Idrus Marham Bantah Bahlil Bidik Pilpres 2029, Fokusnya Sukseskan Prabowo dan Besarkan Golkar
Kamis, 11 Jun 2026 17:57
Kolase foto Idrus Marham dan Bahlil Lahadalia. Foto: Istimewa
JAKARTA - Wacana munculnya Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam bursa calon presiden atau calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendapat bantahan dari internal partainya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menegaskan, hingga saat ini Bahlil belum pernah membicarakan ambisi politik menuju Pilpres 2029. Menurut dia, fokus Bahlil sebagai ketua umum partai adalah memperkuat konsolidasi internal, membesarkan Golkar, meningkatkan perolehan kursi partai, dan Mensukseskan Pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Sejak menjadi ketua umum, komitmen Pak Bahlil adalah bagaimana konsolidasi internal partai dan bagaimana menambah kursi, serta sukses Pemerintahan Prabowo-Gibran. Fokusnya di situ. Tidak pernah bicara tentang calon presiden,” ujar Idrus.
Pernyataan Idrus tersebut merespons pandangan Direktur Eksekutif Ethical Politics Hasyibulloh Mulyawan yang menilai Bahlil mulai memiliki peluang masuk dalam konfigurasi politik Pilpres 2029.
Hasyibulloh sebelumnya menyebut popularitas Bahlil meningkat setelah fenomena lagu viral “MBG” atau “Mas Bahlil Ganteng” di media sosial. Menurut dia, fenomena tersebut berpotensi menjadi modal popularitas politik bagi Bahlil menuju kontestasi nasional.
Namun Idrus menilai, menarik isu tersebut langsung ke arah pencalonan presiden terlalu jauh dan dapat menimbulkan persepsi yang keliru.
“Kalau ada opini dibuat begitu, itu opini yang sangat menyesatkan menurut saya. Ini sama dengan mengadu domba,” kata Idrus.
Idrus mengatakan, untuk memahami sikap, pemikiran, serta komitmen politik Bahlil ke depan, perlu melihat gagasan yang dituangkan dalam buku karya Bahlil berjudul “Karya Kekaryaan: Eskalator Kesinambungan Pembangunan dan Kepemimpinan Nasional.”
Menurut Idrus, dalam buku tersebut Bahlil telah menjelaskan arah pemikirannya mengenai kesinambungan pembangunan dan kepemimpinan nasional. Fokus utama yang disampaikan, kata Idrus, adalah bagaimana menyukseskan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada periode saat ini.
“Untuk memahami pikiran, komitmen, sikap dan pemikiran politik Pak Bahlil ke depan, itu sudah diuraikan dalam bukunya. Fokusnya adalah bagaimana mensukseskan kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini,” ujar Idrus.
Ia menambahkan, keberhasilan pemerintahan Prabowo saat ini dinilai menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional ke depan.
“Kalau Pak Prabowo sukses pada periode ini, maka itu menjadi eskalator menuju periode berikutnya,” kata Idrus.
Dalam buku tersebut, lanjut Idrus, Bahlil juga menyampaikan gagasan mengenai pentingnya membangun koalisi permanen ke depan bersama Partai Golkar dan partai-partai pendukung lainnya di bawah kepemimpinan Prabowo.
“Di dalam buku itu Pak Bahlil menyampaikan perlunya koalisi permanen ke depan bersama Golkar, tentu di bawah pimpinan Pak Prabowo. Itu yang menjadi gagasan yang disampaikan,” ujarnya.
Idrus menilai Bahlil tidak bisa dipandang sama dengan politisi lain karena perjalanan politiknya dibentuk melalui proses panjang sebagai aktivis dan kader yang ditempa dalam perjuangan.
“Pak Bahlil adalah seorang aktivis yang ditopang oleh perjuangan panjang. Tidak boleh dilihat sama dengan politisi lain,” kata Idrus.
Ia menegaskan, karakter politik Bahlil selama ini menunjukkan konsistensi antara pernyataan dan tindakan.
“Pak Bahlil selama ini menyampaikan gagasan, pikiran, sikap dan komitmen politiknya itu satu kata dan perbuatan,” ujarnya.
Menurut Idrus, hal tersebut tercermin dari sikap Bahlil sejak dipercaya memimpin Golkar hingga menjadi bagian dari pemerintahan saat ini.
“Karena itu Pak Bahlil tetap konsisten bahwa fokusnya adalah membesarkan partai, menambah kursi, dan bagaimana kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini sukses,” kata Idrus.
Ia menegaskan Partai Golkar saat ini berada dalam posisi mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, keberhasilan pemerintah menjadi prioritas karena akan menentukan arah politik nasional ke depan.
“Pemimpin kita adalah Pak Prabowo sekarang. Bagaimana pemerintahan ini sukses. Kalau Pak Prabowo sukses, tentu itu bisa menjadi eskalator menuju periode selanjutnya,” ujar Idrus.
Sebelumnya, nama Bahlil kembali ramai diperbincangkan publik setelah lagu parodi “MBG Mas Bahlil Ganteng” viral di sejumlah platform media sosial. Lagu tersebut menjadi fenomena digital dan digunakan dalam berbagai konten kreatif warganet.
Meski demikian, Idrus menilai popularitas di ruang digital tidak otomatis dapat diterjemahkan sebagai agenda politik.
Ia menegaskan Golkar belum membicarakan konfigurasi kandidat Pilpres 2029 dan tetap fokus memperkuat organisasi serta mengawal pemerintahan.
“Opini boleh dibuat, tetapi secara politik praktis, Golkar fokus bekerja dan membesarkan partai,” pungkas Idrus.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menegaskan, hingga saat ini Bahlil belum pernah membicarakan ambisi politik menuju Pilpres 2029. Menurut dia, fokus Bahlil sebagai ketua umum partai adalah memperkuat konsolidasi internal, membesarkan Golkar, meningkatkan perolehan kursi partai, dan Mensukseskan Pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Sejak menjadi ketua umum, komitmen Pak Bahlil adalah bagaimana konsolidasi internal partai dan bagaimana menambah kursi, serta sukses Pemerintahan Prabowo-Gibran. Fokusnya di situ. Tidak pernah bicara tentang calon presiden,” ujar Idrus.
Pernyataan Idrus tersebut merespons pandangan Direktur Eksekutif Ethical Politics Hasyibulloh Mulyawan yang menilai Bahlil mulai memiliki peluang masuk dalam konfigurasi politik Pilpres 2029.
Hasyibulloh sebelumnya menyebut popularitas Bahlil meningkat setelah fenomena lagu viral “MBG” atau “Mas Bahlil Ganteng” di media sosial. Menurut dia, fenomena tersebut berpotensi menjadi modal popularitas politik bagi Bahlil menuju kontestasi nasional.
Namun Idrus menilai, menarik isu tersebut langsung ke arah pencalonan presiden terlalu jauh dan dapat menimbulkan persepsi yang keliru.
“Kalau ada opini dibuat begitu, itu opini yang sangat menyesatkan menurut saya. Ini sama dengan mengadu domba,” kata Idrus.
Idrus mengatakan, untuk memahami sikap, pemikiran, serta komitmen politik Bahlil ke depan, perlu melihat gagasan yang dituangkan dalam buku karya Bahlil berjudul “Karya Kekaryaan: Eskalator Kesinambungan Pembangunan dan Kepemimpinan Nasional.”
Menurut Idrus, dalam buku tersebut Bahlil telah menjelaskan arah pemikirannya mengenai kesinambungan pembangunan dan kepemimpinan nasional. Fokus utama yang disampaikan, kata Idrus, adalah bagaimana menyukseskan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada periode saat ini.
“Untuk memahami pikiran, komitmen, sikap dan pemikiran politik Pak Bahlil ke depan, itu sudah diuraikan dalam bukunya. Fokusnya adalah bagaimana mensukseskan kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini,” ujar Idrus.
Ia menambahkan, keberhasilan pemerintahan Prabowo saat ini dinilai menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional ke depan.
“Kalau Pak Prabowo sukses pada periode ini, maka itu menjadi eskalator menuju periode berikutnya,” kata Idrus.
Dalam buku tersebut, lanjut Idrus, Bahlil juga menyampaikan gagasan mengenai pentingnya membangun koalisi permanen ke depan bersama Partai Golkar dan partai-partai pendukung lainnya di bawah kepemimpinan Prabowo.
“Di dalam buku itu Pak Bahlil menyampaikan perlunya koalisi permanen ke depan bersama Golkar, tentu di bawah pimpinan Pak Prabowo. Itu yang menjadi gagasan yang disampaikan,” ujarnya.
Idrus menilai Bahlil tidak bisa dipandang sama dengan politisi lain karena perjalanan politiknya dibentuk melalui proses panjang sebagai aktivis dan kader yang ditempa dalam perjuangan.
“Pak Bahlil adalah seorang aktivis yang ditopang oleh perjuangan panjang. Tidak boleh dilihat sama dengan politisi lain,” kata Idrus.
Ia menegaskan, karakter politik Bahlil selama ini menunjukkan konsistensi antara pernyataan dan tindakan.
