Pemkab Maros Siapkan 500 Paket Daging Kurban untuk Warga
Rabu, 29 Apr 2026 15:40
Sekretaris Daerah Maros, Andi Davied Syamsuddin. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros menyiapkan sekitar 500 paket daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan pada momen Iduladha tahun ini.
Sekretaris Daerah Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengatakan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diwajibkan menyetorkan minimal 25 paket daging kurban kepada panitia.
“Iya, 25 paket. Di sini satu kilo daging,” katanya, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, kontribusi tersebut merupakan bagian dari upaya gotong royong aparatur sipil negara (ASN) dalam membantu masyarakat yang berhak menerima.
Jika diakumulasikan, jumlah paket yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar 500 paket.
"Itulah yang dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, yang memang layak untuk diberikan daging kurban," lanjutnya.
Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros itu menuturkan, seluruh paket yang terkumpul akan dikelola oleh panitia di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Dalam proses penyaluran, panitia akan menggunakan sistem kupon yang dibagikan kepada masyarakat penerima. Setiap kepala keluarga (KK) hanya akan mendapatkan satu kupon.
“Ada kupon yang dibagikan oleh panitia, nanti diambil di lokasi yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Salah satu lokasi yang disiapkan untuk pembagian adalah Lapangan Pallantikang. Sementara itu, proses pemotongan hewan kurban diperkirakan berlangsung selama dua hari.
Untuk pengumpulan daging kurban, akan dikoordinasikan oleh masing-masing OPD agar berjalan tertib dan merata.
"Setiap paket yang dibagikan berisi satu kilogram daging kurban," jelasnya.
Meski telah ditentukan jumlah minimal, OPD maupun individu diperbolehkan menyumbang lebih dari ketentuan tersebut.
Bahkan, di beberapa OPD seperti Sekretariat Daerah, jumlah paket yang disetorkan bisa melebihi 100 paket.
Dia juga menyebut, selain OPD, kontribusi pribadi dari pejabat dan pegawai turut menambah jumlah paket yang terkumpul.
“Saya secara pribadi menyerahkan ke panitia 25, kemudian asisten, kabag juga berkumpul menyerahkan juga 25,” katanya.
Selain itu, ada pula bagian yang menyumbangkan dalam jumlah lebih kecil, namun tetap diterima oleh panitia.
“Ada juga yang menyerahkan 5 per bagian, tidak apa-apa, kita tetap buka,” tutupnya.
Untuk meminimalkan penggunaan kantong plastik, panitia akan menggunakan besek berbahan anyaman sebagai wadah pembagian daging kurban.
"Kita tidak menggunakan kantong kresek, tapi akan menggunakan besek. Ini untuk lebih menjaga lingkungan dan kesegaran daging kurban itu sendiri," ujarnya.
Sekretaris Daerah Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengatakan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diwajibkan menyetorkan minimal 25 paket daging kurban kepada panitia.
“Iya, 25 paket. Di sini satu kilo daging,” katanya, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, kontribusi tersebut merupakan bagian dari upaya gotong royong aparatur sipil negara (ASN) dalam membantu masyarakat yang berhak menerima.
Jika diakumulasikan, jumlah paket yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar 500 paket.
"Itulah yang dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, yang memang layak untuk diberikan daging kurban," lanjutnya.
Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros itu menuturkan, seluruh paket yang terkumpul akan dikelola oleh panitia di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Dalam proses penyaluran, panitia akan menggunakan sistem kupon yang dibagikan kepada masyarakat penerima. Setiap kepala keluarga (KK) hanya akan mendapatkan satu kupon.
“Ada kupon yang dibagikan oleh panitia, nanti diambil di lokasi yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Salah satu lokasi yang disiapkan untuk pembagian adalah Lapangan Pallantikang. Sementara itu, proses pemotongan hewan kurban diperkirakan berlangsung selama dua hari.
Untuk pengumpulan daging kurban, akan dikoordinasikan oleh masing-masing OPD agar berjalan tertib dan merata.
"Setiap paket yang dibagikan berisi satu kilogram daging kurban," jelasnya.
Meski telah ditentukan jumlah minimal, OPD maupun individu diperbolehkan menyumbang lebih dari ketentuan tersebut.
Bahkan, di beberapa OPD seperti Sekretariat Daerah, jumlah paket yang disetorkan bisa melebihi 100 paket.
Dia juga menyebut, selain OPD, kontribusi pribadi dari pejabat dan pegawai turut menambah jumlah paket yang terkumpul.
“Saya secara pribadi menyerahkan ke panitia 25, kemudian asisten, kabag juga berkumpul menyerahkan juga 25,” katanya.
Selain itu, ada pula bagian yang menyumbangkan dalam jumlah lebih kecil, namun tetap diterima oleh panitia.
“Ada juga yang menyerahkan 5 per bagian, tidak apa-apa, kita tetap buka,” tutupnya.
Untuk meminimalkan penggunaan kantong plastik, panitia akan menggunakan besek berbahan anyaman sebagai wadah pembagian daging kurban.
"Kita tidak menggunakan kantong kresek, tapi akan menggunakan besek. Ini untuk lebih menjaga lingkungan dan kesegaran daging kurban itu sendiri," ujarnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Dilanda Kekeringan, Empat Kecamatan di Maros Masuk Zona Merah
Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Maros ditetapkan sebagai zona merah kekeringan akibat krisis air bersih yang semakin parah pada musim kemarau tahun ini.
Kamis, 06 Agu 2026 14:11
Sulsel
355 ASN Maros Ikuti Profiling BKN, Perkuat Penerapan Manajemen Talenta
Sebanyak 355 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengikuti kegiatan profiling di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, Rabu (5/8/2026).
Rabu, 05 Agu 2026 08:36
News
Jalan Simpang Tiga SPBU Moncongloe Dikerjakan, Pengendara Diminta Gunakan Jalur Alternatif
Pengerjaan peningkatan jalan di kawasan Simpang Tiga SPBU Moncongloe, Kabupaten Maros, mulai dilaksanakan.
Minggu, 02 Agu 2026 14:39
News
Anak-anak Maros Kirim Surat ke Bupati, Soroti Pendidikan hingga Fasilitas Ramah Anak
Melalui tulisan tangan, mereka menyampaikan kritik, saran, hingga harapan tentang masa depan Kabupaten Maros yang lebih baik.
Senin, 27 Jul 2026 11:48
News
Realisasi Pendapatan APBD Maros Tertinggi di Sulsel, Capai 52,58 Persen
Kabupaten Maros mencatat realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tertinggi di Sulawesi Selatan hingga akhir Juli 2026.
Minggu, 26 Jul 2026 15:46
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gandeng Athirah, SMP - SMA Perguruan Islam Siap Bertransformasi & Bangkit
2
KONI Sidrap Dilantik, Bupati Syahar Targetkan Prestasi Naik di Porprov 2026
3
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
4
Peternak Sulsel Protes Harga Pakan Tinggi dan Harga Telur Anjlok
5
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gandeng Athirah, SMP - SMA Perguruan Islam Siap Bertransformasi & Bangkit
2
KONI Sidrap Dilantik, Bupati Syahar Targetkan Prestasi Naik di Porprov 2026
3
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
4
Peternak Sulsel Protes Harga Pakan Tinggi dan Harga Telur Anjlok
5
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio