Lurah Empoang Selatan Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block

Rabu, 29 Apr 2026 15:50
Lurah Empoang Selatan Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block
Aksi bersih sampah yang dilakukan masyarakat dan pihak terkait di Kelurahan Empoang, Kabupaten Jeneponto. Foto: Istimewa
Comment
Share
JENEPONTO - Di balik gerakan kebersihan dan inovasi lingkungan yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Jeneponto, sosok Lurah Empoang Selatan, Taruni Karmila, menjadi perhatian berkat gagasannya mengolah sampah plastik menjadi paving block bernilai ekonomi.

Sejak dipercaya memimpin Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Taruni aktif turun langsung ke lapangan. Ia tidak hanya memberi arahan dari kantor, tetapi hadir di tengah masyarakat untuk mendengar keluhan warga dan mencari solusi atas persoalan lingkungan yang dihadapi sehari-hari.

Salah satu inovasi yang ia dorong adalah pemanfaatan sampah plastik rumah tangga menjadi paving block. Gagasan tersebut muncul dari keprihatinannya melihat tumpukan limbah plastik yang kerap mencemari selokan, halaman rumah, hingga pesisir lingkungan warga.

Menurut Taruni, persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan imbauan, tetapi harus melalui aksi nyata dan inovasi yang melibatkan masyarakat.

“Kalau sampah hanya dibuang, masalahnya tidak pernah selesai. Tapi kalau diolah, dia bisa jadi bermanfaat,” ungkapnya.

Melalui pendekatan persuasif, ia mengajak warga untuk mengumpulkan dan memilah sampah plastik. Warga kemudian dilibatkan dalam proses pengolahan hingga menjadi bahan campuran paving block yang kuat dan memiliki nilai jual.

Program tersebut dinilai berhasil membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

Inovasi ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

Ke depan, paving block hasil olahan sampah plastik itu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan fasilitas umum di wilayah Empoang Selatan.

Program tersebut juga berpotensi menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Jeneponto.

Dengan gaya kepemimpinan yang membumi, komunikatif, dan solutif, Taruni Karmila membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari tingkat kelurahan, melalui ide sederhana yang dijalankan secara konsisten bersama warga.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru