Legislator DPRD Sulsel Desak Dinas Koperasi Transparan Soal Dana Hibah Wisata
Senin, 06 Apr 2026 08:52
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, Mallarangan Tutu, Senin (6/4/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Anggota Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mallarangan Tutu, menyoroti realisasi dana hibah di sektor pariwisata.
Sorotan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi B bersama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Rabu 1 April pekan lalu.
Dalam rapat itu, Mallarangan Tutu mempertanyakan transparansi penyaluran dana hibah yang dialokasikan ke sejumlah destinasi wisata. Ia meminta penjelasan rinci terkait lokasi penerima, mekanisme penyaluran, serta sistem pengawasan yang dilakukan.
"Perlu ada kejelasan, dana hibah ini disalurkan ke mana saja dan bagaimana pengawasannya di lapangan. Ini penting sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik,” tegasnya.
Ia menilai, penggunaan anggaran daerah tidak cukup hanya dilihat dari tingkat serapan, tetapi juga harus diukur dari dampaknya terhadap masyarakat.
"Yang harus menjadi fokus adalah manfaatnya. Apakah hibah ini benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata, atau hanya berhenti pada pembangunan fisik,” lanjut Mallarangan.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk menyajikan data yang lebih terbuka dan komprehensif. Data tersebut mencakup daftar penerima hibah serta evaluasi dampak sosial dan ekonomi dari program yang dijalankan.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan kebijakan dan penggunaan anggaran tepat sasaran, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Rapat kerja ini merupakan bagian dari pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2025, yang berfokus pada evaluasi pelaksanaan program dan penggunaan anggaran daerah.
Sorotan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi B bersama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Rabu 1 April pekan lalu.
Dalam rapat itu, Mallarangan Tutu mempertanyakan transparansi penyaluran dana hibah yang dialokasikan ke sejumlah destinasi wisata. Ia meminta penjelasan rinci terkait lokasi penerima, mekanisme penyaluran, serta sistem pengawasan yang dilakukan.
"Perlu ada kejelasan, dana hibah ini disalurkan ke mana saja dan bagaimana pengawasannya di lapangan. Ini penting sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik,” tegasnya.
Ia menilai, penggunaan anggaran daerah tidak cukup hanya dilihat dari tingkat serapan, tetapi juga harus diukur dari dampaknya terhadap masyarakat.
"Yang harus menjadi fokus adalah manfaatnya. Apakah hibah ini benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata, atau hanya berhenti pada pembangunan fisik,” lanjut Mallarangan.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk menyajikan data yang lebih terbuka dan komprehensif. Data tersebut mencakup daftar penerima hibah serta evaluasi dampak sosial dan ekonomi dari program yang dijalankan.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan kebijakan dan penggunaan anggaran tepat sasaran, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Rapat kerja ini merupakan bagian dari pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2025, yang berfokus pada evaluasi pelaksanaan program dan penggunaan anggaran daerah.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Ketua Fraksi LBK Ingin Sekretaris Golkar Sulsel Figur yang Lincah Bekerja
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Lukman B Kady menginginkan figur yang lincah untuk mengisi jabatan sekretaris DPD I Golkar Sulsel kedepan. Tujuannya untuk memudahkan kinerja Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai ketua terpilih.
Selasa, 18 Agu 2026 16:57
News
Program MYP Pemprov Sulsel Bikin Pembangunan Infrastruktur Kian Terarah
Program Multi Years Project (MYP) 2025-2027 yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman - Fatmawati Rusdi dinilai mampu mengubah pola pembangunan infrastruktur menjadi lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Selasa, 11 Agu 2026 16:36
News
PLN dan DPRD Sulsel Perkuat Sinergi Keandalan Listrik
PT PLN memperkuat sinergi dengan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sulawesi Selatan.
Sabtu, 08 Agu 2026 13:28
Sulsel
Pansus Temukan 50 Aset DLHK Sulsel Belum Bersertifikat, Ada yang Dikuasai Eks Pegawai
Pansus Pengelolaan Barang Milik Daerah terus mengejar aset Pemprov Sulsel untuk segera diamankan. Khususnya aset yang belum memiliki sertifikat.
Senin, 03 Agu 2026 14:10
News
Fatma Wahyuddin Kunjungi Korban Kebakaran Tallo, Bantu Warga Terdampak
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Fatma Wahyuddin, meninjau lokasi kebakaran di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sabtu (1/8/2026).
Minggu, 02 Agu 2026 05:11
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
1.464 Guru PPPK Luwu Timur Menanti Kepastian Kebijakan Pemerintah Pusat
2
Anak Aktif dan 'Bau Matahari', Ini Pertimbangan Orang Tua Memilih Personal Care
3
Buruan! Promo Merdeka Daya PLN Berakhir 25 Agustus 2026
4
Al Fath Scout SD Quran QAF Panen Prestasi, Sabet 10 Tropi SKALA 2026
5
Athirah Bekali 180 Kepala Sekolah di Makassar dengan Strategi Transformasi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
1.464 Guru PPPK Luwu Timur Menanti Kepastian Kebijakan Pemerintah Pusat
2
Anak Aktif dan 'Bau Matahari', Ini Pertimbangan Orang Tua Memilih Personal Care
3
Buruan! Promo Merdeka Daya PLN Berakhir 25 Agustus 2026
4
Al Fath Scout SD Quran QAF Panen Prestasi, Sabet 10 Tropi SKALA 2026
5
Athirah Bekali 180 Kepala Sekolah di Makassar dengan Strategi Transformasi