Bukan Sekadar Seremoni: FKG UMI Teguhkan Etika Profesi Lulusan Periode I 2026
Kamis, 05 Mar 2026 14:21
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia (FKG UMI) melaksanakan Yuisium Janji Sarjana Kedokteran Gigi dan Sumpah Profesi Dokter Gigi Periode I Tahun 2026 di Hotel Claro Makassar.
MAKASSAR - Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia (FKG UMI) melaksanakan Yuisium Janji Sarjana Kedokteran Gigi dan Sumpah Profesi Dokter Gigi Periode I Tahun 2026 di Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 76 peserta, terdiri atas 74 Sarjana Kedokteran Gigi dan 2 Dokter Gigi. Prosesi berlangsung khidmat sebagai penanda penguatan komitmen moral, etika, dan profesionalitas lulusan dalam memberikan layanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat.
Rektor UMI Prof Hambali Thalib, dalam sambutannya menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penguatan mutu dan daya saing lulusan, sejalan dengan transformasi pendidikan tinggi dan layanan kesehatan yang kian dinamis.
Ia mengapresiasi konsistensi FKG UMI dalam menjaga kualitas akademik dan pembinaan profesi, serta mendorong para lulusan untuk menjadi duta almamater di tengah persaingan global.
“Di era yang serba terbuka dan kompetitif, kualitas lulusan adalah wajah institusi. Jagalah integritas, etika profesi, dan terus tingkatkan kompetensi. Kepercayaan masyarakat lahir dari pelayanan yang aman, bermartabat, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan FKG UMI Prof drg Moh Dharma Utama, menyampaikan selamat kepada seluruh peserta Periode I Tahun 2026. Ia menekankan bahwa prosesi janji dan sumpah bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak kesanggupan untuk menjalankan profesi dengan disiplin, empati, dan tanggung jawab ilmiah.
“Mulai hari ini, ananda membawa amanah besar. Profesi dokter gigi menuntut ketelitian, keteguhan etika, dan pembelajaran sepanjang hayat. Teruslah mengasah keterampilan klinis, memperkuat komunikasi dengan pasien, serta menjaga nama baik FKG UMI melalui karya dan pelayanan,” ujarnya.
Dekan juga mengingatkan bahwa tantangan pelayanan kesehatan gigi dan mulut semakin kompleks, termasuk meningkatnya tuntutan keselamatan pasien, perkembangan teknologi kedokteran gigi, serta kebutuhan masyarakat akan layanan yang humanis dan berorientasi pada pencegahan. Karena itu, lulusan diminta untuk adaptif terhadap perubahan, terbuka terhadap inovasi, dan tetap berpegang pada standar profesi.
“Jadilah tenaga kesehatan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga hadir dengan empati. Rawatlah kepercayaan pasien dengan sikap profesional, jujur, dan disiplin. Jangan pernah berhenti belajar, karena ilmu kedokteran gigi terus berkembang,” tambahnya.
Ia turut menegaskan komitmen FKG UMI dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat jejaring kemitraan, serta mendorong lulusan untuk aktif mengikuti pengembangan profesi berkelanjutan melalui organisasi profesi dan kegiatan ilmiah.
Melalui pelaksanaan Janji Sarjana Kedokteran Gigi dan Sumpah Profesi Dokter Gigi Periode I Tahun 2026 ini, FKG UMI menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berintegritas, sekaligus siap berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Turut hadir pada kegiatan ini drg Syamsiah Syam, (Wakil Dekan I), Dr drg Ilmianti, (Wakil Dekan II), drg Nurasisa Lestari, (Wakil Dekan III) dan Dr Surani, (Wakil Dekan IV).
Kegiatan ini diikuti oleh 76 peserta, terdiri atas 74 Sarjana Kedokteran Gigi dan 2 Dokter Gigi. Prosesi berlangsung khidmat sebagai penanda penguatan komitmen moral, etika, dan profesionalitas lulusan dalam memberikan layanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat.
Rektor UMI Prof Hambali Thalib, dalam sambutannya menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penguatan mutu dan daya saing lulusan, sejalan dengan transformasi pendidikan tinggi dan layanan kesehatan yang kian dinamis.
Ia mengapresiasi konsistensi FKG UMI dalam menjaga kualitas akademik dan pembinaan profesi, serta mendorong para lulusan untuk menjadi duta almamater di tengah persaingan global.
“Di era yang serba terbuka dan kompetitif, kualitas lulusan adalah wajah institusi. Jagalah integritas, etika profesi, dan terus tingkatkan kompetensi. Kepercayaan masyarakat lahir dari pelayanan yang aman, bermartabat, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan FKG UMI Prof drg Moh Dharma Utama, menyampaikan selamat kepada seluruh peserta Periode I Tahun 2026. Ia menekankan bahwa prosesi janji dan sumpah bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak kesanggupan untuk menjalankan profesi dengan disiplin, empati, dan tanggung jawab ilmiah.
“Mulai hari ini, ananda membawa amanah besar. Profesi dokter gigi menuntut ketelitian, keteguhan etika, dan pembelajaran sepanjang hayat. Teruslah mengasah keterampilan klinis, memperkuat komunikasi dengan pasien, serta menjaga nama baik FKG UMI melalui karya dan pelayanan,” ujarnya.
Dekan juga mengingatkan bahwa tantangan pelayanan kesehatan gigi dan mulut semakin kompleks, termasuk meningkatnya tuntutan keselamatan pasien, perkembangan teknologi kedokteran gigi, serta kebutuhan masyarakat akan layanan yang humanis dan berorientasi pada pencegahan. Karena itu, lulusan diminta untuk adaptif terhadap perubahan, terbuka terhadap inovasi, dan tetap berpegang pada standar profesi.
“Jadilah tenaga kesehatan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga hadir dengan empati. Rawatlah kepercayaan pasien dengan sikap profesional, jujur, dan disiplin. Jangan pernah berhenti belajar, karena ilmu kedokteran gigi terus berkembang,” tambahnya.
Ia turut menegaskan komitmen FKG UMI dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat jejaring kemitraan, serta mendorong lulusan untuk aktif mengikuti pengembangan profesi berkelanjutan melalui organisasi profesi dan kegiatan ilmiah.
Melalui pelaksanaan Janji Sarjana Kedokteran Gigi dan Sumpah Profesi Dokter Gigi Periode I Tahun 2026 ini, FKG UMI menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berintegritas, sekaligus siap berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Turut hadir pada kegiatan ini drg Syamsiah Syam, (Wakil Dekan I), Dr drg Ilmianti, (Wakil Dekan II), drg Nurasisa Lestari, (Wakil Dekan III) dan Dr Surani, (Wakil Dekan IV).
(GUS)
Berita Terkait
News
UMI Kukuhkan Dua Guru Besar, Tegaskan Integrasi Hukum Ruang dan Green Marketing Berkelanjutan
Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Pengukuhan Profesor di Auditorium Al-Jibra, Kampus II UMI, Kamis (5/3/2026).
Kamis, 05 Mar 2026 12:23
News
Berbagi di Bulan Ramadan, PPs UMI Perkuat Komitmen Sosial
Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan aksi sosial, Senin (2/3), di halaman PPs UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar.
Selasa, 03 Mar 2026 11:44
News
Azhar Arsyad Raih Gelar Doktor Soroti Hak Angket DPRD, Dapat Nilai Cumlaude
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad, resmi meraih gelar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), Rabu (25/02/2026).
Rabu, 25 Feb 2026 22:09
News
Ini Alasan Mengapa Harus Mendaftar di UMI Lebih Awal
Di Universitas MuslimIndonesia (UMI) sendiri, melakukan pendaftaran lebih awal sangat direkomendasikan. Berikut alasan mengapa mendaftar lebih cepat menjadi maba di UMI sangat direkomendasikan
Senin, 23 Feb 2026 14:50
News
RS Ibnu Sina YW-UMI Tetapkan Business Plan 2026–2028, Perkuat Layanan Islami Berstandar Internasional
RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar menggelar Rapat Kerja yang dirangkaikan dengan pemaparan Business Plan Tahun 2026–2028.
Minggu, 15 Feb 2026 21:46
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Siap Hadapi Arus Mudik 2026, DLU Makassar Prediksi Lonjakan Penumpang
2
Demokrasi “Empirik” Islam
3
Anggaran Perbaikan Rp4,5 Miliar Masjid 99 Kubah Disorot: Bukan Perbaiki, Malah Tambah Bocor
4
Sultan Tajang Soroti Rehab Masjid 99 Kubah: Sudah Dianggarkan Rp4,5 Miliar, Kok Masih Bocor
5
Anggaran Naik 2 Kali Lipat, Grab Hadirkan BHR dan Program Umrah untuk Mitra Pengemudi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Siap Hadapi Arus Mudik 2026, DLU Makassar Prediksi Lonjakan Penumpang
2
Demokrasi “Empirik” Islam
3
Anggaran Perbaikan Rp4,5 Miliar Masjid 99 Kubah Disorot: Bukan Perbaiki, Malah Tambah Bocor
4
Sultan Tajang Soroti Rehab Masjid 99 Kubah: Sudah Dianggarkan Rp4,5 Miliar, Kok Masih Bocor
5
Anggaran Naik 2 Kali Lipat, Grab Hadirkan BHR dan Program Umrah untuk Mitra Pengemudi