Idrus Marham: Menteri Tak Produktif Harus Diganti, Reshuffle Jadi Kunci Akselerasi Kabinet

Senin, 27 Apr 2026 08:04
Idrus Marham: Menteri Tak Produktif Harus Diganti, Reshuffle Jadi Kunci Akselerasi Kabinet
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham. Foto: Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Wacana perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mencuat di ruang publik. Sinyal tersebut menguat setelah Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan pernyataan singkat yang memicu spekulasi.

“Tunggu saja,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan tanpa merinci waktu pelaksanaan reshuffle dan menegaskan bahwa penjelasan resmi akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah berkembangnya isu tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menyampaikan pandangan yang lebih substantif. Ia menilai bahwa inti persoalan pemerintahan saat ini bukan semata soal pergantian figur, melainkan bagaimana memastikan kinerja kabinet berjalan optimal sesuai visi besar presiden.

Menurut Idrus, terdapat setidaknya lima fondasi pemikiran yang telah diletakkan oleh Presiden Prabowo sebagai arah kebijakan nasional.

Pertama, presiden sejak awal telah menetapkan prinsip-prinsip dasar pembangunan yang bertumpu pada kesadaran berbangsa dan bernegara. Dalam kerangka ini, Pancasila ditegaskan sebagai ideologi sekaligus panduan utama dalam penyelenggaraan negara.

Kedua, Prabowo menegaskan Indonesia sebagai “rumah besar bersama” yang harus dirawat secara kolektif. Gagasan ini menekankan pentingnya inklusivitas dan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa dalam menjaga keberlangsungan negara.

Ketiga, pembangunan nasional harus berakar pada realitas kemajemukan. Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya, menurut Idrus, menuntut adanya penekanan kuat pada persatuan dan kesatuan sebagai fondasi utama stabilitas nasional.

Keempat, presiden telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis sebagai implementasi visi pembangunan, termasuk ketahanan dan kemandirian pangan, ketahanan energi, hilirisasi sumber daya alam, serta kesinambungan pembangunan. Agenda ini, kata Idrus, merupakan arah konkret yang seharusnya menjadi pedoman kerja seluruh menteri.

Kelima, pembentukan Kabinet Merah Putih merupakan langkah untuk mengakomodasi berbagai potensi bangsa. Para menteri dipilih untuk menjadi tim kerja yang solid dalam menerjemahkan visi presiden ke dalam kebijakan operasional. Bahkan, konsolidasi internal melalui Retret kabinet telah dilakukan guna menyatukan persepsi dan langkah.

Sejalan dengan lima fondasi tersebut, Idrus menegaskan bahwa tidaklah arif jika kritik yang berkembang di ruang publik justru mengarah pada tuntutan agar presiden mundur. Menurutnya, persoalan utama bukan berada pada kepemimpinan presiden, melainkan pada tataran implementasi kebijakan di level kementerian.

“Tidaklah bijaksana apabila secara serta-merta muncul suara-suara yang meminta presiden turun. Masalahnya bukan pada presiden, tetapi pada pembantu-pembantunya,” ujar Idrus.

Pada hakekatnya reshuffle itu bukan sekedar sebuah evaluasi kinerja saja, tapi juga merupakan strategi untuk mendorong penguatan kapasitas kelembagaan, optimalisasi koordinasi, dan efektivitas dalam menjalankan agenda negara. Kita mafhum bahwa pemikiran yang berkait dengan isu resufle juga tak bisa dipisahkan dari menguatnya harapan dan kepercayaan publik pada efektifas kepemimpinan Presiden Prabowo.

Karena bagaimana pun reshuffle yang tepat, bisa menjadi energi baru bagi penyesuaian strategi pemerintahan agar lebih responsif terhadap situasi ekonomi, sosial, maupun politik.

Dengan kata lain, isu reshuffle bukan sekadar pergantian figur, tetapi juga sinyal bahwa arah kebijakan dan konsolidasi kekuasaan sedang ditata ulang untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat legitimasi pemerintahan.

Di sini Idrus menekankan pentingnya langkah revitalisasi terhadap jajaran kabinet guna mendorong akselerasi kinerja yang lebih efektif dan produktif. Upaya tersebut dinilai krusial agar seluruh program prioritas dapat berjalan optimal sebagai penjabaran dari visi besar presiden, termasuk agenda Asta Cita.

Oleh karena itu yang perlu kita dorong adalah bagaimana presiden melakukan revitalisasi pembantu-pembantunya untuk memastikan adanya akselerasi kinerja kabinet yang lebih efektif,” lanjutnya.

Idrus juga mengajak seluruh elemen untuk memberikan masukan kepada presiden secara objektif dan faktual. Menurutnya, kritik yang konstruktif akan membantu memastikan pemerintahan berjalan lebih solid, responsif, dan mampu menjawab berbagai tantangan.Dalam konteks ini, evaluasi menjadi keniscayaan.

Seiring perjalanan pemerintahan, presiden sebagai pengambil keputusan memiliki kewajiban untuk menilai kinerja para pembantunya secara objektif dan berbasis data di lapangan.Idrus menegaskan bahwa reshuffle merupakan instrumen yang sah dalam sistem pemerintahan presidensial dan dapat digunakan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas kabinet.

“Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia,” tegasnya.Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian kapan reshuffle akan dilakukan.

Publik masih menunggu langkah konkret Presiden Prabowo, apakah akan segera merombak susunan kabinet atau menjadikan isu ini sebagai dorongan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.

Bagi Idrus, yang terpenting bukanlah momentum reshuffle itu sendiri, melainkan hasil yang ingin dicapai. Ia menegaskan bahwa tujuan utama evaluasi adalah memastikan kabinet bekerja lebih solid, responsif, dan mampu menerjemahkan visi presiden secara nyata, sehingga pemerintahan dapat berjalan efektif dalam menjawab tantangan nasional maupun global.
(UMI)
Berita Terkait
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Siapkan Festival Dunia Baru Islam
News
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Siapkan Festival Dunia Baru Islam
Menteri Sosial Indonesia (2018) Idrus Marham, terpilih sebagai Ketua Umum Forum Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (IKA PTKIN) Indonesia. Ketua Alumni UIN Alauddin Makassar ini terpilih dalam Pertemuan Nasional yang digelar 23-25 April 2026.
Sabtu, 25 Apr 2026 10:33
Menteri ESDM Disorot Survei, Idrus Marham Tegaskan Bahlih jadi Garda Depan Energi Nasional
News
Menteri ESDM Disorot Survei, Idrus Marham Tegaskan Bahlih jadi Garda Depan Energi Nasional
Hasil survei Lembaga Survei Studi Indonesia Raya (LSSIR) yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam kategori “bermasalah” memantik respons keras dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham.
Senin, 13 Apr 2026 16:23
Idrus Marham: Kebijakan Presiden Prabowo Sudah Tepat, Tapi Gagal Dijelaskan Menteri dan Jubirnya
News
Idrus Marham: Kebijakan Presiden Prabowo Sudah Tepat, Tapi Gagal Dijelaskan Menteri dan Jubirnya
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham melontarkan kritik tajam terhadap Menteri dan Juru Bicara Presiden Prabowo Subianto.
Minggu, 29 Mar 2026 13:36
Prabowo Kantongi Data Intelijen Pengamat Titipan, Idrus Marham: Kritik Harus Jujur dan Tak Bermuatan Kepentingan
News
Prabowo Kantongi Data Intelijen Pengamat Titipan, Idrus Marham: Kritik Harus Jujur dan Tak Bermuatan Kepentingan
Presiden Prabowo Subianto mengaku telah mengantongi data intelijen terkait pihak-pihak yang diduga membiayai sejumlah pengamat politik yang kerap mengkritik pemerintah.
Selasa, 17 Mar 2026 16:01
Idrus Marham Kecam Serangan AS–Israel: Ini Luka Kemanusiaan dan Ancaman Perdamaian Dunia
News
Idrus Marham Kecam Serangan AS–Israel: Ini Luka Kemanusiaan dan Ancaman Perdamaian Dunia
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik yang mengkoordinasikan Bidang Luar Negeri, Idrus Marham, mengecam keras serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari 2026.
Senin, 02 Mar 2026 10:34
Berita Terbaru