Pengunggahan Data Dukung Langkah Awal Wujudkan Reformasi Hukum
Senin, 06 Apr 2026 21:29
MAKASSAR - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan reformasi hukum dengan mengikuti Kick-Off Meeting Pengunggahan Data Dukung Penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) Tahun 2026 secara virtual, Senin (6/4/2026).
Kick Off ini menjadi langkah awal dalam proses pengunggahan data dukung melalui aplikasi IRH yang menjadi instrumen penting dalam menilai pelaksanaan reformasi hukum pada kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah. Kanwil Kemenkum Sulsel turut melibatkan jajaran analis hukum, analis kebijakan, hingga CPNS dalam mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk kesiapan institusi dalam mendukung agenda nasional.
Kepala Pusat Pemantauan, Peninjauan dan Pembangunan Hukum Nasional, Rahendro Jati, menyampaikab bahwa terdapat penyesuaian timeline pengunggahan data dukung IRH Tahun 2026, yang semula dijadwalkan pada 9–31 Maret menjadi 6–24 April 2026. Selain itu, adanya rencana pembaruan variabel penilaian IRH untuk tahun 2027 turut menjadi perhatian penting bagi seluruh peserta agar mulai mempersiapkan data dukung sejak dini.
Penguatan terhadap pentingnya pelaksanaan reformasi hukum juga ditegaskan oleh Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional, Min Usihen. Ia menyampaikan bahwa reformasi hukum memiliki keterkaitan erat dengan reformasi birokrasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, adaptif, dan akuntabel. Reformasi hukum, menurutnya, bertujuan menghadirkan regulasi yang berkualitas, konsisten, serta dapat dipertanggungjawabkan, sehingga mampu menjadi landasan kuat dalam setiap proses birokrasi.
Lebih lanjut, Min Usihen menekankan bahwa penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) menjadi instrumen penting untuk mengukur pelaksanaan reformasi hukum, mengendalikan tata kelola regulasi, sekaligus mengidentifikasi area perbaikan dalam pembentukan dan implementasi regulasi. Ia juga menggarisbawahi bahwa kunci keberhasilan pengunggahan data dukung IRH Tahun 2026 terletak pada penyusunan data yang terintegrasi, kolaboratif, serta didukung manajemen pelaksanaan yang baik antara tim kerja dan tim asesor.
Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Heny Widyawati, menyampaikan bahwa keikutsertaan Kanwil Kemenkum Sulsel dalam kick-off meeting ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya penguatan reformasi hukum yang terintegrasi.
“Pengunggahan data dukung IRH bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bagian penting dalam memastikan kualitas regulasi dan tata kelola hukum yang akuntabel. Oleh karena itu, kami mendorong seluruh tim kerja untuk mempersiapkan data secara terstruktur, terintegrasi, dan tepat waktu,” ujar Heny.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar tim dalam menyusun data dukung yang tidak hanya lengkap, tetapi juga mampu mencerminkan capaian kinerja reformasi hukum di lingkungan Kanwil Kemenkum Sulsel.
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, menegaskan bahwa partisipasi aktif dalam proses pengunggahan data dukung IRH merupakan langkah strategis dalam mendukung reformasi birokrasi secara menyeluruh.
“Reformasi hukum menjadi fondasi utama dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, transparan, dan berintegritas. Melalui penguatan Indeks Reformasi Hukum, kita tidak hanya mengukur capaian, tetapi juga mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki,” tegas Andi Basmal.
Dengan mengikuti kick-off meeting ini, Kanwil Kemenkum Sulsel berharap dapat berkontribusi optimal dalam mendukung terwujudnya reformasi hukum yang berdampak nyata, sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju birokrasi berkelas dunia dan Indonesia Emas 2045.
Kick Off ini menjadi langkah awal dalam proses pengunggahan data dukung melalui aplikasi IRH yang menjadi instrumen penting dalam menilai pelaksanaan reformasi hukum pada kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah. Kanwil Kemenkum Sulsel turut melibatkan jajaran analis hukum, analis kebijakan, hingga CPNS dalam mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk kesiapan institusi dalam mendukung agenda nasional.
Kepala Pusat Pemantauan, Peninjauan dan Pembangunan Hukum Nasional, Rahendro Jati, menyampaikab bahwa terdapat penyesuaian timeline pengunggahan data dukung IRH Tahun 2026, yang semula dijadwalkan pada 9–31 Maret menjadi 6–24 April 2026. Selain itu, adanya rencana pembaruan variabel penilaian IRH untuk tahun 2027 turut menjadi perhatian penting bagi seluruh peserta agar mulai mempersiapkan data dukung sejak dini.
Penguatan terhadap pentingnya pelaksanaan reformasi hukum juga ditegaskan oleh Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional, Min Usihen. Ia menyampaikan bahwa reformasi hukum memiliki keterkaitan erat dengan reformasi birokrasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, adaptif, dan akuntabel. Reformasi hukum, menurutnya, bertujuan menghadirkan regulasi yang berkualitas, konsisten, serta dapat dipertanggungjawabkan, sehingga mampu menjadi landasan kuat dalam setiap proses birokrasi.
Lebih lanjut, Min Usihen menekankan bahwa penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) menjadi instrumen penting untuk mengukur pelaksanaan reformasi hukum, mengendalikan tata kelola regulasi, sekaligus mengidentifikasi area perbaikan dalam pembentukan dan implementasi regulasi. Ia juga menggarisbawahi bahwa kunci keberhasilan pengunggahan data dukung IRH Tahun 2026 terletak pada penyusunan data yang terintegrasi, kolaboratif, serta didukung manajemen pelaksanaan yang baik antara tim kerja dan tim asesor.
Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Heny Widyawati, menyampaikan bahwa keikutsertaan Kanwil Kemenkum Sulsel dalam kick-off meeting ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya penguatan reformasi hukum yang terintegrasi.
“Pengunggahan data dukung IRH bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bagian penting dalam memastikan kualitas regulasi dan tata kelola hukum yang akuntabel. Oleh karena itu, kami mendorong seluruh tim kerja untuk mempersiapkan data secara terstruktur, terintegrasi, dan tepat waktu,” ujar Heny.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar tim dalam menyusun data dukung yang tidak hanya lengkap, tetapi juga mampu mencerminkan capaian kinerja reformasi hukum di lingkungan Kanwil Kemenkum Sulsel.
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, menegaskan bahwa partisipasi aktif dalam proses pengunggahan data dukung IRH merupakan langkah strategis dalam mendukung reformasi birokrasi secara menyeluruh.
“Reformasi hukum menjadi fondasi utama dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, transparan, dan berintegritas. Melalui penguatan Indeks Reformasi Hukum, kita tidak hanya mengukur capaian, tetapi juga mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki,” tegas Andi Basmal.
Dengan mengikuti kick-off meeting ini, Kanwil Kemenkum Sulsel berharap dapat berkontribusi optimal dalam mendukung terwujudnya reformasi hukum yang berdampak nyata, sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju birokrasi berkelas dunia dan Indonesia Emas 2045.
(GUS)
Berita Terkait
News
Kopi Arabika Kahayya Sulsel Diperkenalkan di Kantor Paten Denmark
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel), Andi Basmal, memperkenalkan Kopi Arabika Kahayya, produk Indikasi Geografis kebanggaan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dalam kunjungan lapangan ke Danish Patent and Trademark Office (
Selasa, 08 Sep 2026 06:36
News
Kanwil Kemenkum Sulsel Ikuti Coaching Penguatan Manajemen ASN
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengikuti Coaching Penguatan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Hukum yang diselenggarakan oleh Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum secara virtual, Senin (7/9/2026).
Senin, 07 Sep 2026 21:22
News
Andi Basmal Imbau Pedomani Arahan Sekjen Mengenai Pengelolaan BMN
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel), Andi Basmal, mengimbau seluruh jajaran untuk memedomani arahan Sekretaris Jenderal Kemenkum terkait pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan pengadaan barang/jasa (PBJ).
Minggu, 06 Sep 2026 22:06
News
Kemenkum Sulsel Ikuti Forum PASTI Ada Solusi, Perkuat Pelayanan Publik yang Responsif
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengikuti secara virtual Forum Pengaduan Pelayanan Publik “PASTI ADA SOLUSI bersama Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas
Sabtu, 05 Sep 2026 10:00
Sulsel
Kunjungi Tiga Dinas di Tana Toraja, Rancang Perlindungan Kekayaan Intelektual Daerah
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mendatangi tiga perangkat daerah Kabupaten Tana Toraja sekaligus, Rabu (2/9/2026), untuk bersinergi dalam pengembangan dan pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) daerah.
Jum'at, 04 Sep 2026 14:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dinilai Punya Kans Besar di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Tunggu Momentum Tepat
2
UMI Gelar Pekan Pesantren Maba 2026, Fokus Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah
3
Polda Sulsel Tangkap 22 Passobis, Kerugian Korban Tembus Rp1,1 Miliar
4
Erupsi Anak Krakatau, 14 Penerbangan Menuju Soekarno Hatta Dibatalkan
5
Pertamina Patra Niaga Beri Sanksi Pembinaan kepada 86 SPBU di Sulawesi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dinilai Punya Kans Besar di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Tunggu Momentum Tepat
2
UMI Gelar Pekan Pesantren Maba 2026, Fokus Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah
3
Polda Sulsel Tangkap 22 Passobis, Kerugian Korban Tembus Rp1,1 Miliar
4
Erupsi Anak Krakatau, 14 Penerbangan Menuju Soekarno Hatta Dibatalkan
5
Pertamina Patra Niaga Beri Sanksi Pembinaan kepada 86 SPBU di Sulawesi