BPBD Gowa Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Lanjutan El Nino
Minggu, 03 Mei 2026 10:51
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa menyiapkan sejumlah langkah antisipasi dampak el nino. Foto: Istimewa
GOWA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi fenomena El Nino yang berpotensi terjadi tahun ini.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi El Nino di Indonesia diperkirakan cukup tinggi dan berisiko memicu musim kemarau lebih panjang.
Kepala Pelaksana BPBD Gowa, Wahyudin, mengatakan dampak perubahan suhu bumi akibat El Nino mulai dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Gowa yang mengalami kondisi kering.
Ia menjelaskan, fenomena ini berpotensi menyebabkan kekeringan berkepanjangan dan cuaca panas ekstrem hingga Oktober 2026.
“Beberapa dampak yang bisa terjadi seperti kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, gangguan hasil pertanian, dan kesehatan,” ungkapnya, dalam keterangannya, Minggu (3/5).
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Gowa terus meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk kemungkinan menetapkan status siaga darurat kekeringan apabila kondisi memburuk.
Selain itu, BPBD akan melakukan patroli rutin di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan melalui koordinasi lintas sektor. Penyediaan air bersih juga disiapkan untuk wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem.
Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti PDAM serta pemerintah desa dan kelurahan.
“Baik kepada pemerintah masyarakat dan media, kita terus melakukan kolaborasi menghadapi El Nino ini. Intinya sosialisasi dan kegiatan pencegahan akan terus dilakukan,” ungkapnya.
BPBD Gowa juga memperkuat koordinasi dengan BMKG, Kementerian Kehutanan, dan instansi terkait dalam menyusun langkah kesiapsiagaan, termasuk menyiapkan anggaran belanja tidak terduga untuk penanganan darurat.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi El Nino di Indonesia diperkirakan cukup tinggi dan berisiko memicu musim kemarau lebih panjang.
Kepala Pelaksana BPBD Gowa, Wahyudin, mengatakan dampak perubahan suhu bumi akibat El Nino mulai dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Gowa yang mengalami kondisi kering.
Ia menjelaskan, fenomena ini berpotensi menyebabkan kekeringan berkepanjangan dan cuaca panas ekstrem hingga Oktober 2026.
“Beberapa dampak yang bisa terjadi seperti kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, gangguan hasil pertanian, dan kesehatan,” ungkapnya, dalam keterangannya, Minggu (3/5).
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Gowa terus meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk kemungkinan menetapkan status siaga darurat kekeringan apabila kondisi memburuk.
Selain itu, BPBD akan melakukan patroli rutin di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan melalui koordinasi lintas sektor. Penyediaan air bersih juga disiapkan untuk wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem.
Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti PDAM serta pemerintah desa dan kelurahan.
“Baik kepada pemerintah masyarakat dan media, kita terus melakukan kolaborasi menghadapi El Nino ini. Intinya sosialisasi dan kegiatan pencegahan akan terus dilakukan,” ungkapnya.
BPBD Gowa juga memperkuat koordinasi dengan BMKG, Kementerian Kehutanan, dan instansi terkait dalam menyusun langkah kesiapsiagaan, termasuk menyiapkan anggaran belanja tidak terduga untuk penanganan darurat.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
KTNA Gowa Siap Ikuti PENAS XVII, Sekda Minta Promosikan Potensi Daerah
Sekda Gowa, Andy Azis, mengajak seluruh rombongan KTNA Kabupaten Gowa untuk mempromosikan produk unggulan sektor pertanian dan perikanan daerah pada PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo.
Rabu, 17 Jun 2026 18:54
News
Program Mahasantri Gowa Cetak 167 Sarjana Al-Qur'an dan Tafsir
Sebanyak 167 Mahasantri Kabupaten Gowa angkatan Tahun Akademik 2022/2023 berhasil menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin.
Rabu, 17 Jun 2026 18:40
Sulsel
Dinilai Keliru, Kemendagri Diminta Evaluasi Hak Angket DPRD Gowa
Kuasa hukum penggugat hak angket DPRD Gowa dari Paranusa Law Firm, Muallim Bahar, meminta Kemendagri melakukan evaluasi total terhadap hak angket yang saat ini bergulir di DPRD Gowa.
Selasa, 16 Jun 2026 20:11
Sulsel
Wakil Bupati Gowa Lepas Ribuan Santri pada Pawai Muharram 1448 Hijriah
Ribuan santri, remaja masjid, orang tua santri, dan masyarakat memadati Lapangan Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, Selasa (16/6/2026), untuk mengikuti Jalan Sehat Pawai Muharram.
Selasa, 16 Jun 2026 16:12
Sulsel
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Bupati Gowa Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat persatuan.
Selasa, 16 Jun 2026 14:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menggerakkan Kedaulatan Energi, PLN UIP Sulawesi Fokus Kembangkan EBT
2
Dosen dan Mahasiswa Politani Pangkep Kenalkan Inovasi Produk Rumput Laut di Mandalle
3
KFC dan Coffee Bean di Maros Menunggak Pajak, Nilainya Rp167 Juta
4
Jalan Berlubang yang Dalam jadi Titik Macet Baru di Jalan Poros Malino Gowa
5
BPJS Kesehatan & PWRI Perkuat Sinergi JKN untuk Pensiunan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menggerakkan Kedaulatan Energi, PLN UIP Sulawesi Fokus Kembangkan EBT
2
Dosen dan Mahasiswa Politani Pangkep Kenalkan Inovasi Produk Rumput Laut di Mandalle
3
KFC dan Coffee Bean di Maros Menunggak Pajak, Nilainya Rp167 Juta
4
Jalan Berlubang yang Dalam jadi Titik Macet Baru di Jalan Poros Malino Gowa
5
BPJS Kesehatan & PWRI Perkuat Sinergi JKN untuk Pensiunan