Jenazah Anggota TNI Korban Serangan KKB di Papua Tiba di Makassar

Senin, 23 Feb 2026 16:17
Jenazah Anggota TNI Korban Serangan KKB di Papua Tiba di Makassar
Jenazah Serda Hamdani, prajurit TNI AD yang gugur di Papua disambut tangis keluarga. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Comment
Share
MAKASSAR - Jenazah Serda Hamdani, prajurit TNI AD yang gugur dalam penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Tengah, tiba di kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (23/2/2026) sekitar pukul 15.50 Wita.

Kedatangan jenazah disambut upacara militer di area kargo bandara. Suasana haru menyelimuti prosesi saat peti jenazah diturunkan dari pesawat dan disambut tangis keluarga.

Jenazah diberangkatkan dari Nabire menuju Timika, lalu diterbangkan ke Makassar menggunakan maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 589.

Upacara penyambutan dipimpin Kapten Inf Muhammad Kasim. Sebanyak 50 personel TNI AD dari Kodim 1422/Maros dilibatkan dalam prosesi tersebut.

Setelah upacara militer, jenazah diserahkan kepada keluarga dan diterima langsung oleh istri almarhum. Peti jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka di Dusun Pucak, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.

“Upacara ini sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada almarhum atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujar Pasi Pers Kodim 1422/Maros, Lettu Inf Mustamin.

Serda Hamdani gugur dalam penyerangan di Pos Palang PT Kristalin Eka Lestari, Kampung Legari, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIT.

Korban merupakan anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih yang sedang bertugas di lokasi. Selain Serda Hamdani, seorang warga sipil bernama Aksay Sandika Moho, petugas keamanan perusahaan asal Manado, juga meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum serangan terjadi, kelompok bersenjata diduga menembaki kendaraan subkontraktor yang melintas di sekitar pos. Kendaraan tersebut berhasil melarikan diri dan informasi penembakan diteruskan kepada pengamanan perusahaan sebelum serangan terjadi.

Saat ini aparat keamanan masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru