Kanwil Kemenkum Sulsel Siap Dukung Agenda BSK Hukum di Wilayah
Selasa, 10 Feb 2026 17:08
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) menunjukkan komitmennya dalam menyukseskan agenda Badan Strategi Kebijakan (BSK) Hukum.
MAKASSAR - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) menunjukkan komitmennya dalam menyukseskan agenda Badan Strategi Kebijakan (BSK) Hukum dengan mengikuti Sosialisasi Pedoman Teknis Kegiatan BSK Hukum di Wilayah Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Rapat Kepala Kantor Wilayah, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Heny Widyawati serta staf sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kebijakan berbasis data dan bukti di lingkungan Kemenkum.
Sosialisasi tersebut membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan Forum Komunikasi Kebijakan (FKK), Analisis Implementasi dan Evaluasi Kebijakan (AIEK), Diskusi Strategi Kebijakan (DSK), hingga pelaksanaan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP). Seluruh agenda tersebut dirancang untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kebijakan hukum di wilayah secara terintegrasi, akuntabel, dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Kepala BSK Hukum Kemenkum, Andry Indrady, menekankan pentingnya setiap rekomendasi kebijakan didukung oleh alat ukur yang jelas, data yang valid, serta proses analisis yang kuat. Menurutnya, kualitas rekomendasi tidak hanya diukur dari kecanggihan metode, tetapi dari sejauh mana rekomendasi tersebut mampu menjawab kebutuhan organisasi dan dapat ditindaklanjuti secara konkret. Ia berharap seluruh hasil analisis mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja dan kualitas layanan.
Selanjutnya, Sekretaris BSK Hukum, Dwi Harjanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa sosialisasi pedoman teknis ini bertujuan memberikan panduan yang jelas bagi Kanwil dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan kegiatan tahun 2026. Pedoman tersebut menjadi instrumen penting dalam memperkuat tata kelola BSK di wilayah agar mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti, akuntabel, dan berkontribusi terhadap perumusan kebijakan hukum yang berkualitas.
Analis Kebijakan Ahli Madya, Sujatmiko, memaparkan materi terkait Forum Komunikasi Kebijakan (FKK) di wilayah. Sujatmiko menjelaskan bahwa pembentukan FKK dilatarbelakangi oleh belum optimalnya koordinasi pusat dan daerah, keterbatasan data kebijakan, serta belum meratanya kapasitas aparatur dalam analisis kebijakan. FKK diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi, pengumpulan evidensi, serta peningkatan kapasitas analis kebijakan.
Dalam kesempatan yang sama, Analis Kebijakan Ahli Pertama, Farah Annisa Harahap, menyampaikan materi mengenai Analisis Implementasi dan Evaluasi Kebijakan (AIEK). Farah menjelaskan bahwa analisis implementasi difokuskan pada strategi pelaksanaan Permenkum di wilayah, sedangkan evaluasi kebijakan menilai dampak dan efektivitas kebijakan. Luaran AIEK berupa kertas kerja dan policy brief diharapkan mampu menjadi referensi utama dalam pengambilan keputusan berbasis data.
Pemaparan berikutnya disampaikan oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Pelaporan, Yuditia Nurimaniar, yang menjelaskan tentang Diskusi Strategi Kebijakan (DSK) sebagai sarana diseminasi hasil analisis kebijakan. DSK berfungsi untuk memperkuat mainstreaming proses kebijakan serta meningkatkan kapasitas analis kebijakan sebagai focal point di wilayah.
Yuditia juga menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan dijadwalkan sebagai pelaksana DSK urutan keempat pada September 2026. Materi kemudian dilanjutkan oleh Analis Kebijakan Ahli Muda, Anita Mariance, yang mengulas pelaksanaan survei SKM, SPKP, SPAK, dan Survei Integritas sebagai instrumen peningkatan kualitas layanan dan penguatan integritas aparatur.
Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Heny Widyawati, saat mengikuti kegiatan menyatakan bahwa jajaran Kanwil Kemenkum Sulsel siap menindaklanjuti seluruh pedoman yang telah disampaikan. Menurut Heny, kegiatan ini menjadi bekal penting bagi jajaran Divisi P3H dalam menyusun program yang lebih terarah, terukur, dan selaras dengan kebijakan pusat.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, menegaskan dukungan penuh terhadap agenda BSK Hukum Tahun 2026. “Kami berkomitmen untuk melaksanakan seluruh program BSK Hukum secara optimal di wilayah Sulsel, dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, dan kebijakan berbasis data demi mendukung terwujudnya pelayanan hukum yang berkualitas,” tegasnya, saat dikonfirmasi.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Heny Widyawati serta staf sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kebijakan berbasis data dan bukti di lingkungan Kemenkum.
Sosialisasi tersebut membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan Forum Komunikasi Kebijakan (FKK), Analisis Implementasi dan Evaluasi Kebijakan (AIEK), Diskusi Strategi Kebijakan (DSK), hingga pelaksanaan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP). Seluruh agenda tersebut dirancang untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kebijakan hukum di wilayah secara terintegrasi, akuntabel, dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Kepala BSK Hukum Kemenkum, Andry Indrady, menekankan pentingnya setiap rekomendasi kebijakan didukung oleh alat ukur yang jelas, data yang valid, serta proses analisis yang kuat. Menurutnya, kualitas rekomendasi tidak hanya diukur dari kecanggihan metode, tetapi dari sejauh mana rekomendasi tersebut mampu menjawab kebutuhan organisasi dan dapat ditindaklanjuti secara konkret. Ia berharap seluruh hasil analisis mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja dan kualitas layanan.
Selanjutnya, Sekretaris BSK Hukum, Dwi Harjanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa sosialisasi pedoman teknis ini bertujuan memberikan panduan yang jelas bagi Kanwil dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan kegiatan tahun 2026. Pedoman tersebut menjadi instrumen penting dalam memperkuat tata kelola BSK di wilayah agar mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti, akuntabel, dan berkontribusi terhadap perumusan kebijakan hukum yang berkualitas.
Analis Kebijakan Ahli Madya, Sujatmiko, memaparkan materi terkait Forum Komunikasi Kebijakan (FKK) di wilayah. Sujatmiko menjelaskan bahwa pembentukan FKK dilatarbelakangi oleh belum optimalnya koordinasi pusat dan daerah, keterbatasan data kebijakan, serta belum meratanya kapasitas aparatur dalam analisis kebijakan. FKK diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi, pengumpulan evidensi, serta peningkatan kapasitas analis kebijakan.
Dalam kesempatan yang sama, Analis Kebijakan Ahli Pertama, Farah Annisa Harahap, menyampaikan materi mengenai Analisis Implementasi dan Evaluasi Kebijakan (AIEK). Farah menjelaskan bahwa analisis implementasi difokuskan pada strategi pelaksanaan Permenkum di wilayah, sedangkan evaluasi kebijakan menilai dampak dan efektivitas kebijakan. Luaran AIEK berupa kertas kerja dan policy brief diharapkan mampu menjadi referensi utama dalam pengambilan keputusan berbasis data.
Pemaparan berikutnya disampaikan oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Pelaporan, Yuditia Nurimaniar, yang menjelaskan tentang Diskusi Strategi Kebijakan (DSK) sebagai sarana diseminasi hasil analisis kebijakan. DSK berfungsi untuk memperkuat mainstreaming proses kebijakan serta meningkatkan kapasitas analis kebijakan sebagai focal point di wilayah.
Yuditia juga menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan dijadwalkan sebagai pelaksana DSK urutan keempat pada September 2026. Materi kemudian dilanjutkan oleh Analis Kebijakan Ahli Muda, Anita Mariance, yang mengulas pelaksanaan survei SKM, SPKP, SPAK, dan Survei Integritas sebagai instrumen peningkatan kualitas layanan dan penguatan integritas aparatur.
Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Heny Widyawati, saat mengikuti kegiatan menyatakan bahwa jajaran Kanwil Kemenkum Sulsel siap menindaklanjuti seluruh pedoman yang telah disampaikan. Menurut Heny, kegiatan ini menjadi bekal penting bagi jajaran Divisi P3H dalam menyusun program yang lebih terarah, terukur, dan selaras dengan kebijakan pusat.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, menegaskan dukungan penuh terhadap agenda BSK Hukum Tahun 2026. “Kami berkomitmen untuk melaksanakan seluruh program BSK Hukum secara optimal di wilayah Sulsel, dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, dan kebijakan berbasis data demi mendukung terwujudnya pelayanan hukum yang berkualitas,” tegasnya, saat dikonfirmasi.
(GUS)
Berita Terkait
News
Posbankum Sulsel Catat 2.439 Layanan, Kemenkum Intensifkan Monitoring Real Time
Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H) Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan kembali menggelar rapat terkait progres Pos Bantuan Hukum (Posbankum) secara daring, Rabu (25/3/2026).
Kamis, 26 Mar 2026 22:34
News
Kakanwil Kemenkum Sulsel Imbau Jajaran Tetap Produktif di Hari Pertama Kerja WFA
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kakanwil Kemenkum Sulsel), Andi Basmal, mengimbau seluruh jajaran untuk tetap menjaga produktivitas dan profesionalisme dalam pelaksanaan hari pertama kerja dengan skema Work From Anywhere (WFA).
Rabu, 25 Mar 2026 19:32
News
Tinjau Pelaksanaan Bantuan Hukum, Kemenkum Sulsel Dorong Optimalisasi Layanan Posbankum
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mendorong pelaksanaan layanan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) dilakukan secara optimal.
Kamis, 19 Mar 2026 21:11
News
Kemenkum Sulsel Dilibatkan dalam Kajian Nasional Sistem Kerja Fleksibel ASN
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Meydi Zulqadri beserta perwakilan tim kerja Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan pengumpulan data kajian analisis implementasi Peraturan Menteri Hukum Nomor 19 Tahun 2025
Selasa, 17 Mar 2026 23:24
News
Indonesia Siap Menuju Otoritas Pencarian Paten Global
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum menilai Indonesia memiliki momentum strategis untuk meningkatkan perannya dalam sistem paten internasional melalui pembentukan International Search Authority (ISA).
Selasa, 17 Mar 2026 17:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dilema PSEL Makassar, Menimbang Akurasi Teknis di Antara Dua Lokasi
2
Bazar Buku Internasional BBW Hadir Lagi di Makassar, Ini Jadwal & Promonya
3
Rumah Petani Roboh di Balambano Lutim, Penghuni Sempat Terjebak Reruntuhan
4
Bulan Syawal, Pendaftaran Pernikahan di Sulsel Melonjak
5
Pemkot Makassar Jadi yang Tercepat Serahkan LKPD 2025 ke BPK
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dilema PSEL Makassar, Menimbang Akurasi Teknis di Antara Dua Lokasi
2
Bazar Buku Internasional BBW Hadir Lagi di Makassar, Ini Jadwal & Promonya
3
Rumah Petani Roboh di Balambano Lutim, Penghuni Sempat Terjebak Reruntuhan
4
Bulan Syawal, Pendaftaran Pernikahan di Sulsel Melonjak
5
Pemkot Makassar Jadi yang Tercepat Serahkan LKPD 2025 ke BPK