Poltekpar Makassar Perkuat Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Geopark Maros–Pangkep
Rabu, 22 Apr 2026 11:42
Poltekpar Makassar melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam rangka mendukung pengembangan Geopark Maros-Pangkep.
MAKASSAR - Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam rangka mendukung pengembangan kawasan Geopark Maros–Pangkep.
Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,dan berfokus pada penguatan tata kelola desa wisata berbasis masyarakat dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan survei lapangan dan persiapan pada 17 April 2026. Selanjutnya, pada 18 April 2026 kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Balleangin, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep dengan tema “Tata Kelola Kawasan Wisata Geopark untuk Pengelolaan Desa Wisata Ekowisata dan Community-Based Tourism (CBT)”.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 19 April 2026 di Desa Tunikamaseang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros dengan tema “Pengelolaan Potensi Alam dan Budaya Desa dalam Mendukung Desa Wisata Ramah Lingkungan”.
Sebanyak 70 peserta terlibat dalam kegiatan ini, dengan masing-masing lokasi diikuti oleh 35 peserta yang mayoritas merupakan perempuan, ibu rumah tangga, serta pemuda penggerak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Keterlibatan masyarakat lokal menjadi fokus utama dalam mendorong pengelolaan destinasi wisata yang partisipatif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari internal Poltekpar Makassar, yakni Dr Windra Aini, Muh Rusdi, M Hum, Mukarramah Machmud; dan Rani Dian Aryani Rasyid. Selain itu, turut hadir narasumber eksternal, yaitu Muliati, selaku Kepala Kelurahan Balleangin dan Hasrul, selaku Sekretaris Desa Tunikamaseang.
Sekretaris P3M Poltekpar Makassar, Dr Muh. Yahya, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis ekowisata. “Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam tata kelola desa wisata yang mengedepankan prinsip partisipasi aktif dan keberlanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala P3M Poltekpar Makassar, Prof Ilham Junaid, yang mewakili Direktur Poltekpar Makassar, menegaskan pentingnya pengembangan Geopark sebagai ruang kolaboratif.
“Geopark Maros–Pangkep tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal menuju keberlanjutan,” tegasnya.
Turut hadir perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep yang menyampaikan apresiasi atas konsistensi Poltekpar Makassar dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
Sebagai luaran kegiatan, peserta memperoleh peningkatan pengetahuan dan wawasan terkait pengelolaan desa wisata, serta dukungan berupa media promosi seperti topi dan baju bertema Geopark Maros–Pangkep. Selain itu, dilakukan pula pemasangan papan informasi di masing-masing lokasi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan.
Melalui kegiatan ini, Poltekpar Makassar menegaskan perannya dalam mendorong sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis ilmu pengetahuan, kearifan lokal, dan prinsip keberlanjutan.
Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,dan berfokus pada penguatan tata kelola desa wisata berbasis masyarakat dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan survei lapangan dan persiapan pada 17 April 2026. Selanjutnya, pada 18 April 2026 kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Balleangin, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep dengan tema “Tata Kelola Kawasan Wisata Geopark untuk Pengelolaan Desa Wisata Ekowisata dan Community-Based Tourism (CBT)”.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 19 April 2026 di Desa Tunikamaseang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros dengan tema “Pengelolaan Potensi Alam dan Budaya Desa dalam Mendukung Desa Wisata Ramah Lingkungan”.
Sebanyak 70 peserta terlibat dalam kegiatan ini, dengan masing-masing lokasi diikuti oleh 35 peserta yang mayoritas merupakan perempuan, ibu rumah tangga, serta pemuda penggerak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Keterlibatan masyarakat lokal menjadi fokus utama dalam mendorong pengelolaan destinasi wisata yang partisipatif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari internal Poltekpar Makassar, yakni Dr Windra Aini, Muh Rusdi, M Hum, Mukarramah Machmud; dan Rani Dian Aryani Rasyid. Selain itu, turut hadir narasumber eksternal, yaitu Muliati, selaku Kepala Kelurahan Balleangin dan Hasrul, selaku Sekretaris Desa Tunikamaseang.
Sekretaris P3M Poltekpar Makassar, Dr Muh. Yahya, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis ekowisata. “Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam tata kelola desa wisata yang mengedepankan prinsip partisipasi aktif dan keberlanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala P3M Poltekpar Makassar, Prof Ilham Junaid, yang mewakili Direktur Poltekpar Makassar, menegaskan pentingnya pengembangan Geopark sebagai ruang kolaboratif.
“Geopark Maros–Pangkep tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal menuju keberlanjutan,” tegasnya.
Turut hadir perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep yang menyampaikan apresiasi atas konsistensi Poltekpar Makassar dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
Sebagai luaran kegiatan, peserta memperoleh peningkatan pengetahuan dan wawasan terkait pengelolaan desa wisata, serta dukungan berupa media promosi seperti topi dan baju bertema Geopark Maros–Pangkep. Selain itu, dilakukan pula pemasangan papan informasi di masing-masing lokasi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan.
Melalui kegiatan ini, Poltekpar Makassar menegaskan perannya dalam mendorong sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis ilmu pengetahuan, kearifan lokal, dan prinsip keberlanjutan.
(GUS)
Berita Terkait
Makassar City
Poltekbos Benchmarking Kurikulum Perhotelan ke Poltekpar Makassar
Program Studi (Prodi) Perhotelan Politeknik Bosowa (Poltekbos) melakukan audiensi dan benchmarking kurikulum ke Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar.
Selasa, 05 Mei 2026 19:52
Sulsel
650 Mahasiswa Poltekpar Makassar Ikuti Headway Test, Kolaborasi Strategis Berbasis Teknologi
650 mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar mengikuti Headway Test serentak, di Auditorium i wayan bendhi pada Kamis (16/4/2026).
Kamis, 16 Apr 2026 15:23
News
Poltekpar Makassar Buka Puasa Bersama Civitas, Mitra hingga Anak Yatim
Politeknik Negeri Pariwisata (Poltekpar) Makassar menggelar kegiatan buka puasa bersama civitas akademika, mitra kerja, dan puluhan anak yatim di Hotel d’Anjong, Jumat (6/3/2026).
Jum'at, 06 Mar 2026 23:34
News
Poltekpar Makassar Latih Pengelolaan Wisata dan Kuliner di Pantai Layar Putih
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dalam mengelola destinasi wisata dan usaha kuliner secara profesional, bersih, dan berkelanjutan.
Sabtu, 13 Des 2025 19:59
News
Perkuat Mutu Pendidikan, Sekolah Islam Athirah Gandeng Tiga Kampus Ternama
Sekolah Islam Athirah terus meningkatkan mutu pendidikan dengan menjalin kerja sama strategis bersama tiga perguruan tinggi ternama di Sulawesi Selatan.
Sabtu, 18 Okt 2025 13:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
4
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi
5
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
4
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi
5
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi