Pesan Terakhir Ester, Pramugari ATR 42-500 Sebelum Tragedi
Senin, 19 Jan 2026 10:55
Adi Saputra, ayah Ester, salah satu pramugari Pesawat ATR 42-500. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Memasuki hari ketiga jatuhnya pesawat ATR 42-500, keluarga korban penumpang dan kru pesawat mulai berdatangan ke Makassar. Selama berada di Makassar, para keluarga korban diinapkan di hotel sekitar Bandara Sultan Hasanuddin.
Salah satu keluarga korban yang terlihat berada di Kantor Aviation Security (Avsec) Bandara Sultan Hasanuddin adalah keluarga Ester, pramugari pesawat ATR 42-500 yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Ayah Ester, Adi Saputra, mengaku terpukul setelah menerima kabar jatuhnya pesawat yang membawa putri sulungnya itu. Ia menyebut telah berada di Makassar sejak dua hari terakhir untuk menunggu informasi resmi terkait pencarian pesawat.
“Dia standby di Halim. Kemungkinan mau ke Jogja, tapi kami tidak tahu pasti rutenya,” ujarnya saat ditemui awak media, Senin pagi (19/1/2026).
Adi mengenang Ester sebagai sosok anak yang baik dan dekat dengan keluarga. Ester merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Selama hampir tujuh tahun bekerja sebagai pramugari, ia dikenal bertanggung jawab dan tidak pernah menunjukkan gelagat yang mengkhawatirkan kepada keluarga.
Adi menuturkan, komunikasi terakhir dengan Ester terjadi pada Jumat malam, beberapa jam sebelum pesawat yang ditumpangi putrinya itu menjalani penerbangan dari Halim.
Namun, percakapan terakhir tersebut terasa berbeda bagi Adi. Malam itu, Ester menyampaikan permintaan maaf melalui sambungan telepon.
“Padahal hal itu jarang dia lakukan. Baru kali ini dia meminta maaf lewat telepon,” ujarnya.
Adi mengaku belum mengetahui apakah Ester juga menyampaikan pesan serupa kepada adik-adiknya.
“Kalau ke saya, itu saja,” katanya.
Hingga saat ini, keluarga masih menunggu kabar resmi mengenai perkembangan pencarian pesawat ATR 42-500 yang membawa putri mereka.
Salah satu keluarga korban yang terlihat berada di Kantor Aviation Security (Avsec) Bandara Sultan Hasanuddin adalah keluarga Ester, pramugari pesawat ATR 42-500 yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Ayah Ester, Adi Saputra, mengaku terpukul setelah menerima kabar jatuhnya pesawat yang membawa putri sulungnya itu. Ia menyebut telah berada di Makassar sejak dua hari terakhir untuk menunggu informasi resmi terkait pencarian pesawat.
“Dia standby di Halim. Kemungkinan mau ke Jogja, tapi kami tidak tahu pasti rutenya,” ujarnya saat ditemui awak media, Senin pagi (19/1/2026).
Adi mengenang Ester sebagai sosok anak yang baik dan dekat dengan keluarga. Ester merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Selama hampir tujuh tahun bekerja sebagai pramugari, ia dikenal bertanggung jawab dan tidak pernah menunjukkan gelagat yang mengkhawatirkan kepada keluarga.
Adi menuturkan, komunikasi terakhir dengan Ester terjadi pada Jumat malam, beberapa jam sebelum pesawat yang ditumpangi putrinya itu menjalani penerbangan dari Halim.
Namun, percakapan terakhir tersebut terasa berbeda bagi Adi. Malam itu, Ester menyampaikan permintaan maaf melalui sambungan telepon.
“Padahal hal itu jarang dia lakukan. Baru kali ini dia meminta maaf lewat telepon,” ujarnya.
Adi mengaku belum mengetahui apakah Ester juga menyampaikan pesan serupa kepada adik-adiknya.
“Kalau ke saya, itu saja,” katanya.
Hingga saat ini, keluarga masih menunggu kabar resmi mengenai perkembangan pencarian pesawat ATR 42-500 yang membawa putri mereka.
(MAN)
Berita Terkait
News
Korban Kecelakaan ATR 42-500 Asal Luwu Timur Diberi Santunan
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan bantuan santunan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, yang terjadi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Selasa, 27 Jan 2026 19:53
News
Jenazah Esther Aprilita Korban ATR 42-500 Diberangkatkan ke Jakarta Malam Ini
Jenazah korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita, tiba di area kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Jumat (24/1/2026).
Jum'at, 23 Jan 2026 18:33
News
Korban Ketiga ATR 42-500 Teridentifikasi, Pramugari Esther Aprilita
Tim DVI Polda Sulsel berhasil mengidentifikasi korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Identifikasi diumumkan hari ini.
Jum'at, 23 Jan 2026 16:34
News
Seluruh Korban ATR 42-500 Ditemukan, Tim SAR Sujud Syukur
Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 dinyatakan rampung setelah ditemukannya body part atau bagian tubuh ke-10 yang menandai seluruh korban telah ditemukan.
Jum'at, 23 Jan 2026 14:51
News
Bagian Tubuh Dua Jenazah Dievakuasi Gunakan Helikopter Caraccal Milik TNI AU
Dua jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi menggunakan helikopter jenis Caraccal milik TNI AU dari lereng Gunung Bulusaraung, Jumat (23/1/2026) pagi.
Jum'at, 23 Jan 2026 10:26
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof Hasmyati Jadi Pembicara Simposium Antarbangsa di Malaysia
2
Sambut Milad ke-72 dan Konferensi Internasional, PPs UMI Kibarkan Bendera ASEAN
3
Perkuat Modal dan Daya Saing, OJK Restui Penggabungan 5 BPR di Sulsel
4
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS pada Perdagangan Kamis Pagi
5
Penebusan Pupuk Bersubsidi di Amali dan Cina Dipastikan Sesuai HET
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof Hasmyati Jadi Pembicara Simposium Antarbangsa di Malaysia
2
Sambut Milad ke-72 dan Konferensi Internasional, PPs UMI Kibarkan Bendera ASEAN
3
Perkuat Modal dan Daya Saing, OJK Restui Penggabungan 5 BPR di Sulsel
4
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS pada Perdagangan Kamis Pagi
5
Penebusan Pupuk Bersubsidi di Amali dan Cina Dipastikan Sesuai HET