Fasilitas Rusak, Status Geopark Maros Pangkep Terancam Degradasi
Selasa, 05 Mei 2026 15:17
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur memimpin rapat koordinasi lintas lembaga yang membahas rencana UNESCO melakukan revalidasi Situs Geopark Maros Pangkep. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
PANGKEP - Status Geopark Maros Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark terancam terdegradasi menyusul banyaknya kerusakan fasilitas di sejumlah site. Status tersebut akan direvalidasi oleh tim asesor UNESCO pada akhir Juli 2026.
Pemerintah daerah bersama pengelola kini mempercepat berbagai persiapan. Koordinasi lintas lembaga hingga pembahasan pendanaan dilakukan, dipimpin Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur selaku Ketua Pokja.
"Kami akan berusaha maksimal agar status Global Geopark Maros Pangkep ini tidak terdegradasi seperti di Toba," kata Muetazim usai rapat koordinasi di kantornya, Selasa (5/5/2026).
Muetazim mengakui potensi degradasi tetap ada. Namun, ia optimistis status tersebut bisa dipertahankan karena sebagian besar perbaikan berskala kecil dan dapat ditangani dalam waktu singkat.
"Tetap ada potensi degradasi. Tapi kami yakin itu tidak akan terjadi. Misalnya perbaikan jalan di Berua itu kita taksir anggarannya Rp100 sampai Rp150 juta sudah bagus. Anggarannya kita bisa patungan juga menggunakan CSR," terangnya.
Ia menjelaskan, perbaikan yang dilakukan saat ini terbatas pada kerusakan ringan akibat keterbatasan anggaran. Sementara perbaikan besar, seperti jembatan gantung di site Pattunuang, belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
"Kalau yang di Pattunuang itu anggarannya besar dan tidak mungkin kita kerjakan dalam tempo dua bulan," lanjutnya.
General Manager Geopark Maros Pangkep, Dedy Irfan, mengatakan pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk mendukung proses revalidasi.
"Anggaran ini sudah mencakup semuanya, termasuk perbaikan beberapa site yang akan dikunjungi oleh asesor nantinya," ujarnya.
Dedy menambahkan, pihaknya optimistis status UNESCO Global Geopark tetap dapat dipertahankan hingga empat tahun ke depan.
"Seluruh rekomendasi UNESCO telah kita kerjakan sejak tahun 2023. Jadi kami sangat optimis status ini akan tetap kita pertahankan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Mirna, menyebut pihaknya telah menyiapkan anggaran hibah sebesar Rp500 juta untuk mendukung perbaikan site dan proses revalidasi.
"Iya memang banyak yang rusak fasilitasnya. Kan kita ada dana hibah dari Pemprov untuk pengelola yang nantinya dipakai untuk perbaikan sarana dan prasarana," sebutnya.
Namun, ia mengakui anggaran tersebut masih terbatas akibat kebijakan efisiensi. Karena itu, pemerintah berharap dukungan tambahan dari pihak BUMN di wilayah Maros dan Pangkep.
"Yang dicukup-cukupkan saja. Makanya dananya bukan dari pemerintah saja, tapi urunan dari pihak BUMN itu tadi biar ringan," pungkasnya.
Pemerintah daerah bersama pengelola kini mempercepat berbagai persiapan. Koordinasi lintas lembaga hingga pembahasan pendanaan dilakukan, dipimpin Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur selaku Ketua Pokja.
"Kami akan berusaha maksimal agar status Global Geopark Maros Pangkep ini tidak terdegradasi seperti di Toba," kata Muetazim usai rapat koordinasi di kantornya, Selasa (5/5/2026).
Muetazim mengakui potensi degradasi tetap ada. Namun, ia optimistis status tersebut bisa dipertahankan karena sebagian besar perbaikan berskala kecil dan dapat ditangani dalam waktu singkat.
"Tetap ada potensi degradasi. Tapi kami yakin itu tidak akan terjadi. Misalnya perbaikan jalan di Berua itu kita taksir anggarannya Rp100 sampai Rp150 juta sudah bagus. Anggarannya kita bisa patungan juga menggunakan CSR," terangnya.
Ia menjelaskan, perbaikan yang dilakukan saat ini terbatas pada kerusakan ringan akibat keterbatasan anggaran. Sementara perbaikan besar, seperti jembatan gantung di site Pattunuang, belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
"Kalau yang di Pattunuang itu anggarannya besar dan tidak mungkin kita kerjakan dalam tempo dua bulan," lanjutnya.
General Manager Geopark Maros Pangkep, Dedy Irfan, mengatakan pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk mendukung proses revalidasi.
"Anggaran ini sudah mencakup semuanya, termasuk perbaikan beberapa site yang akan dikunjungi oleh asesor nantinya," ujarnya.
Dedy menambahkan, pihaknya optimistis status UNESCO Global Geopark tetap dapat dipertahankan hingga empat tahun ke depan.
"Seluruh rekomendasi UNESCO telah kita kerjakan sejak tahun 2023. Jadi kami sangat optimis status ini akan tetap kita pertahankan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Mirna, menyebut pihaknya telah menyiapkan anggaran hibah sebesar Rp500 juta untuk mendukung perbaikan site dan proses revalidasi.
"Iya memang banyak yang rusak fasilitasnya. Kan kita ada dana hibah dari Pemprov untuk pengelola yang nantinya dipakai untuk perbaikan sarana dan prasarana," sebutnya.
Namun, ia mengakui anggaran tersebut masih terbatas akibat kebijakan efisiensi. Karena itu, pemerintah berharap dukungan tambahan dari pihak BUMN di wilayah Maros dan Pangkep.
"Yang dicukup-cukupkan saja. Makanya dananya bukan dari pemerintah saja, tapi urunan dari pihak BUMN itu tadi biar ringan," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 54 tingkat Kabupaten Maros digelar di Grand Mall Maros, Rabu (23/9/2026).
Rabu, 23 Sep 2026 15:56
Sulsel
11 Ribu Kendaraan di Maros Tunggak Pajak, Samsat Gelar Penertiban
Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Maros menggelar penertiban kendaraan bermotor di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Pasar Sentral Maros, Rabu (23/9/2026).
Rabu, 23 Sep 2026 12:30
Sulsel
Capaian PAD di Bawah 70%, Enam OPD Maros Dapat Raport Merah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros meminta enam organisasi perangkat daerah (OPD) yang realisasi pendapatannya masih di bawah 70 persen untuk menggenjot capaian hingga mendekati target tersebut pada September 2026.
Rabu, 16 Sep 2026 13:33
Sulsel
Bapenda dan BPN Maros Integrasikan Data Pertanahan dan Perpajakan
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros menjalin kerja sama dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Maros untuk mengintegrasikan data pertanahan dan data perpajakan daerah.
Senin, 14 Sep 2026 11:19
Sulsel
BBM Langka, ASN Pemkab Maros Bekerja dari Rumah Mulai 14 September
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN).
Minggu, 13 Sep 2026 09:37
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting
2
Prabowonomic dan Ekonomi Konstitusi Dibedah di Makassar, Panji Bangsa Dorong Potensi Anak Muda
3
Sinergi dan Inovasi Bawa Sulsel Raih TPID Award dan TP2DD Championship 2026
4
Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, PT Vale Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran
5
PSMTI-FORKITA Bone Gelar Bakti Sosial, Ratusan Warga Dilayani
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting
2
Prabowonomic dan Ekonomi Konstitusi Dibedah di Makassar, Panji Bangsa Dorong Potensi Anak Muda
3
Sinergi dan Inovasi Bawa Sulsel Raih TPID Award dan TP2DD Championship 2026
4
Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, PT Vale Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran
5
PSMTI-FORKITA Bone Gelar Bakti Sosial, Ratusan Warga Dilayani