McDonald’s Kembali Rekam Makna Kebaikan Sehari-hari Lewat Episode Baru 'Sepenuhnya Indonesia'
Jum'at, 01 Mei 2026 21:40
McDonald’s Indonesia kembali dengan episode kedua dari film pendek “Sepenuhnya Indonesia” yang resmi tayang pada 17 April 2026. Foto: Istimewa
JAKARTA - Setelah episode pertamanya tayang melalui kanal YouTube dan telah ditonton lebih dari 52 juta kali, McDonald’s Indonesia kembali dengan episode kedua dari film pendek “Sepenuhnya Indonesia” yang resmi tayang pada 17 April 2026.
Lebih dari sekadar kelanjutan cerita, kali ini penonton juga diajak untuk lebih dekat masuk ke dalam gestur-gestur kecil penuh makna yang selama ini menjadi perekat bangsa, seperti sapaan hangat, uluran tangan tanpa pamrih, hingga keakraban tulus yang terjalin dalam kehidupan sehari-hari.
Jika pada episode pertama penonton diajak mengikuti perjalanan reflektif Ario Bayu, maka di episode kedua cerita berkembang dengan pendekatan yang lebih human-centric. Potongan-potongan momen sederhana ini merangkai gambaran utuh tentang bagaimana nilai kebersamaan, kepercayaan, dan gotong royong terus hidup menjadi fondasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Nilai-nilai luhur inilah yang juga diteladani dan tercermin dalam budaya kerja karyawan McDonald’s Indonesia untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.
Sejak tayang, episode kedua ini juga telah disaksikan lebih dari 5,1 juta kali dan mendapat interaksi positif di berbagai platform. Hal ini mengindikasikan bahwa tema kebaikan sederhana sangat relevan dengan masyarakat.
35 Tahun Tumbuh Bersama: Sebuah Penghargaan untuk Bangsa
Di saat banyak brand berlomba menciptakan konten melalui sensasi, McDonald’s Indonesia memilih untuk bercerita dengan jujur tentang hal-hal yang sudah ada. Memaknai 35 tahun kehadirannya dengan melihat ke sekitar, ke masyarakat yang telah tumbuh bersama. “Sepenuhnya Indonesia” adalah ekspresi dari komitmen brand untuk terus melayani dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia.
“Bagi kami, 35 tahun bukan sekadar angka. Ini adalah refleksi dari dedikasi kami selama lebih dari tiga dekade hadir di tengah meja makan keluarga Indonesia, di momen-momen penting maupun hari-hari biasa. Kami sangat bangga dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. “Sepenuhnya Indonesia” adalah bentuk penghargaan kami atas kepercayaan yang telah diberikan, dengan mengembalikan cerita tentang nilai-nilai yang dekat dengan keseharian kita dan terus menjadi bagian dari perjalanan kami di Indonesia,” ujar Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia.
Ketika Kamera Tidak Menciptakan Momen, Tapi Menangkapnya
Sutradara Dimas Djayadiningrat, bersama lebih dari 200 kru dan talenta lokal yang terlibat dalam produksi film pendek ini, memilih pendekatan yang eksploratif. Ia mengungkapkan bahwa kekuatan film pendek ini justru lahir dari momen tidak direncanakan, membiarkan realitas berbicara, dan menangkap apa yang ditemukan sepanjang proses syuting berlangsung.
“Banyak momen paling bermakna hadir secara organik di lapangan. Di situlah kami menyadari, gotong royong bukan hanya konsep atau sesuatu yang perlu kami ciptakan untuk kamera, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian. Tugas kami hanyalah untuk secara jujur menangkap seluruh momen yang terjalin,” jelas Dimas.
Pendekatan yang dibangun selama proses produksi dan syuting turut membentuk bagaimana cerita ini dihidupkan secara utuh. Apa yang dirasakan oleh tim kreatif selama pengerjaan film menjadi fondasi yang kemudian diterjemahkan secara personal oleh para pemeran. Ini membuat nilai-nilai yang diangkat tidak hanya tersampaikan sebagai cerita, tetapi juga sebagai pengalaman yang berkesan dan personal.
Merasakan Indonesia dari Sisi yang Sering Terlewatkan
Pendekatan organik ini jugalah yang membentuk bagaimana Ario Bayu, pemeran utama film pendek “Sepenuhnya Indonesia”, menghidupkan perannya. Bagi aktor yang telah membintangi puluhan produksi layar lebar ini, keterlibatannya di film pendek “Sepenuhnya Indonesia” menjadi pengalaman yang berbeda dari yang pernah ia jalani sebelumnya.
"Dalam prosesnya, kolaborasi ini menjadi sangat personal bagi saya. Tidak seperti sedang berakting, saya betul-betul merasakan sisi Indonesia yang saya ketahui melalui kebaikan, ketulusan, dan kehangatan orang-orang di sekitar kita yang sering kita anggap sepele," kata dia.
Dia menjelaskan, salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika berkenalan dengan Special Crew Teman Tuli McD yang menggunakan bahasa isyarat dalam melayani pelanggan.
"Di momen itu, saya tidak hanya melihat cara berkomunikasi yang berbeda, tetapi juga merasakan ketulusan dan dedikasi yang begitu kuat. Pengalaman tersebut membuat saya semakin menghargai bagaimana McDonald’s Indonesia membuka ruang yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi teman-teman dengan kebutuhan khusus. Semoga penonton merasakan kehangatan yang sama dan melihat bahwa kebaikan-kebaikan kecil inilah yang membuat Indonesia menjadi Indonesia,” ungkap Ario.
Lebih dari sekadar kelanjutan cerita, kali ini penonton juga diajak untuk lebih dekat masuk ke dalam gestur-gestur kecil penuh makna yang selama ini menjadi perekat bangsa, seperti sapaan hangat, uluran tangan tanpa pamrih, hingga keakraban tulus yang terjalin dalam kehidupan sehari-hari.
Jika pada episode pertama penonton diajak mengikuti perjalanan reflektif Ario Bayu, maka di episode kedua cerita berkembang dengan pendekatan yang lebih human-centric. Potongan-potongan momen sederhana ini merangkai gambaran utuh tentang bagaimana nilai kebersamaan, kepercayaan, dan gotong royong terus hidup menjadi fondasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Nilai-nilai luhur inilah yang juga diteladani dan tercermin dalam budaya kerja karyawan McDonald’s Indonesia untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.
Sejak tayang, episode kedua ini juga telah disaksikan lebih dari 5,1 juta kali dan mendapat interaksi positif di berbagai platform. Hal ini mengindikasikan bahwa tema kebaikan sederhana sangat relevan dengan masyarakat.
35 Tahun Tumbuh Bersama: Sebuah Penghargaan untuk Bangsa
Di saat banyak brand berlomba menciptakan konten melalui sensasi, McDonald’s Indonesia memilih untuk bercerita dengan jujur tentang hal-hal yang sudah ada. Memaknai 35 tahun kehadirannya dengan melihat ke sekitar, ke masyarakat yang telah tumbuh bersama. “Sepenuhnya Indonesia” adalah ekspresi dari komitmen brand untuk terus melayani dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia.
“Bagi kami, 35 tahun bukan sekadar angka. Ini adalah refleksi dari dedikasi kami selama lebih dari tiga dekade hadir di tengah meja makan keluarga Indonesia, di momen-momen penting maupun hari-hari biasa. Kami sangat bangga dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. “Sepenuhnya Indonesia” adalah bentuk penghargaan kami atas kepercayaan yang telah diberikan, dengan mengembalikan cerita tentang nilai-nilai yang dekat dengan keseharian kita dan terus menjadi bagian dari perjalanan kami di Indonesia,” ujar Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia.
Ketika Kamera Tidak Menciptakan Momen, Tapi Menangkapnya
Sutradara Dimas Djayadiningrat, bersama lebih dari 200 kru dan talenta lokal yang terlibat dalam produksi film pendek ini, memilih pendekatan yang eksploratif. Ia mengungkapkan bahwa kekuatan film pendek ini justru lahir dari momen tidak direncanakan, membiarkan realitas berbicara, dan menangkap apa yang ditemukan sepanjang proses syuting berlangsung.
“Banyak momen paling bermakna hadir secara organik di lapangan. Di situlah kami menyadari, gotong royong bukan hanya konsep atau sesuatu yang perlu kami ciptakan untuk kamera, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian. Tugas kami hanyalah untuk secara jujur menangkap seluruh momen yang terjalin,” jelas Dimas.
Pendekatan yang dibangun selama proses produksi dan syuting turut membentuk bagaimana cerita ini dihidupkan secara utuh. Apa yang dirasakan oleh tim kreatif selama pengerjaan film menjadi fondasi yang kemudian diterjemahkan secara personal oleh para pemeran. Ini membuat nilai-nilai yang diangkat tidak hanya tersampaikan sebagai cerita, tetapi juga sebagai pengalaman yang berkesan dan personal.
Merasakan Indonesia dari Sisi yang Sering Terlewatkan
Pendekatan organik ini jugalah yang membentuk bagaimana Ario Bayu, pemeran utama film pendek “Sepenuhnya Indonesia”, menghidupkan perannya. Bagi aktor yang telah membintangi puluhan produksi layar lebar ini, keterlibatannya di film pendek “Sepenuhnya Indonesia” menjadi pengalaman yang berbeda dari yang pernah ia jalani sebelumnya.
"Dalam prosesnya, kolaborasi ini menjadi sangat personal bagi saya. Tidak seperti sedang berakting, saya betul-betul merasakan sisi Indonesia yang saya ketahui melalui kebaikan, ketulusan, dan kehangatan orang-orang di sekitar kita yang sering kita anggap sepele," kata dia.
Dia menjelaskan, salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika berkenalan dengan Special Crew Teman Tuli McD yang menggunakan bahasa isyarat dalam melayani pelanggan.
"Di momen itu, saya tidak hanya melihat cara berkomunikasi yang berbeda, tetapi juga merasakan ketulusan dan dedikasi yang begitu kuat. Pengalaman tersebut membuat saya semakin menghargai bagaimana McDonald’s Indonesia membuka ruang yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi teman-teman dengan kebutuhan khusus. Semoga penonton merasakan kehangatan yang sama dan melihat bahwa kebaikan-kebaikan kecil inilah yang membuat Indonesia menjadi Indonesia,” ungkap Ario.
(GUS)
Berita Terkait
Lifestyle
Sambangi Makassar, Raffi Ahmad Dukung Film Anak Bangsa Lewat Pelangi di Mars
Lebih istimewa lagi, karena Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni turut hadir di Kota Makassar.
Kamis, 19 Mar 2026 20:02
Lifestyle
Pelangi di Mars Resmi Tayang, Film Sci-Fi Anak Indonesia dengan Visual & Cerita Menarik
Pelangi di Mars juga mencatat sejarah sebagai film Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) secara luas dalam proses produksinya.
Rabu, 18 Mar 2026 21:54
Lifestyle
Nobar KAFIR, Gerbang Sukma di Makassar: Hadirkan Teror Dendam yang Mencekam
Rumah produksi Starvision menggelar nonton bareng film horor terbarunya, KAFIR, Gerbang Sukma, bersama warga Makassar di Studio XXI Mal Panakkukang.
Senin, 26 Jan 2026 23:00
Makassar City
Netzme Kampanye Film dan QRIS Soundbox di Numofest 2026 Makassar
Netzme Kreasi Indonesia memperkenalkan solusi pembayaran digital QRIS Soundbox kepada pelaku UMKM melalui Nusantara Modest Fashion Festival 2026 di TSM Makassar, 16–18 Januari 2026.
Jum'at, 16 Jan 2026 18:20
Lifestyle
Gala Premiere Uang Passolo, Film Lokal Makassar Angkat Realitas Sosial & Budaya
Film lokal berjudul Uang Passolo resmi diperkenalkan kepada publik melalui Gala Premiere yang digelar di XXI Panakkukang, Makassar, Senin (5/1/2025).
Selasa, 06 Jan 2026 08:43
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Yusran Lalogau: Organisasi IKA Harus Mendorong Kemajuan Perikanan Nasional
2
Melihat Kembali Makna Hari Buruh
3
Siswa SD dari Berbagai Daerah Ikuti English Camp di SIT Darul Fikri Makassar
4
Kepuasan Pelindo Tembus 90%, Awal Baik Menuju Efisiensi Logistik
5
Hardiknas 2026, Pemkab Bantaeng Gelar Jalan Sehat Libatkan 5.000 Peserta
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Yusran Lalogau: Organisasi IKA Harus Mendorong Kemajuan Perikanan Nasional
2
Melihat Kembali Makna Hari Buruh
3
Siswa SD dari Berbagai Daerah Ikuti English Camp di SIT Darul Fikri Makassar
4
Kepuasan Pelindo Tembus 90%, Awal Baik Menuju Efisiensi Logistik
5
Hardiknas 2026, Pemkab Bantaeng Gelar Jalan Sehat Libatkan 5.000 Peserta