Polisi Bongkar Sindikat Pembuat STNK-BPKB Palsu di Sulsel
Kamis, 24 Apr 2025 15:17
Polda Sulsel mengungkap dua kasus besar pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Dari pengungkapan tersebut, tujuh orang tersangka turut diamankan.
MAKASSAR - Polda Sulsel berhasil mengungkap dua kasus besar pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Dari pengungkapan tersebut, tujuh orang tersangka turut diamankan.
Pengungkapan ini diekspos dalam kegiatan konfrensi pers yang dipimpin Dirkrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Setiadi Sulaksono didamping Kabidhumas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto di Mapolda Sulsel, Kamis (24/04/2025).
Didik membeberkan pengungkapan ini berdasarkan dua laporan Polisi yang diproses Ditreskrimum Polda Sulsel pada bulan April 2025. "Laporan pertama melibatkan ada tiga tersangka, AS , MLD, dan SYR, mereka punya peran masing-masing," ucap Didik.
Didik menjelaskan, AS yang merupakan warga Maros berprofesi buruh, memiliki peran menerima pesanan. Sehingga, siapapun yang memesan nanti STNK maupun BPKB akan dibuatkan oleh tersangka.
"Untuk MLD adalah orang yang memesan kepada AS, serta SYR adalah orang yang berkepentingan, mereka yang punya motor, mereka memesan kepada MLD, MLD memesan STNK kepada AS," jelasnya.
Dari pengungkapan laporan pertama ini, polisi telah menyita barang bukti sebanyak tiga motor, tiga STNK, satu laptop dan satu printer.
Didik melanjutkan, laporan kedua juga diproses pada April 2025. Dalam kasus ini terdapat empat orang tersangka yang turut diamankan.
Ia membeberkan, tersangka pertama adalah AR, pekerjaan swasta, alamat Gowa. Tersangka perannya menerima pesanan STNK dan BPKB ini harganya Rp1,8 juta sampai dengan Rp2,5 juta per lembar.
"AR mempersiapkan terutama blangko mereka membeli dari online dari fb dan juga menerima dari debt colletor atau mata elang, setelah mereka pesan tulisan akan dihapus dengan dikerok atau diamplas. Setelah digosok, nanti akan di print ulang, selain mereka menyiapkan STNK palsu, mereka juga mempunyai peran mencabut GPS, ini harganya Rp300 ribu sampai dengan Rp500 ribu," bebernya.
Kemudian tersangka kedua yaitu IS, perannya adalah mencetak. Dimana setelah dari tersangka pertama, sudah siap blangko kosong dicetak oleh IS yang biayanya Rp50 ribu perlembar.
"Selanjutnya ada GSR, ini perannya pemesan, dia mencari orang siapa yang memesan nanti melalui GSR akan disampaikan kepada tersangka pertama AR kemudian dibuatkan STNK, termasuk dengan mencabut GPS. STNK yang dibandrol tersangka GSR ini keuntungan mereka Rp400 ribu, jadi dari AR Rp1,8 juta kemudian dia dijual Rp2 juta jadi mereka ada keuntungan Rp400 ribu," ungkapnya.
Terakhir tersangka keempat, sebut Didik, yaitu DT, pekerja swasta alamat Jeneponto. Tersangka ini perannya mereka dapat keuntungan Rp500 ribu.
"Jadi pesanan STNK ini dijual Rp3 juta sementara mereka membeli dari AR Rp2,5, jadi mereka ada keuntungan Rp500 ribu," tandasnya.
Terhadap pengungkapan laporan kedua, polisi menyita barang bukti HP 3 unit, STNK dan BPKB enam motor, delapan mobil, dan satu set komputer serta 7 GPS.
"Dari perbuatan ini masing-masing tersangka dijerat Pasal 363 ayat 1 dan 2 Juntco Pasal 55 ayat 1 ke 1 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman paling lama 6 tahun penjara," pungkas Kabidhumas Polda Sulsel.
Pengungkapan ini diekspos dalam kegiatan konfrensi pers yang dipimpin Dirkrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Setiadi Sulaksono didamping Kabidhumas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto di Mapolda Sulsel, Kamis (24/04/2025).
Didik membeberkan pengungkapan ini berdasarkan dua laporan Polisi yang diproses Ditreskrimum Polda Sulsel pada bulan April 2025. "Laporan pertama melibatkan ada tiga tersangka, AS , MLD, dan SYR, mereka punya peran masing-masing," ucap Didik.
Didik menjelaskan, AS yang merupakan warga Maros berprofesi buruh, memiliki peran menerima pesanan. Sehingga, siapapun yang memesan nanti STNK maupun BPKB akan dibuatkan oleh tersangka.
"Untuk MLD adalah orang yang memesan kepada AS, serta SYR adalah orang yang berkepentingan, mereka yang punya motor, mereka memesan kepada MLD, MLD memesan STNK kepada AS," jelasnya.
Dari pengungkapan laporan pertama ini, polisi telah menyita barang bukti sebanyak tiga motor, tiga STNK, satu laptop dan satu printer.
Didik melanjutkan, laporan kedua juga diproses pada April 2025. Dalam kasus ini terdapat empat orang tersangka yang turut diamankan.
Ia membeberkan, tersangka pertama adalah AR, pekerjaan swasta, alamat Gowa. Tersangka perannya menerima pesanan STNK dan BPKB ini harganya Rp1,8 juta sampai dengan Rp2,5 juta per lembar.
"AR mempersiapkan terutama blangko mereka membeli dari online dari fb dan juga menerima dari debt colletor atau mata elang, setelah mereka pesan tulisan akan dihapus dengan dikerok atau diamplas. Setelah digosok, nanti akan di print ulang, selain mereka menyiapkan STNK palsu, mereka juga mempunyai peran mencabut GPS, ini harganya Rp300 ribu sampai dengan Rp500 ribu," bebernya.
Kemudian tersangka kedua yaitu IS, perannya adalah mencetak. Dimana setelah dari tersangka pertama, sudah siap blangko kosong dicetak oleh IS yang biayanya Rp50 ribu perlembar.
"Selanjutnya ada GSR, ini perannya pemesan, dia mencari orang siapa yang memesan nanti melalui GSR akan disampaikan kepada tersangka pertama AR kemudian dibuatkan STNK, termasuk dengan mencabut GPS. STNK yang dibandrol tersangka GSR ini keuntungan mereka Rp400 ribu, jadi dari AR Rp1,8 juta kemudian dia dijual Rp2 juta jadi mereka ada keuntungan Rp400 ribu," ungkapnya.
Terakhir tersangka keempat, sebut Didik, yaitu DT, pekerja swasta alamat Jeneponto. Tersangka ini perannya mereka dapat keuntungan Rp500 ribu.
"Jadi pesanan STNK ini dijual Rp3 juta sementara mereka membeli dari AR Rp2,5, jadi mereka ada keuntungan Rp500 ribu," tandasnya.
Terhadap pengungkapan laporan kedua, polisi menyita barang bukti HP 3 unit, STNK dan BPKB enam motor, delapan mobil, dan satu set komputer serta 7 GPS.
"Dari perbuatan ini masing-masing tersangka dijerat Pasal 363 ayat 1 dan 2 Juntco Pasal 55 ayat 1 ke 1 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman paling lama 6 tahun penjara," pungkas Kabidhumas Polda Sulsel.
(GUS)
Berita Terkait
News
Polda Sulsel Ungkap 12 Kasus Narkoba selama Agustus 2026, Sita 2,5 Kg Sabu
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Selatan menggelar konferensi pers terkait hasil pengungkapan tindak pidana narkotika di Aula Narkoba Mapolda Sulsel, Selasa (11/8/2026).
Selasa, 11 Agu 2026 18:14
News
Penanganan Kasus Pengeroyokan Petani di Bone Dinilai Janggal, Kapolda Diminta Turun Tangan
Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang petani di Dusun Labukku, Desa Ulubalang, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, dinilai janggal.
Jum'at, 31 Jul 2026 21:33
News
Polda Bongkar Sindikat Pekerja Migran Ilegal, Korban Dipaksa Jadi Operator Sobis
Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Sulawesi Selatan mengungkap kasus tindak pidana perlindungan pekerja migran ilegal yang disertai eksploitasi ekonomi terhadap anak di bawah umur.
Rabu, 29 Jul 2026 05:09
News
Polda Sulsel Bongkar Sindikat TPPO dan Eksploitasi 11 Anak di Sidrap
Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Sulawesi Selatan, berhasil membongkar tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus penempatan pekerja non-prosedural serta eksploitasi ekonomi terhadap anak.
Selasa, 28 Jul 2026 17:39
News
LBH Pers Makassar Pertanyakan Kasus Kekerasan Jurnalis di Polda Sulsel
LBH Makassar merupakan bagian dari KAJ Sulsel mendatangi Kantor Ditreskrimum Polda Sulsel mempertanyakan perkembangan kasus dugaan kekerasan jurnalis LKBN ANTARA
Jum'at, 24 Jul 2026 19:54
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Gowa Kukuhkan 70 Anggota Paskibraka untuk HUT RI ke-81
2
Dari Sawah ke Meja Makan, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal Untuk Cegah Stunting
3
Jelang HUT ke-81 RI, Dirut PLN Kawal Langsung Kesiapan Kelistrikan Nasional dari Posko NTT
4
Lomba Kemerdekaan PKK Bantaeng Meriahkan HUT RI
5
Layanan Terdampak Gempa, TelkomGroup Kebut Pemulihan Jaringan di Flores
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Gowa Kukuhkan 70 Anggota Paskibraka untuk HUT RI ke-81
2
Dari Sawah ke Meja Makan, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal Untuk Cegah Stunting
3
Jelang HUT ke-81 RI, Dirut PLN Kawal Langsung Kesiapan Kelistrikan Nasional dari Posko NTT
4
Lomba Kemerdekaan PKK Bantaeng Meriahkan HUT RI
5
Layanan Terdampak Gempa, TelkomGroup Kebut Pemulihan Jaringan di Flores