Pemprov Sulsel Hidupkan Lagi Rute Makassar–Selayar, Tiket Kini Lebih Terjangkau
Minggu, 29 Mar 2026 16:50
Pemprov Sulsel kembali menghidupkan rute penerbangan Makassar–Selayar melalui program subsidi, setelah sebelumnya sempat terhenti akibat tingginya harga tiket dan minimnya jumlah penumpang.
MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) kembali menghidupkan rute penerbangan Makassar–Selayar melalui program subsidi, setelah sebelumnya sempat terhenti akibat tingginya harga tiket dan minimnya jumlah penumpang.
Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan maskapai Fly Jaya Air, dengan frekuensi penerbangan tiga kali dalam sepekan untuk rute pulang-pergi. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Sulsel dalam membuka konektivitas wilayah sekaligus mendorong sektor pariwisata dan perputaran ekonomi di Kepulauan Selayar.
Dalam wawancara pada Sabtu, 28 Maret 2026, sejumlah penumpang mengaku merasakan langsung manfaat dari program subsidi tersebut, terutama saat momentum arus mudik dan balik Lebaran.
Salah satu penumpang, drg Lilies Anggarwati Astuti, mengungkapkan bahwa dirinya memanfaatkan penerbangan subsidi untuk mudik ke Selayar bersama keluarga. “Iya, pas hari Lebaran, habis salat langsung terbang ke Selayar," sebutnya.
Awalnya berangkat rombongan bersepuluh orang, tapi hari itu yang kembali naik pesawat tinggal berempat orang, "Karena sebagian harus kembali kerja lebih dulu, saya seminggu di sana,” ujarnya.
Ia menyebut, dengan adanya penerbangan rutin tiga kali dalam seminggu, mobilitas masyarakat menjadi jauh lebih mudah. Bahkan, menurutnya, potensi wisata Selayar sangat besar untuk berkembang.
“Saya sempat ke Pantai Pinang, snorkeling dan diving. Banyak wisatawan asing juga di sana. Kalau fasilitasnya makin dilengkapi dan akses jalannya bagus, saya yakin Selayar bisa jadi nomor dua setelah Bali,” katanya.
Lilies juga menyoroti harga tiket yang jauh lebih terjangkau. Ia mengaku hanya mengeluarkan sekitar Rp2 juta untuk lima orang saat keberangkatan, jauh lebih murah dibandingkan destinasi wisata lain.
Pendapat serupa disampaikan Ahmad Hidayah, warga Makassar yang kerap bepergian ke Selayar karena faktor pekerjaan keluarga. Ia menilai program subsidi ini sangat membantu masyarakat, terutama dari sisi biaya.
Sebelumnya tiket bisa sampai Rp700 ribu hingga Rp1 juta, sekarang di kisaran Rp300 ribu sampai Rp400 ribu. "Ini sangat membantu masyarakat, baik untuk wisata maupun kebutuhan pekerjaan,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan frekuensinya seiring meningkatnya jumlah penumpang.
“Kalau bisa ke depan penerbangannya ditambah. Termasuk akses transportasi lanjutan dari bandara ke pusat kota Benteng dan sekitarnya agar lebih terhubung,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Fathia, yang memanfaatkan penerbangan subsidi untuk kembali bekerja di Selayar setelah mudik di Makassar.
“Dulu sebelum ada penerbangan, cukup sulit ke Selayar. Sekarang sangat membantu, lebih cepat dan murah. Perbedaannya jauh sekali," katanya.
Ia berharap program subsidi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa mendatang.
“Saya berterima kasih kepada Pemprov Sulsel, khususnya kepada Gubernur. Semoga subsidi ini terus ada karena sangat membantu kami,” ujarnya.
Dari sisi operator, Station Representative Fly Jaya Air untuk wilayah Ujung Pandang (Makassar), Syarir, juga menyampaikan apresiasi atas program subsidi penerbangan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemprov Sulsel dapat mendukung program prioritas ini, khususnya untuk rute-rute di wilayah Sulawesi seperti Bone, Selayar, Kendari, dan juga ke Balikpapan,” katanya.
Ia berharap program ini dapat terus berlanjut guna mendukung konektivitas antarwilayah dan meningkatkan aktivitas transportasi udara di daerah.
Dengan kembali beroperasinya rute Makassar–Selayar melalui skema subsidi, Pemprov Sulsel tidak hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah kepulauan.
Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan maskapai Fly Jaya Air, dengan frekuensi penerbangan tiga kali dalam sepekan untuk rute pulang-pergi. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Sulsel dalam membuka konektivitas wilayah sekaligus mendorong sektor pariwisata dan perputaran ekonomi di Kepulauan Selayar.
Dalam wawancara pada Sabtu, 28 Maret 2026, sejumlah penumpang mengaku merasakan langsung manfaat dari program subsidi tersebut, terutama saat momentum arus mudik dan balik Lebaran.
Salah satu penumpang, drg Lilies Anggarwati Astuti, mengungkapkan bahwa dirinya memanfaatkan penerbangan subsidi untuk mudik ke Selayar bersama keluarga. “Iya, pas hari Lebaran, habis salat langsung terbang ke Selayar," sebutnya.
Awalnya berangkat rombongan bersepuluh orang, tapi hari itu yang kembali naik pesawat tinggal berempat orang, "Karena sebagian harus kembali kerja lebih dulu, saya seminggu di sana,” ujarnya.
Ia menyebut, dengan adanya penerbangan rutin tiga kali dalam seminggu, mobilitas masyarakat menjadi jauh lebih mudah. Bahkan, menurutnya, potensi wisata Selayar sangat besar untuk berkembang.
“Saya sempat ke Pantai Pinang, snorkeling dan diving. Banyak wisatawan asing juga di sana. Kalau fasilitasnya makin dilengkapi dan akses jalannya bagus, saya yakin Selayar bisa jadi nomor dua setelah Bali,” katanya.
Lilies juga menyoroti harga tiket yang jauh lebih terjangkau. Ia mengaku hanya mengeluarkan sekitar Rp2 juta untuk lima orang saat keberangkatan, jauh lebih murah dibandingkan destinasi wisata lain.
Pendapat serupa disampaikan Ahmad Hidayah, warga Makassar yang kerap bepergian ke Selayar karena faktor pekerjaan keluarga. Ia menilai program subsidi ini sangat membantu masyarakat, terutama dari sisi biaya.
Sebelumnya tiket bisa sampai Rp700 ribu hingga Rp1 juta, sekarang di kisaran Rp300 ribu sampai Rp400 ribu. "Ini sangat membantu masyarakat, baik untuk wisata maupun kebutuhan pekerjaan,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan frekuensinya seiring meningkatnya jumlah penumpang.
“Kalau bisa ke depan penerbangannya ditambah. Termasuk akses transportasi lanjutan dari bandara ke pusat kota Benteng dan sekitarnya agar lebih terhubung,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Fathia, yang memanfaatkan penerbangan subsidi untuk kembali bekerja di Selayar setelah mudik di Makassar.
“Dulu sebelum ada penerbangan, cukup sulit ke Selayar. Sekarang sangat membantu, lebih cepat dan murah. Perbedaannya jauh sekali," katanya.
Ia berharap program subsidi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa mendatang.
“Saya berterima kasih kepada Pemprov Sulsel, khususnya kepada Gubernur. Semoga subsidi ini terus ada karena sangat membantu kami,” ujarnya.
Dari sisi operator, Station Representative Fly Jaya Air untuk wilayah Ujung Pandang (Makassar), Syarir, juga menyampaikan apresiasi atas program subsidi penerbangan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemprov Sulsel dapat mendukung program prioritas ini, khususnya untuk rute-rute di wilayah Sulawesi seperti Bone, Selayar, Kendari, dan juga ke Balikpapan,” katanya.
Ia berharap program ini dapat terus berlanjut guna mendukung konektivitas antarwilayah dan meningkatkan aktivitas transportasi udara di daerah.
Dengan kembali beroperasinya rute Makassar–Selayar melalui skema subsidi, Pemprov Sulsel tidak hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah kepulauan.
(GUS)
Berita Terkait
News
Di Hadapan Tomas Selayar, IAS: Laporkan Legislator yang Abai Dengar Aspirasi
Ketua Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) meminta tokoh masyarakat (tomas) Selayar jangan ragu menyampaikan aspirasi langsung ke kantor Golkar Selayar.
Sabtu, 03 Okt 2026 17:33
News
IAS Instruksikan Fraksi Golkar Kawal Pengembangan Pariwisata Selayar
IAS meminta jajaran legislator Partai Golkar di tingkat provinsi maupun Kabupaten Kepulauan Selayar tidak menutup mata terhadap potensi pariwisata daerah.
Sabtu, 03 Okt 2026 07:51
News
TransNusa Buka Penerbangan Rute Manado-Makassar-Bali
Maskapai TransNusa Aviation Mandiri resmi membuka rute penerbangan Manado-Makassar-Bali. Penerbangan perdana menuju Manado berlangsung dari Bandara Sultan Hasanuddin, Senin (28/9/2026).
Senin, 28 Sep 2026 18:03
News
PLN Siapkan PLTMG Selayar 10 MW untuk Perkuat Listrik Kepulauan
PLN menyiapkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Selayar berkapasitas 10 megawatt (MW) untuk memperkuat sistem kelistrikan di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Sabtu, 12 Sep 2026 07:15
Ekbis
GMR Bangun Bandara Kelas Dunia di Pesisir Timur India, Bidik Konektivitas Asia
Bandara yang dibangun oleh operator bandara India, GMR, tersebut diresmikan Perdana Menteri India Narendra Modi pada pekan ini.
Rabu, 05 Agu 2026 15:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut IAS Malam-malam, Nirwan Arifuddin Diminta Jaga Kesolidan Golkar Bulukumba
2
Demokrat Sulsel Ajak Pelajar SMA/SMK Belajar di Hotel, Tanamkan Pendidikan Politik Sejak Dini
3
IAS Instruksikan Fraksi Golkar Kawal Pengembangan Pariwisata Selayar
4
Kapolri Mutasi 88 Pati-Pamen, Mantan Ajudan JK Jadi Kapolda Sulsel
5
PLN Resmikan Dua Sumur Bor, 333 Guru & Murid di Soppeng Kini Nikmati Air Bersih
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut IAS Malam-malam, Nirwan Arifuddin Diminta Jaga Kesolidan Golkar Bulukumba
2
Demokrat Sulsel Ajak Pelajar SMA/SMK Belajar di Hotel, Tanamkan Pendidikan Politik Sejak Dini
3
IAS Instruksikan Fraksi Golkar Kawal Pengembangan Pariwisata Selayar
4
Kapolri Mutasi 88 Pati-Pamen, Mantan Ajudan JK Jadi Kapolda Sulsel
5
PLN Resmikan Dua Sumur Bor, 333 Guru & Murid di Soppeng Kini Nikmati Air Bersih