Lulus S3 di UIN Alauddin, Mahasiswi Brunei Sebut Pengalaman di Indonesia Tak Tergantikan
Sabtu, 04 Apr 2026 11:16
Prosesi wisuda Anisa binti Alamsyah di UIN Alauddin Makassar. Foto: Istimewa
GOWA - UIN Alauddin Makassar kembali mencatat capaian internasional melalui wisudawan program doktor (S3) asal Brunei Darussalam, Anisa binti Alamsyah. Ia mengikuti prosesi Wisuda Angkatan 117 yang digelar di Auditorium Kampus II Samata, Rabu (1/4/2026).
Anisa menempuh pendidikan pada program pascasarjana dengan konsentrasi Sejarah Peradaban Islam. Ia mengaku memilih UIN Alauddin Makassar karena reputasi Makassar sebagai salah satu pusat kajian sejarah Islam.
“Kalau ingin belajar sejarah Islam, disarankan ke Makassar, karena banyak pakar sejarah di sini,” ungkapnya.
Selama kurang lebih lima tahun menempuh pendidikan di Indonesia, Anisa mengaku memperoleh banyak pengalaman, baik secara akademik maupun dalam pembentukan karakter.
Menurutnya, kehidupan di lingkungan baru memberikan pelajaran penting tentang kemampuan beradaptasi, tanggung jawab, serta menjaga nilai diri dan keluarga di tengah masyarakat yang berbeda.
“Ketika kita berpindah ke tempat asing, itu bukan hanya menguji intelektual, tetapi juga karakter kita,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya nilai toleransi yang dipelajarinya selama berada di Indonesia. Keberagaman, menurutnya, menjadi ruang belajar untuk hidup berdampingan secara harmonis.
“Saya belajar bahwa perbedaan bukan sesuatu yang buruk, tetapi justru mengajarkan kita untuk bertoleransi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Anisa menyampaikan bahwa pengalaman menempuh pendidikan di Indonesia merupakan hal yang tidak tergantikan. Ia menilai Indonesia memiliki kekhasan, baik dari sisi sejarah maupun praktik keislaman.
“Pengalaman memilih Indonesia dan tinggal di sini adalah sesuatu yang tidak bisa saya tukarkan dengan negara lain,” tuturnya.
Ke depan, ia berkomitmen untuk terus melanjutkan tradisi belajar dan riset tanpa batasan usia maupun jenjang akademik.
“Saya sangat gemar belajar dan melakukan riset. Insya Allah, meskipun di usia lanjut, saya akan tetap melanjutkan studi di bidang lain,” ujarnya.
Sebagai penutup, Anisa menyampaikan pesan bagi mahasiswa, khususnya dalam dunia akademik.
“Tulisan yang baik bukanlah tulisan yang sempurna, tetapi tulisan yang siap,” pungkasnya.
Anisa menempuh pendidikan pada program pascasarjana dengan konsentrasi Sejarah Peradaban Islam. Ia mengaku memilih UIN Alauddin Makassar karena reputasi Makassar sebagai salah satu pusat kajian sejarah Islam.
“Kalau ingin belajar sejarah Islam, disarankan ke Makassar, karena banyak pakar sejarah di sini,” ungkapnya.
Selama kurang lebih lima tahun menempuh pendidikan di Indonesia, Anisa mengaku memperoleh banyak pengalaman, baik secara akademik maupun dalam pembentukan karakter.
Menurutnya, kehidupan di lingkungan baru memberikan pelajaran penting tentang kemampuan beradaptasi, tanggung jawab, serta menjaga nilai diri dan keluarga di tengah masyarakat yang berbeda.
“Ketika kita berpindah ke tempat asing, itu bukan hanya menguji intelektual, tetapi juga karakter kita,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya nilai toleransi yang dipelajarinya selama berada di Indonesia. Keberagaman, menurutnya, menjadi ruang belajar untuk hidup berdampingan secara harmonis.
“Saya belajar bahwa perbedaan bukan sesuatu yang buruk, tetapi justru mengajarkan kita untuk bertoleransi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Anisa menyampaikan bahwa pengalaman menempuh pendidikan di Indonesia merupakan hal yang tidak tergantikan. Ia menilai Indonesia memiliki kekhasan, baik dari sisi sejarah maupun praktik keislaman.
“Pengalaman memilih Indonesia dan tinggal di sini adalah sesuatu yang tidak bisa saya tukarkan dengan negara lain,” tuturnya.
Ke depan, ia berkomitmen untuk terus melanjutkan tradisi belajar dan riset tanpa batasan usia maupun jenjang akademik.
“Saya sangat gemar belajar dan melakukan riset. Insya Allah, meskipun di usia lanjut, saya akan tetap melanjutkan studi di bidang lain,” ujarnya.
Sebagai penutup, Anisa menyampaikan pesan bagi mahasiswa, khususnya dalam dunia akademik.
“Tulisan yang baik bukanlah tulisan yang sempurna, tetapi tulisan yang siap,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
UPZ UIN Alauddin Makassar Salurkan Bantuan UKT kepada 126 Mahasiswa
Unit Pengelola Zakat (UPZ) UIN Alauddin Makassar menyalurkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada 126 mahasiswa.
Senin, 17 Agu 2026 12:47
Sulsel
409 Mahasiswa UIN Alauddin Mengabdi di Bantaeng
Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, menerima 409 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Angkatan ke-79 di Halaman Kantor Bupati Bantaeng, Rabu (12/8).
Rabu, 12 Agu 2026 21:54
News
KREASI 2026 Jadi Ajang Solidaritas Mahasiswa Sistem Informasi UIN Alauddin
Mahasiswa Jurusan SI Angkatan 2025 FST UIN Alauddin Makassar menggelar puncak perayaan KREASI bertema "Satu Dekade, Satu Rumah, Satu Cerita" di Monumen Mandala, Minggu (2/8/2026).
Senin, 03 Agu 2026 07:23
News
GALAKSI 2026 UIN Alauddin Jadi Ajang Cetak Generasi Cerdas, Kreatif, dan Berakhlak
Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar menggelar Gebyar Lomba dan Kreasi Fisika (GALAKSI) 2026 di Gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) FTK UIN Alauddin, Kabupaten Gowa, Selasa-Rabu (28–29/7/2026).
Rabu, 29 Jul 2026 05:17
News
IKA FEBI UIN Alauddin Kukuhkan Pengurus, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah
Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui pelantikan BPC, Minggu (26/7/2026).
Senin, 27 Jul 2026 09:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Kurangi Penggunaan Pasir 8% Lewat Pemanfaatan Limbah Bata Ringan
2
PERADI Makassar Dorong Advokat Profesional, dan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum
3
Sidak RSUD I Lagaligo Wotu, Bupati Lutim Soroti Kebersihan hingga Komputer Lawas
4
Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
5
PLN & Kejaksaan Perkuat Pengawalan Hukum Proyek Kelistrikan di Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Kurangi Penggunaan Pasir 8% Lewat Pemanfaatan Limbah Bata Ringan
2
PERADI Makassar Dorong Advokat Profesional, dan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum
3
Sidak RSUD I Lagaligo Wotu, Bupati Lutim Soroti Kebersihan hingga Komputer Lawas
4
Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
5
PLN & Kejaksaan Perkuat Pengawalan Hukum Proyek Kelistrikan di Sulsel