Nenek 50 Tahun Tuntut Keadilan di Polres Sidrap, Desak Penahanan Tersangka Pengeroyokan
Jum'at, 12 Sep 2025 22:04
Puluhan orang mendatangi Markas Polres Sidenreng Rappang (Sidrap) pada Jumat (12/9/2025). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Puluhan orang mendatangi Markas Polres Sidenreng Rappang (Sidrap) pada Jumat (12/9/2025). Massa ini mempertanyakan kinerja penyidik Polres Sidrap terkait penanganan laporan dugaan pengeroyokan terhadap Nurhayati yang dilakukan oleh HjN.
Sudah lebih dari satu bulan sejak laporan resmi dibuat, namun hingga kini belum terlihat tindak lanjut berarti dari penyidik. Sejumlah pihak menduga adanya intervensi dari oknum tertentu sehingga proses hukum terkesan lamban.
"Kami merasa heran, kenapa ada orang yang sudah tersangka, belum ditahan? Masih bebas berkeliaran? Makanya kami datang ke Polres untuk meminta penjelasan," kata Nurhayati saat dihubungi pada Jumat (12/09/2025).
Nurhayati menduga, HjN memiliki kedekatan dengan petinggi di Polres Sidrap. Sebab sudah 14 hari ditetapkan tersangka, tapi belum juga ditahan.
"Jadi saya menduga, yang bersangkutan punya hubungan dengan petinggi di sana. Masa' ada orang yang sudah tersangka, tapi belum ditahan," jelasnya.
Nenek berusia 50 tahun ini mendesak aparat penegak hukum agar segera menindaklanjuti laporan tersebut demi tegaknya keadilan dan transparansi proses hukum. Apalagi Terlapor sudah tersangka dari hasil gelar perkara.
Kasus ini bermula saat HjN mendatangi rumah Nurhayati di Jalan Poros Pangkajene, Maccorawalle, Panca Rijang, Sidrap pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Dalam LP/61/VIII/2025/SPKT/SSL/POLRES SIDRAP/SEK. PR, HjN disebutkan marah-marah sambil membahas sisa kredit emas. HjN kemudian menarik baju Nurhayati hingga robek.
Sementara teman HjN seorang laki-laki yang mengaku suaminya, juga memukul Nurhayati dengan kepalan tangan pada bagian muka sebelah kiri, serta mencekik korban.
Nurhayati telah melaporkan kasus ini ke Polsek Panca Rijang pada hari yang sama sesuai dengan laporan polisi di atas.
Kasi Humas Polres Sidrap, Kompol Supiadi Ummareng mengatakan telah berkoordinasi dengan Polsek Panca Rijang terkait kasus ini. Ia bilang, berkas kasus ini akan segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sidrap.
"Saya sudah bicara Kapolsek Panca Rijang. Insya Allah hari Senin rencana berkas perkarannya dikirim ke JPU," ungkapnya.
Terkait persoalan Terlapor HjN yang belum ditahan meski sudah tersangka, Kompol Supiadi memberikan jawaban diplomatis.
"Kalau masalah ditahan tidaknya, itu tergantung pertimbangan Penyidik. Seandainya bukan libur besok, berkas itu sudah dikirim ke JPU," tegasnya.
Sudah lebih dari satu bulan sejak laporan resmi dibuat, namun hingga kini belum terlihat tindak lanjut berarti dari penyidik. Sejumlah pihak menduga adanya intervensi dari oknum tertentu sehingga proses hukum terkesan lamban.
"Kami merasa heran, kenapa ada orang yang sudah tersangka, belum ditahan? Masih bebas berkeliaran? Makanya kami datang ke Polres untuk meminta penjelasan," kata Nurhayati saat dihubungi pada Jumat (12/09/2025).
Nurhayati menduga, HjN memiliki kedekatan dengan petinggi di Polres Sidrap. Sebab sudah 14 hari ditetapkan tersangka, tapi belum juga ditahan.
"Jadi saya menduga, yang bersangkutan punya hubungan dengan petinggi di sana. Masa' ada orang yang sudah tersangka, tapi belum ditahan," jelasnya.
Nenek berusia 50 tahun ini mendesak aparat penegak hukum agar segera menindaklanjuti laporan tersebut demi tegaknya keadilan dan transparansi proses hukum. Apalagi Terlapor sudah tersangka dari hasil gelar perkara.
Kasus ini bermula saat HjN mendatangi rumah Nurhayati di Jalan Poros Pangkajene, Maccorawalle, Panca Rijang, Sidrap pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Dalam LP/61/VIII/2025/SPKT/SSL/POLRES SIDRAP/SEK. PR, HjN disebutkan marah-marah sambil membahas sisa kredit emas. HjN kemudian menarik baju Nurhayati hingga robek.
Sementara teman HjN seorang laki-laki yang mengaku suaminya, juga memukul Nurhayati dengan kepalan tangan pada bagian muka sebelah kiri, serta mencekik korban.
Nurhayati telah melaporkan kasus ini ke Polsek Panca Rijang pada hari yang sama sesuai dengan laporan polisi di atas.
Kasi Humas Polres Sidrap, Kompol Supiadi Ummareng mengatakan telah berkoordinasi dengan Polsek Panca Rijang terkait kasus ini. Ia bilang, berkas kasus ini akan segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sidrap.
"Saya sudah bicara Kapolsek Panca Rijang. Insya Allah hari Senin rencana berkas perkarannya dikirim ke JPU," ungkapnya.
Terkait persoalan Terlapor HjN yang belum ditahan meski sudah tersangka, Kompol Supiadi memberikan jawaban diplomatis.
"Kalau masalah ditahan tidaknya, itu tergantung pertimbangan Penyidik. Seandainya bukan libur besok, berkas itu sudah dikirim ke JPU," tegasnya.
(UMI)
Berita Terkait
News
Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Maut di Perintis Kemerdekaan Makassar
Aksi penyerangan brutal terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan KM.19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 03.35 WITA.
Selasa, 06 Okt 2026 00:25
Sulsel
Terduga Pelaku Pengeroyokan Guru Ditahan, PGRI Jeneponto Apresiasi Polisi
Terduga pelaku kekerasan terhadap seorang guru di UPT SD Negeri 14 Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), resmi ditahan di Mapolres Jeneponto.
Selasa, 29 Sep 2026 12:27
News
Polisi Minta Empat Terduga Pengeroyok IRT di Jeneponto Menyerahkan Diri
Polisi meminta empat orang yang disebut sebagai terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT), Yesti Lestari (36), di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, segera menyerahkan diri.
Jum'at, 21 Agu 2026 07:02
News
PGRI Jeneponto Desak Polisi Tahan Terduga Pelaku Pengeroyokan Guru di SDN 14 Tamalatea
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jeneponto, Zaidil Amin Karaeng Rangka, mendesak Polres Jeneponto segera mengambil langkah tegas terhadap terduga pelaku pengeroyokan seorang guru perempuan di UPT SD Negeri 14 Tamalatea.
Rabu, 19 Agu 2026 21:27
News
Korban Dugaan Pengeroyokan di Jeneponto Minta Pelaku Ditahan
Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dalam proses penyelidikan polisi.
Jum'at, 14 Agu 2026 19:32
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Puncak Cita Askara Adujak GenRe Sulsel 2026: Lahirnya Wajah Baru Penggerak Perubahan
2
Dua Putra-Putri Luwu Timur Raih Beasiswa S2 Vale Indonesia 2026
3
Wandy Minta Maaf atas Polemik Threads, Tegaskan Komar Berada di Bawah Koperasi
4
Banyak Usulan Raperda Mandek, DPRD Makassar Minta Pemkot Lengkapi Naskah Akademik
5
PLN Gandeng BINDA Sultra, Atasi Hambatan Pembangunan Infrastruktur Listrik
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Puncak Cita Askara Adujak GenRe Sulsel 2026: Lahirnya Wajah Baru Penggerak Perubahan
2
Dua Putra-Putri Luwu Timur Raih Beasiswa S2 Vale Indonesia 2026
3
Wandy Minta Maaf atas Polemik Threads, Tegaskan Komar Berada di Bawah Koperasi
4
Banyak Usulan Raperda Mandek, DPRD Makassar Minta Pemkot Lengkapi Naskah Akademik
5
PLN Gandeng BINDA Sultra, Atasi Hambatan Pembangunan Infrastruktur Listrik