Sehari, Kabupaten Maros Raih 3 Penghargaan Nasional
Selasa, 25 Nov 2025 16:13
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur menerima Penghargaan Pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) Tahun 2025 di Novotel Samator Surabaya, Jawa Timur. Foto: Istimewa
SURABAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Dalam satu hari, Kabupaten Maros berhasil menyabet tiga penghargaan pada sektor berbeda, masing-masing diraih oleh Bupati Maros dan Wakil Bupati Maros di dua kota terpisah.
Penghargaan pertama diterima Bupati Maros, AS Chaidir Syam, dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas keberhasilan Maros menurunkan angka stunting secara signifikan. Acara penyerahan penghargaan digelar di Green Forest Bogor, Selasa (25/11/2025).
Chaidir mengatakan, penghargaan tersebut diberikan karena Kabupaten Maros menjadi salah satu daerah dengan tingkat penurunan stunting tertinggi secara nasional, yakni mencapai hampir 12,5 persen dalam satu tahun.
Per Oktober 2025, jumlah kasus stunting di Kabupaten Maros berada di angka 3.703 kasus.
"Ini adalah buah dari kolaborasi bersama. Bukan hanya pemerintah daerah, tapi juga Forkopimda, swasta dan masyarakat," katanya.
Chaidir menjelaskan, percepatan penurunan stunting dilakukan melalui Program Intervensi Langsung di lapangan.
Pada setiap lokus stunting, petugas mengidentifikasi faktor determinan kasus dan menuntaskan masalah pada hari yang sama.
"Misalnya faktor determinannya karena anak tidak memiliki JKN. Pada saat penanganan di lokus, langsung diaktifkan KIS/JKN hari itu juga," tuturnya.
Mantan Katua DPRD Maros itu mengatakan, tantangan ke depan adalah penerapan pola hidup sehat di lingkungan masyarakat serta memastikan pemeriksaan kesehatan ibu hamil, calon pengantin dan balita terlaksana 100 persen.
Untuk mendukung upaya tersebut, sejumlah OPD juga mengambil peran.
Dinas Perikanan memberikan tambahan nutrisi melalui pemberian makanan olahan ikan, sedangkan Dinas Pertanian menggelar Pasar Murah Stunting untuk mendorong pemenuhan gizi keluarga.
Pada sektor kesehatan, Chaidir menyebut pemerintah akan memperkuat ILP (Integrated Layanan Primer) agar petugas dapat semakin intens melakukan pencegahan stunting. Sementara Dinas Sosial diarahkan untuk memperkuat intervensi bagi warga kurang mampu.
Selain penghargaan penurunan stunting, Chaidir juga menerima Penghargaan Atas Dedikasi, Komitmen dan Kepeduliannya dalam Mendorong Pembangunan dan Pemberdayaan Desa, yang diberikan oleh DPP APDESI di Kementerian Desa, Jakarta.
Pada momen yang sama, Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, juga menerima Penghargaan Pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) Tahun 2025 di Novotel Samator Surabaya, Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI karena Kabupaten Maros dinilai sebagai instansi dengan nilai kualitas kebijakan berkualifikasi “Unggul”.
Muetazim mengatakan penghargaan ini menjadi bukti tata kelola kebijakan di Kabupaten Maros semakin terukur, responsif dan berbasis data.
"Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam memastikan setiap kebijakan dibuat dengan analisis, partisipasi, dan manfaat nyata untuk masyarakat. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kebijakan ke depan," ujarnya.
Mantan Kadis PU itu menegaskan pemerintah daerah ke depan akan lebih memperkuat sinkronisasi perencanaan, penganggaran dan evaluasi kebijakan agar seluruh program pembangunan berjalan tepat sasaran.
"Jika kebijakan kita tepat dan berkualitas, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat. Itu tujuan utamanya," tambahnya.
Dalam satu hari, Kabupaten Maros berhasil menyabet tiga penghargaan pada sektor berbeda, masing-masing diraih oleh Bupati Maros dan Wakil Bupati Maros di dua kota terpisah.
Penghargaan pertama diterima Bupati Maros, AS Chaidir Syam, dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas keberhasilan Maros menurunkan angka stunting secara signifikan. Acara penyerahan penghargaan digelar di Green Forest Bogor, Selasa (25/11/2025).
Chaidir mengatakan, penghargaan tersebut diberikan karena Kabupaten Maros menjadi salah satu daerah dengan tingkat penurunan stunting tertinggi secara nasional, yakni mencapai hampir 12,5 persen dalam satu tahun.
Per Oktober 2025, jumlah kasus stunting di Kabupaten Maros berada di angka 3.703 kasus.
"Ini adalah buah dari kolaborasi bersama. Bukan hanya pemerintah daerah, tapi juga Forkopimda, swasta dan masyarakat," katanya.
Chaidir menjelaskan, percepatan penurunan stunting dilakukan melalui Program Intervensi Langsung di lapangan.
Pada setiap lokus stunting, petugas mengidentifikasi faktor determinan kasus dan menuntaskan masalah pada hari yang sama.
"Misalnya faktor determinannya karena anak tidak memiliki JKN. Pada saat penanganan di lokus, langsung diaktifkan KIS/JKN hari itu juga," tuturnya.
Mantan Katua DPRD Maros itu mengatakan, tantangan ke depan adalah penerapan pola hidup sehat di lingkungan masyarakat serta memastikan pemeriksaan kesehatan ibu hamil, calon pengantin dan balita terlaksana 100 persen.
Untuk mendukung upaya tersebut, sejumlah OPD juga mengambil peran.
Dinas Perikanan memberikan tambahan nutrisi melalui pemberian makanan olahan ikan, sedangkan Dinas Pertanian menggelar Pasar Murah Stunting untuk mendorong pemenuhan gizi keluarga.
Pada sektor kesehatan, Chaidir menyebut pemerintah akan memperkuat ILP (Integrated Layanan Primer) agar petugas dapat semakin intens melakukan pencegahan stunting. Sementara Dinas Sosial diarahkan untuk memperkuat intervensi bagi warga kurang mampu.
Selain penghargaan penurunan stunting, Chaidir juga menerima Penghargaan Atas Dedikasi, Komitmen dan Kepeduliannya dalam Mendorong Pembangunan dan Pemberdayaan Desa, yang diberikan oleh DPP APDESI di Kementerian Desa, Jakarta.
Pada momen yang sama, Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, juga menerima Penghargaan Pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) Tahun 2025 di Novotel Samator Surabaya, Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI karena Kabupaten Maros dinilai sebagai instansi dengan nilai kualitas kebijakan berkualifikasi “Unggul”.
Muetazim mengatakan penghargaan ini menjadi bukti tata kelola kebijakan di Kabupaten Maros semakin terukur, responsif dan berbasis data.
"Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam memastikan setiap kebijakan dibuat dengan analisis, partisipasi, dan manfaat nyata untuk masyarakat. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kebijakan ke depan," ujarnya.
Mantan Kadis PU itu menegaskan pemerintah daerah ke depan akan lebih memperkuat sinkronisasi perencanaan, penganggaran dan evaluasi kebijakan agar seluruh program pembangunan berjalan tepat sasaran.
"Jika kebijakan kita tepat dan berkualitas, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat. Itu tujuan utamanya," tambahnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
350 Kantong Daging Kurban Bantuan Presiden RI Dibagikan ke Warga Camba
Sebanyak 350 kantong daging kurban dari sapi bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dibagikan kepada masyarakat di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros.
Kamis, 28 Mei 2026 15:57
Sulsel
Bupati Maros Gagas Gerakan Donasi Buku, Targetkan 1.000 Judul untuk Sekolah
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menggagas gerakan donasi buku yang melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Maros dalam rangka memperingati Hari Buku, Senin (18/5/2026).
Senin, 18 Mei 2026 10:12
Sulsel
PDAM Tirta Bantimurung Serahkan Laporan Laba Rp928 Juta ke Pemkab Maros
PDAM Tirta Bantimurung Maros menyerahkan laporan laba sebesar Rp928 juta kepada Pemerintah Kabupaten Maros untuk tahun buku 2025.
Selasa, 05 Mei 2026 19:05
News
Fasilitas Rusak, Status Geopark Maros Pangkep Terancam Degradasi
Status Geopark Maros Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark terancam terdegradasi menyusul banyaknya kerusakan fasilitas di sejumlah site.
Selasa, 05 Mei 2026 15:17
Sulsel
Pemkab Maros Siapkan 500 Paket Daging Kurban untuk Warga
Pemerintah Kabupaten Maros menyiapkan sekitar 500 paket daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan pada momen Iduladha tahun ini.
Rabu, 29 Apr 2026 15:40
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Imigrasi Makassar Buka Layanan Eazy Passport di Silatnas IKA FSIKP UMI
2
PTOS-M Jadi Senjata Digital PTP Nonpetikemas Gerakkan Logistik-Tumbuhkan Ekonomi
3
Usia 20 Tahun Selesaikan Master, Anak Makassar Pidato Kelulusan Wakili Alumni Harvard University
4
RSUD Syekh Yusuf Gowa Kebakaran, Sejumlah Pasien Dipindahkan ke Lokasi Aman
5
Tarif Parkir MHM 2026 Dipatok Flat, Motor Rp3.000 dan Mobil Rp5.000
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Imigrasi Makassar Buka Layanan Eazy Passport di Silatnas IKA FSIKP UMI
2
PTOS-M Jadi Senjata Digital PTP Nonpetikemas Gerakkan Logistik-Tumbuhkan Ekonomi
3
Usia 20 Tahun Selesaikan Master, Anak Makassar Pidato Kelulusan Wakili Alumni Harvard University
4
RSUD Syekh Yusuf Gowa Kebakaran, Sejumlah Pasien Dipindahkan ke Lokasi Aman
5
Tarif Parkir MHM 2026 Dipatok Flat, Motor Rp3.000 dan Mobil Rp5.000