesuai dengan Paris Agreement. "Angka ini kelihatannya kecil, tapi ini dapat menciptakan transformasi secara masif, seperti revolusi industri dan inovasi teknologi yang mendatangkan momentum bagi pertumbuhan ekonomi," kata Menteri Arifin, seperti dilansir dari Kementerian ESDM, Rabu (18/1/2023).
Menteri Arifin juga menyadari bahwa kemampuan setiap negara berbeda untuk mencapai target yang ditetapkan, namun dirinya menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Indonesia tetap sama.
"Tahun-tahun berlalu, namun komitmen kami, pemerintah Indonesia, tetap sama. Kita menyadari bahwa kemampuan setiap negara untuk mencapai target yang ditetapkan di Paris Agreement berbeda-beda, bergantung kepada situasi masing-masing negara dan ketersediaan potensi sumberdaya di negara itu. Itu sebabnya, jalan yang ditempuh akan berbeda pula, mempertimbangkan aspek-aspek di atas," jelasnya.
Menurut dia, menetapkan strategi, program, dan target menuju transisi energi adalah hal yang lebih mudah. Tantangan terbesarnya adalah implementasi nyata menuju transisi energi dan memastikan keterjangkauan energi oleh masyarakat. "Bagian paling sulit adalah implementasi konkret menuju transisi energi, memastikan keterjangkauan energi oleh rakyat, aksesibilitas dan dekarbonisasi yang berlangsung dalam waktu yang relatif singkat," katanya.
Menteri Arifin pun menyadari bahwa Indonesia, dan juga banyak negara lain, terutama negara berkembang, masih mengandalkan sumber energi fosil. Maka dari itu, untuk mencapai target transisi energi, pemanfaatan sumber energi terbarukan menjadi penting.
"Dalam kondisi demikian, diperlukan komitmen tinggi dan semangat kolaborasi yang kuat, sehingga tidak ada masyarakat yang tertinggal di belakang, terutama yang masih bergantung kepada energi fosil. Bumi di mana kita tinggal telah menyediakan begitu banyak sumber EBT, tanggung jawab kita adalah mengambil manfaat dari sumber daya yang ada untuk kemanfaatan bagi rakyat," sambungnya.
Menteri Arifin juga menekankan soal pentingnya mineral sebagai bahan pendukung yang penting bagi industri untuk transisi energi. "Saya percaya bahwa kita perlu memberikan perhatian lebih untuk mengoptimalkan sumberdaya mineral tersebut, termasuk dalam fase pemrosesan," kata dia.
Mekanisme Pembiayaan Target NZE 2060
Pada kesempatan tersebut, Menteri Arifin juga menyampaikan bahwa untuk mencapai target mengurangi emisi yang cukup ambisius, dibutuhkan kemampuan pendanaan yang besar pula. Tidak semua negara punya kapasitas untuk itu. Negara maju, negara berkembang, dan negara belum berkembang punya kemampuan yang berbeda dalam pendanaan.
"Di sini kita memerlukan bantuan dan dukungan dari organisasi keuangan untuk menciptakan keseimbangan global melalui mobilisasi pendanaan dengan mekanisme yang sederhana dan lebih mudah dipahami, sehingga bisa diakses dan terjangkau untuk semua," ujarnya.
Menteri Arifin juga menjelaskan bahwa Indonesia telah menetapkan peta jalan secara detil yang membutuhkan investasi senilai USD2,5 triliun, di mana lebih dari separuh akan diserap oleh sektor energi.
"Bisa dibayangkan atau tidak, berapa banyak uang yang kami perlukan untuk mencapai Net Zero Emission secara global? Pada tahun 2022, di Indonesia, realisasi investasi adalah USD1,97 miliar, sementara total rencana investasi sampai 2025 adalah USD57,9 miliar, sampai 2030 adalah USD125,9 miliar, ada penambahan investasi USD68 miliar dari 2025," papar dia.
Pada bagian akhir pidato pembukanya, Menteri Arifin, juga mengundang investor untuk mendukung upaya Indonesia menjalankan transisi energi dan Net Zero Emission, juga membuka peluang kolaborasi dengan negara mitra maupun organisasi internasional. "Kami sangat senang bisa berdiskusi dengan hadirin sekalian," pungkasnya.
Sebagai informasi, WEF 2023 mengusung tema 'Cooperation in a Fragmented World', dan diikuti lebih dari 2.700 peserta termasuk 50 kepala pemerintahan, 1.500 pebisnis, serta kalangan akademisi, penggiat sipil, dan seniman terkemuka dunia. Acara tahunan WEF yang mempertemukan para pengambil keputusan di sektor publik pemerintahan dan sektor swasta itu diadakan pada 16-20 Januari 2023.
Workshop 'Fast Tracking Energy Transition Investment in Developing Economies' termasuk agenda pada Indonesian Pavilion yang dilaksanakan sebagai rangkaian acara WEF Annual Meeting yang kerap kali dihadiri oleh delegasi Republik Indonesia baik Kementerian, perusahaan dan institusi untuk memeriahkan dan menyuarakan budaya Indonesia di kancah global.
Indonesian Pavilion diselenggarakan pada 16-20 Januari 2023, yang bertujuan untuk menyediakan sarana agar seluruh delegasi Indonesia dan internasional dapat berinteraksi, mengadakan pertemuan, menghadiri workshop yang diselenggarakan oleh berbagai Kementerian dan perusahaan swasta.
(RPL)
Berita Terkait

Ekbis
Investasi Rp3,2 M Demi Energi Bersih, PLTS Atap di Nipah Park & Kalla Toyota Gowa Resmi Beroperasi
Guna menghadirkan energi bersih lewat PLTS Atap, Kalla Group rela merogoh biaya besar. Biaya investasi PLTS Atap itu ditaksir berkisar Rp3,2 miliar atau setara kurang lebih USD200 ribu.
Selasa, 18 Mar 2025 00:16

News
PT Vale Dorong Kolaborasi Bareng Media untuk Sukseskan Transisi Energi Berkelanjutan
Acara ini merupakan bentuk apresiasi PT Vale terhadap mitra media sekaligus langkah strategis dalam membangun sinergi dan kolaborasi yang lebih erat.
Sabtu, 15 Mar 2025 08:32

Sulsel
Listrik Hijau PLN Bantu Petani Sidrap Hemat Biaya Operasional Hingga 63%
Program Electrifying Agriculture di Kabupaten Sidrap terbukti berhasil menghemat biaya operasional hingga 63% dan meningkatkan produksi pertanian berkat pemanfaatan listrik hijau.
Kamis, 13 Mar 2025 10:45

News
PLN & Pindad Sinergi Bangun Pembangkit Listrik Energi Bersih di Wilayah 3T
Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat inovasi dan kolaborasi strategis dalam pengembangan potensi pembangkit listrik bersih, seperti pikohidro dan mikrohidro, di wilayah 3T.
Rabu, 12 Mar 2025 18:12

News
Menteri ESDM Pastikan Listrik PLN Andal Jelang Idul Fitri 1446 H
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengapresiasi kesiapan PT PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah.
Senin, 10 Mar 2025 14:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Idrus Marham: Mentan Amran Sulaiman Paling Cocok jadi Nakhoda KKSS
2

Kebakaran di Pulau Barrang Lompo Hanguskan Satu Rumah Milik Warga
3

Ada Oknum Diduga Ingin Ambil Alih Yayasan Atma Jaya Makassar Secara Paksa
4

Kemenkum Sulsel Komitmen Beri Pelayanan Terbaik, Maksimalkan Survei Kepuasan Masyarakat
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Idrus Marham: Mentan Amran Sulaiman Paling Cocok jadi Nakhoda KKSS
2

Kebakaran di Pulau Barrang Lompo Hanguskan Satu Rumah Milik Warga
3

Ada Oknum Diduga Ingin Ambil Alih Yayasan Atma Jaya Makassar Secara Paksa
4

Kemenkum Sulsel Komitmen Beri Pelayanan Terbaik, Maksimalkan Survei Kepuasan Masyarakat