Percepat Adopsi AI di Indonesia, Telkom Luncurkan AI Center of Excellence
Minggu, 31 Agu 2025 12:00
Bertepatan dengan BATIC edisi ke-10 di Bali International Convention Center, Telkom Solution resmi meluncurkan Telkom AI Center of Excellence. Foto/Istimewa
BALI - Bertepatan dengan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) edisi ke-10 di Bali International Convention Center, Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine bersama Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi resmi meluncurkan Telkom AI Center of Excellence. Inisiatif ini merupakan strategi TelkomGroup dalam mempercepat implementasi kecerdasan buatan di seluruh lini bisnis, serta mendorong adopsi AI di Indonesia.
Telkom AI Center of Excellence—bagian dari Telkom Solution—menyediakan platform teknologi dan pusat pengembangan AI yang dirancang sebagai wadah inovasi use case serta pengembangan talenta AI. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas digital, inovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sektor pendidikan, swasta, publik, hingga startup nasional.
Beberapa perguruan tinggi yang terlibat meliputi Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Teknologi DEL, Telkom University, Universitas Brawijaya, serta Universitas Teknologi Logistik & Bisnis Internasional.
AI Center of Excellence terdiri atas empat pilar utama. Masing-masing yakni AI Campus, ruang kolaborasi dengan universitas; AI Playground, sarana riset dan eksplorasi praktis; AI Connect, jembatan antara praktisi, startup, dan pelaku bisnis; dan AI Hub, fokus pada solusi nyata bagi berbagai sektor industri.
Veranita Yosephine menegaskan bahwa pusat keunggulan AI ini adalah bagian dari strategi besar Telkom dalam membangun ekosistem AI nasional dengan melibatkan banyak pihak.
“Telkom AI Center of Excellence adalah langkah strategis Perusahaan dalam membangun ekosistem AI nasional secara menyeluruh dengan menggandeng berbagai pihak mulai dari penyedia teknologi dan solusi AI global hingga start-up, dan produk yang dihadirkan juga akan dikustomisasi agar sesuai kebutuhan pasar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Telkom akan memanfaatkan kapabilitas teknologi dan jaringan pasar yang luas untuk memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan di berbagai segmen, mulai dari industri swasta, pemerintahan, hingga UMKM.
“Dengan kapabilitas dalam bidang teknologi serta akses terbesar di market enterprise lintas segmen antara lain industri swasta, pemerintahan sampai UMKM, Telkom akan berperan sebagai business partner dalam menyediakan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pelanggan, sehingga akan dapat memberikan dampak konkrit bagi pelanggan,” lanjut Veranita.
Peluncuran ini mendapat respons positif dari berbagai pelaku industri. Mereka menilai kehadiran AI Center ini akan memberikan dampak nyata bagi dunia usaha serta meningkatkan daya saing nasional.
Kepala Lembaga Kebijakan Barang/Jasa Pemerintah, Hendrar Prihadi, juga menyampaikan apresiasinya. Menurut dia, perkembangan AI sangat penting bagi efisiensi dan peningkatan layanan publik.
CEO NSEI Paragon Corp, Salman Subakat, turut menambahkan bahwa AI memainkan peran penting dalam mempertahankan daya saing industri di tengah persaingan global.
“Sudah terbukti AI dapat mempercepat pengembangan di banyak aspek, bisa membawa perubahan, dan ini adalah biggest momentum bagi bangsa Indonesia untuk membangun ekosistem yang berdaya saing global. Saya kagum dengan Telkom yang punya noble mission untuk menyatukan Indonesia, bersama kita bangun pondasi besar untuk bisa lebih baik,” jelas Salman.
Lewat pengembangan bisnis teknologi berbasis AI yang berorientasi pada kebutuhan pasar, Telkom AI Center of Excellence semakin mempertegas komitmen Telkom Indonesia untuk menjadi perusahaan digital telko terdepan, menciptakan dampak positif bagi seluruh stakeholders, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Telkom AI Center of Excellence—bagian dari Telkom Solution—menyediakan platform teknologi dan pusat pengembangan AI yang dirancang sebagai wadah inovasi use case serta pengembangan talenta AI. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas digital, inovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sektor pendidikan, swasta, publik, hingga startup nasional.
Beberapa perguruan tinggi yang terlibat meliputi Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Teknologi DEL, Telkom University, Universitas Brawijaya, serta Universitas Teknologi Logistik & Bisnis Internasional.
AI Center of Excellence terdiri atas empat pilar utama. Masing-masing yakni AI Campus, ruang kolaborasi dengan universitas; AI Playground, sarana riset dan eksplorasi praktis; AI Connect, jembatan antara praktisi, startup, dan pelaku bisnis; dan AI Hub, fokus pada solusi nyata bagi berbagai sektor industri.
Veranita Yosephine menegaskan bahwa pusat keunggulan AI ini adalah bagian dari strategi besar Telkom dalam membangun ekosistem AI nasional dengan melibatkan banyak pihak.
“Telkom AI Center of Excellence adalah langkah strategis Perusahaan dalam membangun ekosistem AI nasional secara menyeluruh dengan menggandeng berbagai pihak mulai dari penyedia teknologi dan solusi AI global hingga start-up, dan produk yang dihadirkan juga akan dikustomisasi agar sesuai kebutuhan pasar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Telkom akan memanfaatkan kapabilitas teknologi dan jaringan pasar yang luas untuk memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan di berbagai segmen, mulai dari industri swasta, pemerintahan, hingga UMKM.
“Dengan kapabilitas dalam bidang teknologi serta akses terbesar di market enterprise lintas segmen antara lain industri swasta, pemerintahan sampai UMKM, Telkom akan berperan sebagai business partner dalam menyediakan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pelanggan, sehingga akan dapat memberikan dampak konkrit bagi pelanggan,” lanjut Veranita.
Peluncuran ini mendapat respons positif dari berbagai pelaku industri. Mereka menilai kehadiran AI Center ini akan memberikan dampak nyata bagi dunia usaha serta meningkatkan daya saing nasional.
Kepala Lembaga Kebijakan Barang/Jasa Pemerintah, Hendrar Prihadi, juga menyampaikan apresiasinya. Menurut dia, perkembangan AI sangat penting bagi efisiensi dan peningkatan layanan publik.
CEO NSEI Paragon Corp, Salman Subakat, turut menambahkan bahwa AI memainkan peran penting dalam mempertahankan daya saing industri di tengah persaingan global.
“Sudah terbukti AI dapat mempercepat pengembangan di banyak aspek, bisa membawa perubahan, dan ini adalah biggest momentum bagi bangsa Indonesia untuk membangun ekosistem yang berdaya saing global. Saya kagum dengan Telkom yang punya noble mission untuk menyatukan Indonesia, bersama kita bangun pondasi besar untuk bisa lebih baik,” jelas Salman.
Lewat pengembangan bisnis teknologi berbasis AI yang berorientasi pada kebutuhan pasar, Telkom AI Center of Excellence semakin mempertegas komitmen Telkom Indonesia untuk menjadi perusahaan digital telko terdepan, menciptakan dampak positif bagi seluruh stakeholders, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
(TRI)
Berita Terkait
News
Kolaborasi Kalla Institute dan Google Perkuat Kompetensi AI Generasi Muda
Dalam upaya mendorong kompetensi AI generasi muda, Kalla Institute menggandeng dua Google Developer Expert di bidang AI dan Google Cloud.
Selasa, 12 Mei 2026 16:33
Ekbis
Telkom Bukukan Pendapatan Rp146,7 Triliun, Perkuat Fondasi Bisnis Digital
Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun. Dari angka tersebut, perseroan mencatat net income Rp17,8 triliun.
Selasa, 12 Mei 2026 12:01
News
Community Gateway Wamena Hadir, TelkomGroup Dorong Akses Digital Papua Pegunungan
Community Gateway Wamena berfungsi sebagai pusat distribusi utama konektivitas satelit di wilayah Papua Pegunungan.
Senin, 11 Mei 2026 17:12
News
TelkomGroup Buka Koridor Digital Baru Indonesia–Papua Nugini Lewat Kabel Laut Pukpuk
Peresmian proyek kabel laut menjadi langkah penting dalam pengembangan infrastruktur digital di kawasan timur Indonesia sekaligus mempererat kerja sama Indonesia dan Papua Nugini di sektor telekomunikasi lintas negara.
Sabtu, 09 Mei 2026 12:53
Ekbis
Fokus Kembangkan AI, Indosat Tetap Bukukan Kinerja Solid dan Bagi Dividen
Di tengah tekanan kondisi makroekonomi sepanjang 2025, Indosat dinilai tetap mampu menjaga ketahanan bisnis melalui strategi yang terukur dan eksekusi yang disiplin.
Kamis, 07 Mei 2026 10:39
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rektor UIN Alauddin Singgung Penyakit Intelektual di Pengukuhan 3 Guru Besar
2
Meratakan Lapangan Belajar Indonesia
3
Etno Adventure Latih Perempuan Pesisir Paotere Olah Limbah Sisik Ikan
4
Wakil Rektor IV UMI Jadi Narasumber Seminar Komunikasi dan Dakwah KPI FAI UMI
5
Asrama Mahasiswa dan Dosen Kampus Vokasi Unhas di Selayar Mulai Dibangun
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rektor UIN Alauddin Singgung Penyakit Intelektual di Pengukuhan 3 Guru Besar
2
Meratakan Lapangan Belajar Indonesia
3
Etno Adventure Latih Perempuan Pesisir Paotere Olah Limbah Sisik Ikan
4
Wakil Rektor IV UMI Jadi Narasumber Seminar Komunikasi dan Dakwah KPI FAI UMI
5
Asrama Mahasiswa dan Dosen Kampus Vokasi Unhas di Selayar Mulai Dibangun