Pemerintah Bontang Ajak BPD KKSS Bersatu Bangun Daerah
Minggu, 31 Agu 2025 13:40
BPD Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Kota Bontang menggelar Musda ke-IC, di Pendopo Walikota Bontang, Sabtu (30/8/2025). Foto: Istimewa
BONTANG - Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bontang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke IX di Pendopo Wali Kota Bontang, Sabtu (30/8/2025).
Musda tersebut dihadiri oleh ratusan warga keturunan asal Sulawesi Selatan yang berdomisili di Kota Bontang, termasuk sejumlah tokoh penting dalam kegiatan tersebut di antaranya, ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam yang juga merupakan Walikota pertama Kota Bontang.
Hadir pula Wakil Wali Kota, Agus Haris; Anggota DPRD Kota Bontang; Forkopimda; perwakilan Polres; Dandim; dan Kejari. Selain itu, hadir pula perwakilan paguyuban seluruh Indonesia yang berada di Kota Bontang.
Ketua BPW KKSS Kalimantan Timur, Alimuddin Latief, dalam sambutannya menyebutkan bahwa KKSS didirikan oleh pendahulu dengan tujuan agar terjalin silaturahmi sesama perantau asal Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Pendahulu mendirikan KKSS tahun 1967 dengan niat bagaimana orang Sulsel yang merantau di seluruh pelosok Nusantara bahkan luar negeri bisa silaturahmi, sipakario rio dan membangun kekompakan," sebutnya dalam pres rilis yang diterima.
Alimuddin Latief juga mengapresiasi BPD KKSS Kota Bontang, karena dalam Musda tersebut telah disepakati secara musyawarah mufakat. Dalam kunjungannya ke Kota Bontang, Ketua BPW KKSS Kalimantan Timur didampingi oleh sejumlah pengurus.
Sementara, Ketua KKSS Kota Bontang, Ahmad Aznem, dalam sambutannya mengajak pada perantau Bugis-Makassar untuk bersatu membangun kota Bontang karena banyak tokoh Bugis-Makassar yang telah berjasa dalam pembangunan Kota Bontang.
Selain itu, Wakil Wali Kota Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan bahwa Musda BPD KKSS Kota Bontang merupakan momen untuk menyusun program strategis.
"Kota Bontang adalah kota majemuk, keberagaman ini harus kita rawat, dan jaga. Dan KKSS mampu menjaga persaudaraan demi terwujudnya sebagai kota yang maju, sejahtera," katanya.
Ketua Komite 1 DPD RI, Andi Sofyan Hasdam menjadi narasumber dalam dialog kebangsaan terkait peranan ormas dalam mengawal empat etnis pilar.
Musda tersebut dihadiri oleh ratusan warga keturunan asal Sulawesi Selatan yang berdomisili di Kota Bontang, termasuk sejumlah tokoh penting dalam kegiatan tersebut di antaranya, ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam yang juga merupakan Walikota pertama Kota Bontang.
Hadir pula Wakil Wali Kota, Agus Haris; Anggota DPRD Kota Bontang; Forkopimda; perwakilan Polres; Dandim; dan Kejari. Selain itu, hadir pula perwakilan paguyuban seluruh Indonesia yang berada di Kota Bontang.
Ketua BPW KKSS Kalimantan Timur, Alimuddin Latief, dalam sambutannya menyebutkan bahwa KKSS didirikan oleh pendahulu dengan tujuan agar terjalin silaturahmi sesama perantau asal Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Pendahulu mendirikan KKSS tahun 1967 dengan niat bagaimana orang Sulsel yang merantau di seluruh pelosok Nusantara bahkan luar negeri bisa silaturahmi, sipakario rio dan membangun kekompakan," sebutnya dalam pres rilis yang diterima.
Alimuddin Latief juga mengapresiasi BPD KKSS Kota Bontang, karena dalam Musda tersebut telah disepakati secara musyawarah mufakat. Dalam kunjungannya ke Kota Bontang, Ketua BPW KKSS Kalimantan Timur didampingi oleh sejumlah pengurus.
Sementara, Ketua KKSS Kota Bontang, Ahmad Aznem, dalam sambutannya mengajak pada perantau Bugis-Makassar untuk bersatu membangun kota Bontang karena banyak tokoh Bugis-Makassar yang telah berjasa dalam pembangunan Kota Bontang.
Selain itu, Wakil Wali Kota Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan bahwa Musda BPD KKSS Kota Bontang merupakan momen untuk menyusun program strategis.
"Kota Bontang adalah kota majemuk, keberagaman ini harus kita rawat, dan jaga. Dan KKSS mampu menjaga persaudaraan demi terwujudnya sebagai kota yang maju, sejahtera," katanya.
Ketua Komite 1 DPD RI, Andi Sofyan Hasdam menjadi narasumber dalam dialog kebangsaan terkait peranan ormas dalam mengawal empat etnis pilar.
(MAN)
Berita Terkait
News
Dari Bone untuk Dunia, Sekolah Unggulan KKSS Siap Cetak Generasi Global
Proyek yang digagas Ketua Umum BPP KKSS Andi Amran Sulaiman sejak peletakan batu pertama pada 20 April 2025 tersebut berhasil direalisasikan dalam waktu kurang dari satu tahun.
Senin, 23 Mar 2026 18:30
News
KKSS Siap Salurkan Bantuan Korban Bencana Sumut, Pastikan Tepat Sasaran
Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menyatakan siap menyalurkan bantuan bagi korban bencana di Sumatera Utara secara tepat sasaran melalui koordinasi lintas lembaga.
Jum'at, 05 Des 2025 20:56
News
Pengurus KKSS Jawa Timur Ziarah ke Makam Jenderal M Jusuf
Sejumlah pengurus BPW Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Jawa Timur, melakukan ziarah ke makam pahlawan nasional, Jenderal (Purn) M Jusuf.
Selasa, 18 Nov 2025 10:22
News
KKSS Peduli Bantu Penuhi Kebutuhan Masyarakat Sulsel, hingga Beri Penghargaan
Ribuan masyarakat Sulawesi Selatan memadati Lapangan Karebosi untuk mengikuti kegiatan Keluarga Kerukunan Sulawesi Selatan (KKSS) Peduli, yang menyediakan paket sembako murah dan cek kesehatan gratis Minggu, (16/11/2025).
Minggu, 16 Nov 2025 14:13
News
Puncak HUT ke-49 KKSS, Amran Sulaiman Gaungkan Ekonomi Kerakyatan
Pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua Umum KKSS Andi Amran Sulaiman, menandai puncak Perayaan HUT ke-49 KKSS yang berlangsung meriah di Hotel Claro Makassar, Sabtu (15/11/2015) malam.
Minggu, 16 Nov 2025 00:46
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PPP Sulsel Perkuat Struktur Lewat Muscab, Siap Kembali ke Senayan di Pileg 2025
2
58 Warga Binaan Rutan Makassar Ikut Program Hapus Tato
3
Buntut Bentrokan di UMI, Alumni Sastra Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Kampus
4
Berat Hampir 1 Kg, Paket Sabu yang Ditemukan di Pangkep Ditaksir Senilai Rp1 M
5
Temuan Paket Mencurigakan di Pangkep Ternyata Sabu, Beratnya Hampir 1 Kg
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PPP Sulsel Perkuat Struktur Lewat Muscab, Siap Kembali ke Senayan di Pileg 2025
2
58 Warga Binaan Rutan Makassar Ikut Program Hapus Tato
3
Buntut Bentrokan di UMI, Alumni Sastra Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Kampus
4
Berat Hampir 1 Kg, Paket Sabu yang Ditemukan di Pangkep Ditaksir Senilai Rp1 M
5
Temuan Paket Mencurigakan di Pangkep Ternyata Sabu, Beratnya Hampir 1 Kg