Polda Sulsel Kerahkan 5.268 Personel Amankan Mudik Lebaran 2026
Jum'at, 13 Mar 2026 05:02
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Kamis (12/03/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menyiapkan 5.268 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat 2026.
Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat-2026” yang digelar di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Kamis (12/3/2026).
Apel dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro dan diikuti personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Basarnas, serta Senkom Mitra Polri.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Sulsel membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
"Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen serta sinergitas lintas sektoral dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan nyaman," jelasnya dalam amanat yang dibacakan.
Secara nasional, Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, dan berbagai instansi terkait.
"Selain itu, Polri juga telah menyiapkan sebanyak 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu yang akan difungsikan sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik," sebutnya.
Pengamanan juga mencakup 185.607 objek vital di seluruh Indonesia, seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.
Sementara itu, khusus di wilayah Sulawesi Selatan, ribuan personel gabungan akan dikerahkan untuk mengamankan berbagai titik strategis selama masa mudik dan libur Lebaran.
"Sementara itu, untuk wilayah Polda Sulawesi Selatan, pengamanan akan melibatkan sebanyak 5.268 personel gabungan yang terdiri dari 2.583 personel Polri, 546 personel TNI, serta 2.139 personel dari berbagai instansi terkait," tambahnya.
Para personel tersebut akan ditempatkan di 108 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.
Pos tersebut terdiri atas 61 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 25 pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat pengamanan, pelayanan masyarakat, serta koordinasi lintas instansi.
Kapolda Sulsel berharap seluruh personel yang terlibat dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memahami seluruh prosedur operasi yang telah ditetapkan.
“Saya berharap agar seluruh personel memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan operasi ini sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik,” ujar Kapolda.
Selain pengamanan arus mudik, personel di lapangan juga diminta melakukan pendataan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. Kepolisian juga menyiapkan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor polisi untuk meningkatkan rasa aman masyarakat.
“Pastikan masyarakat mengetahui seluruh informasi layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas hingga penerapan rekayasa lalu lintas. Optimalkan pula layanan Kepolisian 110 agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh bantuan serta merasakan kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan yang responsif dan solutif,” tegasnya.
Di akhir amanatnya, Kapolda Sulsel mengajak seluruh personel untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas instansi selama pelaksanaan operasi.
Upaya tersebut diharapkan dapat memastikan arus mudik serta perayaan Idul Fitri di Sulawesi Selatan berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat-2026” yang digelar di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Kamis (12/3/2026).
Apel dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro dan diikuti personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Basarnas, serta Senkom Mitra Polri.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Sulsel membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
"Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen serta sinergitas lintas sektoral dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan nyaman," jelasnya dalam amanat yang dibacakan.
Secara nasional, Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, dan berbagai instansi terkait.
"Selain itu, Polri juga telah menyiapkan sebanyak 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu yang akan difungsikan sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik," sebutnya.
Pengamanan juga mencakup 185.607 objek vital di seluruh Indonesia, seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.
Sementara itu, khusus di wilayah Sulawesi Selatan, ribuan personel gabungan akan dikerahkan untuk mengamankan berbagai titik strategis selama masa mudik dan libur Lebaran.
"Sementara itu, untuk wilayah Polda Sulawesi Selatan, pengamanan akan melibatkan sebanyak 5.268 personel gabungan yang terdiri dari 2.583 personel Polri, 546 personel TNI, serta 2.139 personel dari berbagai instansi terkait," tambahnya.
Para personel tersebut akan ditempatkan di 108 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.
Pos tersebut terdiri atas 61 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 25 pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat pengamanan, pelayanan masyarakat, serta koordinasi lintas instansi.
Kapolda Sulsel berharap seluruh personel yang terlibat dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memahami seluruh prosedur operasi yang telah ditetapkan.
“Saya berharap agar seluruh personel memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan operasi ini sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik,” ujar Kapolda.
Selain pengamanan arus mudik, personel di lapangan juga diminta melakukan pendataan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. Kepolisian juga menyiapkan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor polisi untuk meningkatkan rasa aman masyarakat.
“Pastikan masyarakat mengetahui seluruh informasi layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas hingga penerapan rekayasa lalu lintas. Optimalkan pula layanan Kepolisian 110 agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh bantuan serta merasakan kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan yang responsif dan solutif,” tegasnya.
Di akhir amanatnya, Kapolda Sulsel mengajak seluruh personel untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas instansi selama pelaksanaan operasi.
Upaya tersebut diharapkan dapat memastikan arus mudik serta perayaan Idul Fitri di Sulawesi Selatan berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
News
Kolaborasi PLN - Polda Sulsel Kunci Kelancaran Infrastruktur Listrik di Sulawesi
Audiensi ini menjadi langkah strategis PLN untuk menjaga kesinambungan koordinasi dengan aparat keamanan, sekaligus memastikan proyek-proyek ketenagalistrikan di Sulawesi Selatan berjalan lancar.
Senin, 27 Apr 2026 17:36
News
Sengketa Lahan di Maros Berujung Aduan ke Mabes Polri, Kabid Propam Polda Sulsel Terlapor
Seorang warga Kota Makassar, Andi Sarman melaporkan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Zulham Effendy, ke Divisi Propam Mabes Polri atas dugaan intervensi dalam penanganan perkara sengketa lahan di Moncongloe, Kabupaten Maros.
Jum'at, 10 Apr 2026 17:42
News
Viral Dugaan Penganiayaan di Toraja Utara, Dua Polisi Diperiksa
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) bergerak cepat menindaklanjuti dugaan keterlibatan personel Polres Toraja Utara dalam kasus penganiayaan di sebuah tempat hiburan malam di Kabupaten Toraja Utara.
Senin, 06 Apr 2026 16:37
Sulsel
Tim Gegana Musnahkan Granat Nanas Peninggalan Zaman Belanda di Palopo
Dalam upaya menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat, aparat kepolisian melalui Tim Gegana Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan melaksanakan pemusnahan bahan peledak berbahaya yang ditemukan di wilayah Kota Palopo pada Ahad (5/04/026) sekira pukul 10.00 WITA.
Minggu, 05 Apr 2026 16:18
News
Kapolri Dijadwalkan Resmikan Pusat Studi Kepolisian di Unhas
Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menuntaskan persiapan peluncuran Pusat Studi Kepolisian di Fakultas Hukum (FH) Unhas. Pusat studi tersebut dijadwalkan akan diresmikan oleh Kapolri.
Jum'at, 03 Apr 2026 05:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tambang Diduga Tanpa Izin Beroperasi di Bontoramba Jeneponto, Polisi Cek Lokasi
2
Siswa Athirah Belajar Sains Maritim dari Proses Pembuatan Kapal Phinisi di Tana Beru
3
Kapolsek Tamalatea Tutup Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Bontoramba
4
Lurah Empoang Selatan Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block
5
Mercure Makassar Luncurkan Menu Baru The Light dengan Konsep Non-Alkohol
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tambang Diduga Tanpa Izin Beroperasi di Bontoramba Jeneponto, Polisi Cek Lokasi
2
Siswa Athirah Belajar Sains Maritim dari Proses Pembuatan Kapal Phinisi di Tana Beru
3
Kapolsek Tamalatea Tutup Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Bontoramba
4
Lurah Empoang Selatan Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block
5
Mercure Makassar Luncurkan Menu Baru The Light dengan Konsep Non-Alkohol