Opini
Hari Ibu: Merawat Ingatan, Menjaga Kehidupan
Senin, 22 Des 2025 14:42
Legislator DPRD Makkassar, Andi Makmur Burhanuddin.
Oleh: Andi Makmur Burhanuddin (Legislator DPRD Makassar).
HARI Ibu sering kita rayakan dengan bunga, ucapan manis, dan unggahan media sosial. Semua itu sah dan indah. Namun, di balik perayaan itu, ada makna yang lebih dalam dan layak direnungkan bersama: ibu adalah fondasi kehidupan, penjaga ingatan, dan penopang ketahanan keluarga serta masyarakat.
Di banyak rumah, ibu bukan hanya sosok yang melahirkan. Ia adalah orang pertama yang mengajarkan kita arti sabar, empati, dan keteguhan. Dari ibu, kita belajar mendengar sebelum berbicara, memahami sebelum menilai, dan memberi tanpa selalu berharap kembali. Nilai-nilai itu sederhana, tetapi justru menjadi bekal penting dalam membangun kehidupan sosial yang sehat.
Dalam konteks hari ini, ketika dunia bergerak cepat dan relasi manusia kerap terasa renggang, peran ibu semakin relevan. Ibu mengajarkan bahwa merawat kehidupan bukan soal kecepatan, melainkan ketekunan. Bukan soal menang, tetapi soal bertahan dan saling menjaga. Di tengah tekanan ekonomi, perubahan sosial, dan tantangan zaman, banyak ibu tetap berdiri sebagai penyangga utama keluarga, sering kali tanpa sorotan dan pengakuan.
Hari Ibu juga seharusnya menjadi momen untuk melihat lebih jujur realitas perempuan, khususnya para ibu, di sekitar kita. Masih banyak ibu yang bekerja tanpa jaminan, mengurus keluarga tanpa dukungan memadai, dan memikul beban ganda antara rumah dan ruang publik. Menghormati ibu berarti memastikan mereka mendapat ruang aman, akses kesehatan, pendidikan, dan kesempatan hidup yang layak.
Bagi saya, Hari Ibu bukan hanya tentang mengenang jasa, tetapi tentang komitmen bersama. Komitmen untuk membangun kebijakan yang ramah keluarga, lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak, serta budaya sosial yang menghargai kerja-kerja perawatan yang selama ini kerap dianggap biasa.
Ibu mengajarkan kita satu hal penting: kehidupan tumbuh dari perhatian kecil yang dilakukan terus-menerus. Maka, menghormati ibu tidak cukup dengan satu hari perayaan. Ia harus hadir dalam cara kita bersikap, membuat keputusan, dan memperlakukan sesama setiap hari.
Selamat Hari Ibu. Untuk semua ibu yang telah, sedang, dan akan terus merawat kehidupan dengan cinta dan keteguhan.
HARI Ibu sering kita rayakan dengan bunga, ucapan manis, dan unggahan media sosial. Semua itu sah dan indah. Namun, di balik perayaan itu, ada makna yang lebih dalam dan layak direnungkan bersama: ibu adalah fondasi kehidupan, penjaga ingatan, dan penopang ketahanan keluarga serta masyarakat.
Di banyak rumah, ibu bukan hanya sosok yang melahirkan. Ia adalah orang pertama yang mengajarkan kita arti sabar, empati, dan keteguhan. Dari ibu, kita belajar mendengar sebelum berbicara, memahami sebelum menilai, dan memberi tanpa selalu berharap kembali. Nilai-nilai itu sederhana, tetapi justru menjadi bekal penting dalam membangun kehidupan sosial yang sehat.
Dalam konteks hari ini, ketika dunia bergerak cepat dan relasi manusia kerap terasa renggang, peran ibu semakin relevan. Ibu mengajarkan bahwa merawat kehidupan bukan soal kecepatan, melainkan ketekunan. Bukan soal menang, tetapi soal bertahan dan saling menjaga. Di tengah tekanan ekonomi, perubahan sosial, dan tantangan zaman, banyak ibu tetap berdiri sebagai penyangga utama keluarga, sering kali tanpa sorotan dan pengakuan.
Hari Ibu juga seharusnya menjadi momen untuk melihat lebih jujur realitas perempuan, khususnya para ibu, di sekitar kita. Masih banyak ibu yang bekerja tanpa jaminan, mengurus keluarga tanpa dukungan memadai, dan memikul beban ganda antara rumah dan ruang publik. Menghormati ibu berarti memastikan mereka mendapat ruang aman, akses kesehatan, pendidikan, dan kesempatan hidup yang layak.
Bagi saya, Hari Ibu bukan hanya tentang mengenang jasa, tetapi tentang komitmen bersama. Komitmen untuk membangun kebijakan yang ramah keluarga, lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak, serta budaya sosial yang menghargai kerja-kerja perawatan yang selama ini kerap dianggap biasa.
Ibu mengajarkan kita satu hal penting: kehidupan tumbuh dari perhatian kecil yang dilakukan terus-menerus. Maka, menghormati ibu tidak cukup dengan satu hari perayaan. Ia harus hadir dalam cara kita bersikap, membuat keputusan, dan memperlakukan sesama setiap hari.
Selamat Hari Ibu. Untuk semua ibu yang telah, sedang, dan akan terus merawat kehidupan dengan cinta dan keteguhan.
(GUS)
Berita Terkait
News
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 mengenai persoalan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyisakan pertanyaan yang lebih besar daripada sekadar persoalan ijazah: apakah keadilan substantif telah benar-benar menemukan tempatnya
Rabu, 07 Okt 2026 12:42
News
Linieritas Penting, tetapi Guru Bukan Garis Lurus
Karena itu, persoalannya bukan sesederhana: linier berarti baik, tidak linier berarti buruk. Linieritas adalah fondasi penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran profesionalitas.
Senin, 05 Okt 2026 21:49
News
Dari Bilik Suara OSIS, Demokrasi Belajar Tumbuh
Masa depan demokrasi Indonesia sedang diuji di tempat yang sering kita anggap sederhana: bilik suara pemilihan ketua OSIS.
Selasa, 22 Sep 2026 17:28
News
Antrean BBM, Ketika Kesabaran Rakyat Diuji
Barangkali suatu saat antrean BBM perlu dimasukkan sebagai salah satu destinasi wisata baru, karena hampir di setiap SPBU masyarakat dapat menikmati “perjalanan panjang” tanpa harus meninggalkan kendaraannya.
Minggu, 13 Sep 2026 09:44
News
Panoptikon Digital dan Kemerdekaan yang Semu
Setiap 17 Agustus, ruang digital Indonesia berubah menjadi lautan merah putih. Foto profil berganti, bendera menghiasi linimasa, tagar kemerdekaan bermunculan, dan video lomba tujuh belasan beredar dari berbagai daerah.
Senin, 24 Agu 2026 07:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel
5
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel
5
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami