Kemenkum Sulsel Gelar Seleksi Peacemaker Justice Award 2025
Rabu, 16 Jul 2025 19:57

MAKASSAR - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) menggelar Rapat Seleksi dan Rekomendasi Peacemaker Justice Award Tahun 2025.
Kegiatan seleksi ini dihadiri berbagai instansi terkait, mulai dari Biro Hukum Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas PMD Provinsi Sulsel, Dinas PMD Kabupaten Barru dan Takalar. Turut hadir pula Bagian Hukum Pemerintah Kota Parepare, Kabupaten Luwu Timur, Soppeng, Pinrang, serta Organisasi Bantuan Hukum di wilayah Kota Makassar.
Kepala Divisi Peraturan Perundang Undangan dan Pembinaan Hukum (P3H), Heny Widyawati mengungkapkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Sulawesi Selatan terhadap program ini. Berdasarkan data pja.bphn.go.id hingga 11 Juli 2025, sebanyak 94 Desa/Kelurahan telah mendaftar mengikuti Peacemaker Training dari tanggal 3 s/d 5 Juni 2025.
"Dari jumlah tersebut, 38 Kepala Desa/Lurah telah mengirimkan laporan aktualisasi diri yang dilaksakan selama empat minggu dimulai dari tanggal 14 Juni 2025 s.d. 11 Juli 2025," ungkap Heny dalam keterangannya.
Dalam ajang Peacemaker Justice Award 2025, terdapat tiga kategori penghargaan yang diperebutkan: 1) Non Akademik Non Litigation Peacemaker (NL.P), 2) Anugerah Anubhawa Sasana Jagaddhita, 3) Anugerah Peacemaker Justice Award 2025
Ketiga kategori ini akan diusulkan oleh Panitia Seleksi Nasional kepada Menteri Hukum dan HAM RI untuk ditetapkan sebagai penerima penghargaan.
Heny menekankan pentingnya kegiatan aktualisasi yang wajib dilaksanakan peserta Peacemaker Training. "Aktualisasi menjadi unsur penilaian utama oleh Panitia Seleksi Daerah Provinsi dan Panitia Seleksi Nasional dalam menentukan peraih Anubhawa Sasana Jagaddhita, yang selanjutnya ditetapkan sebagai peraih Anugerah Peacemaker Justice Award 2025," jelasnya.
Hasil penilaian Panitia Seleksi Daerah Provinsi terhadap aktualisasi Peacemaker Training akan dilakukan pemeringkatan oleh Panitia Seleksi Nasional. Penentuan peringkat tertinggi tidak hanya mempertimbangkan kualitas aktualisasi, tetapi juga keterwakilan peserta di kabupaten/kota, keterwakilan perempuan, serta pertimbangan lain yang ditetapkan Panitia Seleksi Nasional.
Terpisah, Kakanwil kemenkum Sulsel Andi Basmal menyampaikan, ”Program ini diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam penyelesaian sengketa secara damai dan mendorong terciptanya keadilan yang berkelanjutan di tingkat grassroot.”
Peserta Peacemaker Training dapat ditetapkan sebagai Non Litigation Peacemaker dengan, Identitas Non Akademik (NL.P) dan meraih Anubhawa Sasana Jagaddhita, yang selanjutnya akan ditetapkan sebagai peraih Anugerah Peacemaker Justice Award 2025 oleh Menteri Hukum atas usulan panitia seleksi nasional.
Kegiatan seleksi ini dihadiri berbagai instansi terkait, mulai dari Biro Hukum Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas PMD Provinsi Sulsel, Dinas PMD Kabupaten Barru dan Takalar. Turut hadir pula Bagian Hukum Pemerintah Kota Parepare, Kabupaten Luwu Timur, Soppeng, Pinrang, serta Organisasi Bantuan Hukum di wilayah Kota Makassar.
Kepala Divisi Peraturan Perundang Undangan dan Pembinaan Hukum (P3H), Heny Widyawati mengungkapkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Sulawesi Selatan terhadap program ini. Berdasarkan data pja.bphn.go.id hingga 11 Juli 2025, sebanyak 94 Desa/Kelurahan telah mendaftar mengikuti Peacemaker Training dari tanggal 3 s/d 5 Juni 2025.
"Dari jumlah tersebut, 38 Kepala Desa/Lurah telah mengirimkan laporan aktualisasi diri yang dilaksakan selama empat minggu dimulai dari tanggal 14 Juni 2025 s.d. 11 Juli 2025," ungkap Heny dalam keterangannya.
Dalam ajang Peacemaker Justice Award 2025, terdapat tiga kategori penghargaan yang diperebutkan: 1) Non Akademik Non Litigation Peacemaker (NL.P), 2) Anugerah Anubhawa Sasana Jagaddhita, 3) Anugerah Peacemaker Justice Award 2025
Ketiga kategori ini akan diusulkan oleh Panitia Seleksi Nasional kepada Menteri Hukum dan HAM RI untuk ditetapkan sebagai penerima penghargaan.
Heny menekankan pentingnya kegiatan aktualisasi yang wajib dilaksanakan peserta Peacemaker Training. "Aktualisasi menjadi unsur penilaian utama oleh Panitia Seleksi Daerah Provinsi dan Panitia Seleksi Nasional dalam menentukan peraih Anubhawa Sasana Jagaddhita, yang selanjutnya ditetapkan sebagai peraih Anugerah Peacemaker Justice Award 2025," jelasnya.
Hasil penilaian Panitia Seleksi Daerah Provinsi terhadap aktualisasi Peacemaker Training akan dilakukan pemeringkatan oleh Panitia Seleksi Nasional. Penentuan peringkat tertinggi tidak hanya mempertimbangkan kualitas aktualisasi, tetapi juga keterwakilan peserta di kabupaten/kota, keterwakilan perempuan, serta pertimbangan lain yang ditetapkan Panitia Seleksi Nasional.
Terpisah, Kakanwil kemenkum Sulsel Andi Basmal menyampaikan, ”Program ini diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam penyelesaian sengketa secara damai dan mendorong terciptanya keadilan yang berkelanjutan di tingkat grassroot.”
Peserta Peacemaker Training dapat ditetapkan sebagai Non Litigation Peacemaker dengan, Identitas Non Akademik (NL.P) dan meraih Anubhawa Sasana Jagaddhita, yang selanjutnya akan ditetapkan sebagai peraih Anugerah Peacemaker Justice Award 2025 oleh Menteri Hukum atas usulan panitia seleksi nasional.
(GUS)
Berita Terkait

News
Kemenkum Keluarkan Imbauan Keamanan untuk Seluruh Jajaran di Tengah Kondisi Terkini
Kementerian Hukum (Kemenkum) mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh jajarannya di berbagai wilayah Indonesia menyusul kondisi terkini yang terdampak aksi unjuk rasa. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemenkum, Nico Afinta sebagai tindak lanjut arahan pimpinan kementerian.
Minggu, 31 Agu 2025 18:33

News
DJKI Dorong Pelindungan KI Perkuat Sektor Ritel
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menegaskan pentingnya pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) sebagai kunci dalam mendorong daya saing sektor ritel dan industri kreatif nasional.
Jum'at, 29 Agu 2025 19:28

News
Kemenkum Sulsel Nyatakan Dukungan Program Prioritas Keamanan Laut Nasional
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Prioritas Keamanan Laut Nasional.
Kamis, 28 Agu 2025 16:40

News
Perkuat Literasi dan Pelindungan KI di Provinsi Sulsel
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) terus mendorong peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelindungan kekayaan intelektual (KI).
Rabu, 27 Agu 2025 20:22

News
Bangun Budaya Pelayanan Prima, Kemenkum Sulsel Gandeng Ombudsman dan BSI
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) menggelar kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik dan Budaya Pelayanan Prima di Aula Pancasila Kanwil Sulsel, Rabu (27/8).
Rabu, 27 Agu 2025 17:02
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Sekretariat DPRD Makassar Cari Lokasi Alternatif untuk Dijadikan Kantor
2

Pepe-pepeka ri Mangkasara: Api, Rakyat, dan Panggung Kekuasaan
3

Antisipasi Dampak Demonstrasi, PAUD/TK hingga SMP di Makassar Belajar Daring
4

Kolaborasi Bersama Wujudkan Pemulihan Berkeadilan & Transparan di Towuti
5

8.500 Penonton Saksikan HDC 2025 di Sidrap, Ini Daftar Lengkap Para Juara
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Sekretariat DPRD Makassar Cari Lokasi Alternatif untuk Dijadikan Kantor
2

Pepe-pepeka ri Mangkasara: Api, Rakyat, dan Panggung Kekuasaan
3

Antisipasi Dampak Demonstrasi, PAUD/TK hingga SMP di Makassar Belajar Daring
4

Kolaborasi Bersama Wujudkan Pemulihan Berkeadilan & Transparan di Towuti
5

8.500 Penonton Saksikan HDC 2025 di Sidrap, Ini Daftar Lengkap Para Juara