Pemkot Makassar Siapkan Blueprint Penanganan Sampah
Senin, 23 Jun 2025 08:25
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Rakornas Pengelolaan Sampah Tahun 2025, di Jakarta, Minggu (22/6/2025). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2025 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional, Minggu (22/6/2025).
Kegiatan Rakornas digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jalan Gatot Subroto, DKI Jakarta. Rakornas ini bertujuan untuk menyampaikan konsep baru dalam pengelolaan sampah serta memperbarui evaluasi terhadap perkembangan penanganan isu-isu persampahan di daerah.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menuturkan bahwa Rakornas yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini dihadiri para kepala daerah, pejabat kementerian, hingga pelaku industri pengelolaan limbah.
"Acara ini menjadi momentum penting dalam menyatukan visi dan strategi nasional terkait pengelolaan sampah, termasuk teknologi terbaru pengolahan limbah dan upaya pengurangan sampah plastik," ujarnya.
Munafri menilai keikutsertaannya dalam Rakornas ini sebagai langkah strategis dalam upaya memperkuat kebijakan pengelolaan sampah di Kota Makassar.
"Setelah mendengarkan berbagai arahan dari pemerintah pusat, kami langsung meninjau area eksibisi yang memamerkan berbagai teknologi pengelolaan sampah, termasuk sistem pemisahan sampah," jelas dia.
Appi sapaan karibnya berharap teknologi dan sistem yang dipelajari dalam eksibisi tersebut dapat diadopsi dan diterapkan di Kota Makassar di masa depan.
Kata dia, hal ini dianggap krusial untuk mengatasi persoalan klasik terkait sampah yang kerap menjadi tantangan besar, terutama di kawasan perkotaan padat penduduk.
"Kita berharap aplikasi dan teknologi yang diperkenalkan di sini bisa kita bawa ke Makassar untuk meminimalisir persoalan sampah," harapnya.
Alumnus Universitas Hasanuddin itu menuturkan bahwa, hal tersebut sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi polusi, khususnya sampah plastik di Kota Makassar.
Appi juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sedang menyusun blueprint penyelesaian persoalan sampah sebagai tindak lanjut konkret dari Rakornas ini.
Munafri menambahkan, Blueprint atasi sampah adalah sebuah rencana atau strategi komprehensif yang bertujuan untuk mengelola sampah secara efektif, mulai dari pengurangan, pengolahan, hingga pembuangan.
Dengan adanya Blueprint atasi sampah yang komprehensif dan melibatkan semua pihak, diharapkan masalah sampah di Indonesia, termasuk di Kota Makassar, dapat diatasi dengan lebih baik, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
"Blueprint ini nantinya akan menjadi pedoman komprehensif pengelolaan sampah berbasis kolaborasi lintas sektor," tuturnya.
Dalam arahan pemerintah pusat, salah satu poin penting adalah strategi penyelesaian permasalahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) open dumping yang masih banyak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui forum ini, pemerintah daerah didorong untuk menyusun Roadmap Pengelolaan Sampah yang terstruktur dan terukur, guna mewujudkan target Indonesia Bersih Sampah 100% pada tahun 2029.
Oleh sebab itu, lanjut Munafri. Seluruh warga, komunitas, pelaku industri, hingga petugas lapangan akan dilibatkan dalam penyusunan dan pelaksanaan strategi pengelolaan sampah di kota.
"Ini bukan hanya soal kebijakan, tapi soal kesadaran dan tanggung jawab bersama," tegasnya.
Sebagai kota metropolitan yang terus tumbuh, Makassar menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah rumah tangga, limbah pasar, dan sampah plastik yang mencemari lingkungan.
Karenanya, Munafri menegaskan komitmen Pemkot untuk memperkuat program pengelolaan sampah terpadu, mulai dari edukasi masyarakat.
"Juga regulasi pemilahan sampah dari rumah, hingga penguatan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan," tukas Appi.
Wali Kota Makassar didampingi oleh Kadis Lingkungan Hidup Makassar, Helmi Budiman, dalam kegiatan Rakornas Pengelolaan Sampah Tahun 2025 di Jakarta.
Kegiatan Rakornas digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jalan Gatot Subroto, DKI Jakarta. Rakornas ini bertujuan untuk menyampaikan konsep baru dalam pengelolaan sampah serta memperbarui evaluasi terhadap perkembangan penanganan isu-isu persampahan di daerah.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menuturkan bahwa Rakornas yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini dihadiri para kepala daerah, pejabat kementerian, hingga pelaku industri pengelolaan limbah.
"Acara ini menjadi momentum penting dalam menyatukan visi dan strategi nasional terkait pengelolaan sampah, termasuk teknologi terbaru pengolahan limbah dan upaya pengurangan sampah plastik," ujarnya.
Munafri menilai keikutsertaannya dalam Rakornas ini sebagai langkah strategis dalam upaya memperkuat kebijakan pengelolaan sampah di Kota Makassar.
"Setelah mendengarkan berbagai arahan dari pemerintah pusat, kami langsung meninjau area eksibisi yang memamerkan berbagai teknologi pengelolaan sampah, termasuk sistem pemisahan sampah," jelas dia.
Appi sapaan karibnya berharap teknologi dan sistem yang dipelajari dalam eksibisi tersebut dapat diadopsi dan diterapkan di Kota Makassar di masa depan.
Kata dia, hal ini dianggap krusial untuk mengatasi persoalan klasik terkait sampah yang kerap menjadi tantangan besar, terutama di kawasan perkotaan padat penduduk.
"Kita berharap aplikasi dan teknologi yang diperkenalkan di sini bisa kita bawa ke Makassar untuk meminimalisir persoalan sampah," harapnya.
Alumnus Universitas Hasanuddin itu menuturkan bahwa, hal tersebut sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi polusi, khususnya sampah plastik di Kota Makassar.
Appi juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sedang menyusun blueprint penyelesaian persoalan sampah sebagai tindak lanjut konkret dari Rakornas ini.
Munafri menambahkan, Blueprint atasi sampah adalah sebuah rencana atau strategi komprehensif yang bertujuan untuk mengelola sampah secara efektif, mulai dari pengurangan, pengolahan, hingga pembuangan.
Dengan adanya Blueprint atasi sampah yang komprehensif dan melibatkan semua pihak, diharapkan masalah sampah di Indonesia, termasuk di Kota Makassar, dapat diatasi dengan lebih baik, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
"Blueprint ini nantinya akan menjadi pedoman komprehensif pengelolaan sampah berbasis kolaborasi lintas sektor," tuturnya.
Dalam arahan pemerintah pusat, salah satu poin penting adalah strategi penyelesaian permasalahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) open dumping yang masih banyak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui forum ini, pemerintah daerah didorong untuk menyusun Roadmap Pengelolaan Sampah yang terstruktur dan terukur, guna mewujudkan target Indonesia Bersih Sampah 100% pada tahun 2029.
Oleh sebab itu, lanjut Munafri. Seluruh warga, komunitas, pelaku industri, hingga petugas lapangan akan dilibatkan dalam penyusunan dan pelaksanaan strategi pengelolaan sampah di kota.
"Ini bukan hanya soal kebijakan, tapi soal kesadaran dan tanggung jawab bersama," tegasnya.
Sebagai kota metropolitan yang terus tumbuh, Makassar menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah rumah tangga, limbah pasar, dan sampah plastik yang mencemari lingkungan.
Karenanya, Munafri menegaskan komitmen Pemkot untuk memperkuat program pengelolaan sampah terpadu, mulai dari edukasi masyarakat.
"Juga regulasi pemilahan sampah dari rumah, hingga penguatan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan," tukas Appi.
Wali Kota Makassar didampingi oleh Kadis Lingkungan Hidup Makassar, Helmi Budiman, dalam kegiatan Rakornas Pengelolaan Sampah Tahun 2025 di Jakarta.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Ekonomi Makassar Melaju 7,04 Persen, DPRD Puji Kepemimpinan Munafri
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 22:13
Makassar City
Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Bahas Penanganan Pohon
Keberadaan pohon eksisting menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani dalam proyek revitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin, Kota Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 00:52
News
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Upaya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam mendorong transformasi digitalisasi layanan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan transaksi keuangan daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kamis, 24 Sep 2026 23:02
Sulsel
SiLPA Bertambah Rp219 Miliar, Pemkot Makassar Lakukan Penyesuaian
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota Makassar bertambah sekitar Rp219 miliar setelah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kamis, 24 Sep 2026 06:08
Makassar City
Pemkot Makassar–Pertamina Matangkan Aturan Klasterisasi SPBU dan Jam Operasional Solar
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama PT Pertamina Patra Niaga terus mematangkan langkah strategis guna mengurai dan mencegah kemacetan akibat antrean panjang kendaraan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di berbagai SPBU.
Rabu, 23 Sep 2026 19:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan