Tim SAR Temukan Korban Kedua ATR 42-500 Berjenis Kelamin Perempuan
Senin, 19 Jan 2026 15:33
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Memasuki hari ketiga pencarian korban pesawat jatuh ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Tim SAR kembali menemukan satu korban, Senin (19/1/2026).
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan korban kedua tersebut ditemukan pada kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Jenazah ditemukan pada pukul 14.10 Wita.
"Korban kedua ini merupakan jenis kelamin perempuan, dan dia ditemukan di kedalaman 500 meter dari lokasi penemuan badan pesawat," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Kantor Basarnas Makassar, Senin (19/1/2026).
Syafii menyampaikan, seperti korban pertama, korban kedua juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Nanti mungkin persisnya dari DVI untuk menentukan kondisi pasti korban. Tapi dari informasi awal, bahwa korban pertama yang kita temukan berjenis kelamin laki-laki. Dan yang kedua, berjenis kelamin perempuan," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam proses pencarian korban pesawat ATR 42-500 tersebut, Basarnas mengandalkan prinsip golden time untuk memaksimalkan peluang penyelamatan.
"Kita berupaya dengan situasi yang ada, kita ingin menemukan korban dalam kondisi hidup. Tantangan saat ini yang kita hadapi yaitu kondisi alam dan cuaca," ujarnya.
Diketahui, penumpang perempuan dalam pesawat ATR 42-500 tersebut masing-masing atas nama FA Florencia Lolita dan FA Esther Aprilitas.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan korban kedua tersebut ditemukan pada kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Jenazah ditemukan pada pukul 14.10 Wita.
"Korban kedua ini merupakan jenis kelamin perempuan, dan dia ditemukan di kedalaman 500 meter dari lokasi penemuan badan pesawat," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Kantor Basarnas Makassar, Senin (19/1/2026).
Syafii menyampaikan, seperti korban pertama, korban kedua juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Nanti mungkin persisnya dari DVI untuk menentukan kondisi pasti korban. Tapi dari informasi awal, bahwa korban pertama yang kita temukan berjenis kelamin laki-laki. Dan yang kedua, berjenis kelamin perempuan," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam proses pencarian korban pesawat ATR 42-500 tersebut, Basarnas mengandalkan prinsip golden time untuk memaksimalkan peluang penyelamatan.
"Kita berupaya dengan situasi yang ada, kita ingin menemukan korban dalam kondisi hidup. Tantangan saat ini yang kita hadapi yaitu kondisi alam dan cuaca," ujarnya.
Diketahui, penumpang perempuan dalam pesawat ATR 42-500 tersebut masing-masing atas nama FA Florencia Lolita dan FA Esther Aprilitas.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Kapolda Sulsel Apresiasi Peran Polres dalam Pencarian Korban ATR 42-500
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro melakukan kunjungan ke Mapolres Maros, Kamis (29/1/2026).
Kamis, 29 Jan 2026 19:27
News
Korban Kecelakaan ATR 42-500 Asal Luwu Timur Diberi Santunan
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan bantuan santunan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, yang terjadi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Selasa, 27 Jan 2026 19:53
News
Jenazah Esther Aprilita Korban ATR 42-500 Diberangkatkan ke Jakarta Malam Ini
Jenazah korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita, tiba di area kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Jumat (24/1/2026).
Jum'at, 23 Jan 2026 18:33
News
Korban Ketiga ATR 42-500 Teridentifikasi, Pramugari Esther Aprilita
Tim DVI Polda Sulsel berhasil mengidentifikasi korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Identifikasi diumumkan hari ini.
Jum'at, 23 Jan 2026 16:34
News
Seluruh Korban ATR 42-500 Ditemukan, Tim SAR Sujud Syukur
Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 dinyatakan rampung setelah ditemukannya body part atau bagian tubuh ke-10 yang menandai seluruh korban telah ditemukan.
Jum'at, 23 Jan 2026 14:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler