Program Kesehatan PT Vale di Morowali Raih Penghargaan Platinum BISRA 2025
Rabu, 01 Okt 2025 19:06
Program Health Improvement dari PT Vale Indonesia Growth Project (IGP) Morowali berhasil meraih Bisnis Indonesia CSR Awards (BISRA) 2025. Foto/Istimewa
JAKARTA - Bisnis Indonesia CSR Awards (BISRA) 2025 kembali menjadi panggung bergengsi bagi perusahaan yang menjadikan tanggung jawab sosial sebagai fondasi keberlanjutan. Dengan tema “Transforming CSR into Meaningful Impact during Uncertain Times”, acara ini mengapresiasi inisiatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sejak pertama kali digelar pada 2020, BISRA tumbuh menjadi salah satu penghargaan CSR paling kredibel di Indonesia. Reputasi ini dibangun melalui penilaian yang terukur, benchmarking pada standar global sustainability reporting, serta keterlibatan dewan juri lintas sektor.
Tahun ini, juri terdiri dari Vivi Yulaswati (Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas), Riza Primahendra (Lead Consultant & Trainer Amerta Sustainability), dan Maria Yuliana Benyamin (Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia).
Penghargaan tertinggi, Platinum Champion, tahun ini diberikan untuk program CSR di bidang kesehatan. Dewan juri menilai inisiatif tersebut berhasil menjawab kebutuhan masyarakat akan akses layanan kesehatan, edukasi preventif, dan fasilitas hidup sehat yang berkelanjutan.
Penghargaan ini diraih oleh PT Vale Indonesia Tbk melalui program Health Improvement di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, Sulawesi Tengah. Program ini berkolaborasi dengan pemerintah daerah Morowali, menyasar 13 desa di sekitar operasi, dengan kegiatan mulai dari penguatan layanan di Puskesmas Bahomotefe, edukasi di sekolah dan desa, hingga kampanye Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).
Dalam penjurian, PT Vale unggul pada dua aspek utama. Pertama, perencanaan CSR yang didukung pemetaan sosial komprehensif dan program terintegrasi dengan strategi bisnis dan kebutuhan masyarakat. Kedua, pengukuran dampak menggunakan metode Social Return on Investment (SROI), yang mengukur manfaat program secara objektif.
Selain Platinum Champion, program Health Improvement PT Vale IGP Morowali juga mendapatkan penghargaan Best CSR Program in Strategic Planning melalui kategori Special Achievement. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan PT Vale merancang dan melaksanakan program kesehatan secara menyeluruh—mulai dari identifikasi risiko sosial hingga evaluasi dampak dan pelaporan.
Pendekatan ini menunjukkan integrasi strategis antara perencanaan CSR dan kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan manfaat yang terukur dan berkelanjutan.
BISRA 2025, yang memasuki edisi kelima, terbuka untuk BUMN, BUMD, perusahaan swasta, dan start-up. Penilaian dilakukan secara holistik, mencakup perencanaan, pengembangan, pengukuran dampak, dan pelaporan, dengan kategori penghargaan Platinum Champion, Gold, Silver, Special Mention, dan Special Achievement.
Menurut Dewan Juri, Riza Primahendra, penghargaan untuk Vale mencerminkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. “CSR bukan lagi aktivitas tambahan, melainkan strategi jangka panjang untuk memastikan pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Budiawansyah, Director & Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi inti strategi perusahaan. Melalui IGP Morowali—proyek investasi nikel senilai US$2 miliar dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) yang konstruksinya kini mencapai 95 persen dan ditargetkan beroperasi penuh di 2025—PT Vale menempatkan kesehatan masyarakat sebagai pilar utama.
Pendekatan berbasis implementasi dimulai dengan studi social baseline di 13 desa, yang memetakan kondisi sosial-ekonomi, potensi risiko, serta kelompok rentan. Hasil kajian menjadi dasar perancangan program kesehatan yang adaptif dan sesuai kebutuhan warga.
Salah satu inisiatif utama adalah revitalisasi Puskesmas Bahomotefe yang dibangun PT Vale sejak 2010. Fasilitas ini sempat menurun fungsi karena atap bocor, sanitasi buruk, dan kelistrikan tidak standar. Pada 2022, PT Vale merenovasi menyeluruh, meliputi perbaikan gedung, penambahan fasilitas, pembangunan pagar pengaman, serta hibah dua ambulans.
Selain infrastruktur, penguatan sumber daya manusia dilakukan dengan melatih 40 tenaga kesehatan bersama trainer nasional, Dinas Kesehatan, dan Pemda Morowali. Hal ini memastikan layanan kesehatan ibu-anak, lingkungan, dan medis terstandarisasi.
Program diperluas lewat Gerakan Masyarakat Sehat, meliputi senam rutin, pemeriksaan berkala, pemberian makanan tambahan, dan kampanye gizi seimbang. Edukasi anti-NAPZA digelar di sekolah, dan posyandu diperkuat untuk layanan ibu-anak.
Dampak program terukur dengan evaluasi 2024 menggunakan metode SROI menunjukkan rasio 1,40, artinya setiap Rp1 investasi menghasilkan Rp1,40 manfaat sosial. Puskesmas Bahomotefe juga meraih Akreditasi Paripurna, status tertinggi bagi puskesmas di Indonesia.
Manfaat lain tercatat berupa peningkatan kenyamanan pasien (43,21%) dan rasa aman berobat (19,75%), efisiensi waktu dan biaya akses layanan, serta perubahan perilaku hidup sehat. Hasil FGD menunjukkan 100% responden memandang positif layanan puskesmas setelah intervensi Vale. Semua capaian dilaporkan transparan melalui laporan keberlanjutan dan kanal digital perusahaan.
Program kesehatan ini menegaskan proyek tambang dan smelter berjalan seiring peningkatan kualitas hidup masyarakat. Puskesmas Bahomotefe yang berstatus Paripurna menjadi bukti bahwa investasi sosial mendorong masyarakat Morowali yang lebih sehat, berdaya, dan tumbuh bersama industri.
Sejak pertama kali digelar pada 2020, BISRA tumbuh menjadi salah satu penghargaan CSR paling kredibel di Indonesia. Reputasi ini dibangun melalui penilaian yang terukur, benchmarking pada standar global sustainability reporting, serta keterlibatan dewan juri lintas sektor.
Tahun ini, juri terdiri dari Vivi Yulaswati (Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas), Riza Primahendra (Lead Consultant & Trainer Amerta Sustainability), dan Maria Yuliana Benyamin (Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia).
Penghargaan tertinggi, Platinum Champion, tahun ini diberikan untuk program CSR di bidang kesehatan. Dewan juri menilai inisiatif tersebut berhasil menjawab kebutuhan masyarakat akan akses layanan kesehatan, edukasi preventif, dan fasilitas hidup sehat yang berkelanjutan.
Penghargaan ini diraih oleh PT Vale Indonesia Tbk melalui program Health Improvement di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, Sulawesi Tengah. Program ini berkolaborasi dengan pemerintah daerah Morowali, menyasar 13 desa di sekitar operasi, dengan kegiatan mulai dari penguatan layanan di Puskesmas Bahomotefe, edukasi di sekolah dan desa, hingga kampanye Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).
Dalam penjurian, PT Vale unggul pada dua aspek utama. Pertama, perencanaan CSR yang didukung pemetaan sosial komprehensif dan program terintegrasi dengan strategi bisnis dan kebutuhan masyarakat. Kedua, pengukuran dampak menggunakan metode Social Return on Investment (SROI), yang mengukur manfaat program secara objektif.
Selain Platinum Champion, program Health Improvement PT Vale IGP Morowali juga mendapatkan penghargaan Best CSR Program in Strategic Planning melalui kategori Special Achievement. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan PT Vale merancang dan melaksanakan program kesehatan secara menyeluruh—mulai dari identifikasi risiko sosial hingga evaluasi dampak dan pelaporan.
Pendekatan ini menunjukkan integrasi strategis antara perencanaan CSR dan kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan manfaat yang terukur dan berkelanjutan.
BISRA 2025, yang memasuki edisi kelima, terbuka untuk BUMN, BUMD, perusahaan swasta, dan start-up. Penilaian dilakukan secara holistik, mencakup perencanaan, pengembangan, pengukuran dampak, dan pelaporan, dengan kategori penghargaan Platinum Champion, Gold, Silver, Special Mention, dan Special Achievement.
Menurut Dewan Juri, Riza Primahendra, penghargaan untuk Vale mencerminkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. “CSR bukan lagi aktivitas tambahan, melainkan strategi jangka panjang untuk memastikan pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Budiawansyah, Director & Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi inti strategi perusahaan. Melalui IGP Morowali—proyek investasi nikel senilai US$2 miliar dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) yang konstruksinya kini mencapai 95 persen dan ditargetkan beroperasi penuh di 2025—PT Vale menempatkan kesehatan masyarakat sebagai pilar utama.
Pendekatan berbasis implementasi dimulai dengan studi social baseline di 13 desa, yang memetakan kondisi sosial-ekonomi, potensi risiko, serta kelompok rentan. Hasil kajian menjadi dasar perancangan program kesehatan yang adaptif dan sesuai kebutuhan warga.
Salah satu inisiatif utama adalah revitalisasi Puskesmas Bahomotefe yang dibangun PT Vale sejak 2010. Fasilitas ini sempat menurun fungsi karena atap bocor, sanitasi buruk, dan kelistrikan tidak standar. Pada 2022, PT Vale merenovasi menyeluruh, meliputi perbaikan gedung, penambahan fasilitas, pembangunan pagar pengaman, serta hibah dua ambulans.
Selain infrastruktur, penguatan sumber daya manusia dilakukan dengan melatih 40 tenaga kesehatan bersama trainer nasional, Dinas Kesehatan, dan Pemda Morowali. Hal ini memastikan layanan kesehatan ibu-anak, lingkungan, dan medis terstandarisasi.
Program diperluas lewat Gerakan Masyarakat Sehat, meliputi senam rutin, pemeriksaan berkala, pemberian makanan tambahan, dan kampanye gizi seimbang. Edukasi anti-NAPZA digelar di sekolah, dan posyandu diperkuat untuk layanan ibu-anak.
Dampak program terukur dengan evaluasi 2024 menggunakan metode SROI menunjukkan rasio 1,40, artinya setiap Rp1 investasi menghasilkan Rp1,40 manfaat sosial. Puskesmas Bahomotefe juga meraih Akreditasi Paripurna, status tertinggi bagi puskesmas di Indonesia.
Manfaat lain tercatat berupa peningkatan kenyamanan pasien (43,21%) dan rasa aman berobat (19,75%), efisiensi waktu dan biaya akses layanan, serta perubahan perilaku hidup sehat. Hasil FGD menunjukkan 100% responden memandang positif layanan puskesmas setelah intervensi Vale. Semua capaian dilaporkan transparan melalui laporan keberlanjutan dan kanal digital perusahaan.
Program kesehatan ini menegaskan proyek tambang dan smelter berjalan seiring peningkatan kualitas hidup masyarakat. Puskesmas Bahomotefe yang berstatus Paripurna menjadi bukti bahwa investasi sosial mendorong masyarakat Morowali yang lebih sehat, berdaya, dan tumbuh bersama industri.
(TRI)
Berita Terkait
News
Tingkatkan Kualitas Hidup Warga, Telkomsel Salurkan CSR Sanitasi di Maros
Telkomsel menghadirkan bantuan fasilitas sanitasi berupa sarana mandi, cuci, kakus (MCK) dan akses air bersih bagi warga Dusun Parasengan Beru, Kabupaten Maros.
Rabu, 20 Mei 2026 11:52
Sulsel
PT Vale Deklarasikan Sekolah Bersinar, 37 SMA di Luwu Timur Siap Lawan Narkoba
PT Vale bersama Pemkab Luwu Timur dan BNN Provinsi Sulawesi Selatan resmi mendeklarasikan program Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) di Malili.
Kamis, 07 Mei 2026 21:02
Sulsel
HUT ke-23 Luwu Timur: Menjaga Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mengarahkan pembangunan pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan sebagai fondasi jangka panjang.
Minggu, 03 Mei 2026 12:58
Ekbis
Kinerja ESG Menguat, PT Vale Pertegas Arah Bisnis Berkelanjutan
PT Vale menunjukkan kemampuan adaptasi dengan menjadikan aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) sebagai inti dari penciptaan nilai jangka panjang, bukan sekadar pelengkap.
Jum'at, 01 Mei 2026 15:07
Ekbis
PT Vale Catat Lonjakan Laba Signifikan di Triwulan I 2026
Di tengah penurunan volume produksi dan penjualan nikel matte, PT Vale Indonesia Tbk tetap mencatatkan peningkatan kinerja keuangan pada triwulan pertama 2026.
Kamis, 30 Apr 2026 16:02
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tolak Pembangunan PSEL di Tamalanrea, Warga: Kami Siap Pertaruhkan Nyawa
2
Tim Pegasus Polres Jeneponto Tangkap 4 Terduga Pelaku Pencurian Sapi
3
Polisi Segera Periksa Eks Sekwan Wajo soal Dugaan Korupsi Anggaran Reses DPRD
4
Dealer GWM Pertama di Indonesia Timur Resmi Dibuka di Makassar
5
Polisi Amankan Pria di Kelara Jeneponto, Diduga Simpan Sabu dalam Bungkus Rokok
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tolak Pembangunan PSEL di Tamalanrea, Warga: Kami Siap Pertaruhkan Nyawa
2
Tim Pegasus Polres Jeneponto Tangkap 4 Terduga Pelaku Pencurian Sapi
3
Polisi Segera Periksa Eks Sekwan Wajo soal Dugaan Korupsi Anggaran Reses DPRD
4
Dealer GWM Pertama di Indonesia Timur Resmi Dibuka di Makassar
5
Polisi Amankan Pria di Kelara Jeneponto, Diduga Simpan Sabu dalam Bungkus Rokok