“Pak Bahlil selama ini menyampaikan gagasan, pikiran, sikap dan komitmen politiknya itu satu kata dan perbuatan,” ujarnya.
Menurut Idrus, hal tersebut tercermin dari sikap Bahlil sejak dipercaya memimpin Golkar hingga menjadi bagian dari pemerintahan saat ini.
“Karena itu Pak Bahlil tetap konsisten bahwa fokusnya adalah membesarkan partai, menambah kursi, dan bagaimana kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini sukses,” kata Idrus.
Ia menegaskan Partai Golkar saat ini berada dalam posisi mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, keberhasilan pemerintah menjadi prioritas karena akan menentukan arah politik nasional ke depan.
“Pemimpin kita adalah Pak Prabowo sekarang. Bagaimana pemerintahan ini sukses. Kalau Pak Prabowo sukses, tentu itu bisa menjadi eskalator menuju periode selanjutnya,” ujar Idrus.
Sebelumnya, nama Bahlil kembali ramai diperbincangkan publik setelah lagu parodi “MBG Mas Bahlil Ganteng” viral di sejumlah platform media sosial. Lagu tersebut menjadi fenomena digital dan digunakan dalam berbagai konten kreatif warganet.
Meski demikian, Idrus menilai popularitas di ruang digital tidak otomatis dapat diterjemahkan sebagai agenda politik.
Ia menegaskan Golkar belum membicarakan konfigurasi kandidat Pilpres 2029 dan tetap fokus memperkuat organisasi serta mengawal pemerintahan.
“Opini boleh dibuat, tetapi secara politik praktis, Golkar fokus bekerja dan membesarkan partai,” pungkas Idrus.
(UMI)
Berita Terkait
News
Idrus Marham: Polemik Film Pesta Babi Harus Jadi Momentum Perkuat Nasionalisme
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham justru melihat polemik itu sebagai momentum penting untuk merefleksikan kembali cara pandang kebangsaan dalam melihat pembangunan di berbagai daerah, termasuk di Merauke, Papua Selatan.
Senin, 08 Jun 2026 21:04
News
Idrus Marham: Film Pesta Babi Justru Percepat Sosialisasi Program Pangan Merauke
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menilai kemunculan film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale justru menjadi momentum penting untuk mempercepat sosialisasi sekaligus pembuktian kepada publik mengenai tujuan sebenarnya dari program pengembangan pangan nasional di Merauke, Papua Selatan.
Sabtu, 06 Jun 2026 11:24
Sulsel
Suhu Politik Golkar Sulsel Meningkat, Usman Marham Dorong Penyatuan di Musda
Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Golkar Sulsel kembali menghangat setelah mengerucutnya dua nama kandidat ketua, yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Andi Ina Kartika Sari.
Kamis, 14 Mei 2026 16:01
News
Idrus Marham: Menteri Tak Produktif Harus Diganti, Reshuffle Jadi Kunci Akselerasi Kabinet
Wacana perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mencuat di ruang publik. Sinyal tersebut menguat setelah Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan pernyataan singkat yang memicu spekulasi.
Senin, 27 Apr 2026 08:04
Sulsel
Ramaikan Bursa Calon Ketua, Usman Marham jadi Figur Kunci di Tengah Kebuntuan Musda Golkar
Usman Marham pernah menjadi pengurus DPP Golkar selama tiga periode. Ia masuk pengurus era Ketua Umum Aburizal Bakrie, Setya Novanto, hingga Airlangga Hartarto di DPP Golkar.
Minggu, 26 Apr 2026 16:23
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Produktivitas Padi di Toraja Utara Naik 63% Berkat Pemupukan Berimbang Pupuk Indonesia
2
Hapus Tato Gratis Hadir di Sulbar, Sasar Warga Binaan Lapas Polman
3
Vasaka Hotel Makassar Hadirkan Promo Super Saver
4
Bupati Pangkep dan Danlantamal VI Bahas Sinergi Pembangunan Wilayah Kepulauan
5
Karantina Sulsel Ajak Stakeholder Pelabuhan Makassar Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Produktivitas Padi di Toraja Utara Naik 63% Berkat Pemupukan Berimbang Pupuk Indonesia
2
Hapus Tato Gratis Hadir di Sulbar, Sasar Warga Binaan Lapas Polman
3
Vasaka Hotel Makassar Hadirkan Promo Super Saver
4
Bupati Pangkep dan Danlantamal VI Bahas Sinergi Pembangunan Wilayah Kepulauan
5
Karantina Sulsel Ajak Stakeholder Pelabuhan Makassar Sukseskan Sensus Ekonomi 2026