Usut Pungli Pengisian Jabatan Kasek, Sekda Minta Publik Tunggu Hasil Pemeriksaan
Rabu, 01 Jul 2026 08:25
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly. Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menanggapi serius dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses pengisian jabatan kepala sekolah yang belakangan viral di media sosial.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, mengatakan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah memerintahkan Inspektorat untuk melakukan investigasi terhadap dugaan tersebut.
"Kan Pak Wali Kota sudah memerintahkan Ibu Inspektur untuk segera mengusut tuntas masalah ini. Karena bagaimanapun, pasti masing-masing pihak memiliki versinya sendiri," ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Karena itu, Zulkifly meminta semua pihak memberi kesempatan kepada Inspektorat untuk menyelesaikan proses pemeriksaan dan mengungkap fakta di lapangan.
"Kita harus bersabar dulu. Biarkan Ibu Inspektur bekerja untuk menyelesaikan dan memperjelas kebenaran dari berita ini, sebab semuanya memerlukan pembuktian. Pihak yang menuduh pasti memiliki bukti, dan pihak yang dituduh pun pasti mempunyai alasannya sendiri," tambahnya.
Menurut dia, Pemkot Makassar saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Inspektorat.
Zulkifly memastikan seluruh pihak yang namanya disebut dalam video dugaan pungli akan dimintai keterangan. Termasuk pihak non-ASN yang diduga terkait dalam kasus tersebut.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar itu menegaskan proses investigasi akan dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Zulkifly juga mengonfirmasi bahwa DPRD Kota Makassar telah bertemu dengan Wali Kota Makassar untuk menyampaikan rekomendasi terkait kasus tersebut pada Selasa pagi.
Terkait rekomendasi DPRD mengenai penonaktifan sejumlah pegawai Dinas Pendidikan, Pemkot Makassar akan lebih dulu melakukan koordinasi internal.
"Iya, nanti Pak Wali Kota pasti akan melakukan pertemuan dengan BKD (Badan Kepegawaian Daerah), Inspektorat, dan juga kami untuk menindaklanjuti hasil rekomendasi dari DPRD tersebut. Kita tunggu saja penyampaian resmi dari Pak Wali Kota," katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan penonaktifan oknum yang terbukti bersalah, Zulkifly mengatakan belum ada keputusan yang diambil.
"Kalau mengenai hal itu, keputusan belum diambil. Pak Wali Kota belum menyampaikan hal tersebut kepada saya. Tunggu saja, nanti Pak Wali Kota yang akan menyampaikannya secara langsung," tutupnya.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, mengatakan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah memerintahkan Inspektorat untuk melakukan investigasi terhadap dugaan tersebut.
"Kan Pak Wali Kota sudah memerintahkan Ibu Inspektur untuk segera mengusut tuntas masalah ini. Karena bagaimanapun, pasti masing-masing pihak memiliki versinya sendiri," ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Karena itu, Zulkifly meminta semua pihak memberi kesempatan kepada Inspektorat untuk menyelesaikan proses pemeriksaan dan mengungkap fakta di lapangan.
"Kita harus bersabar dulu. Biarkan Ibu Inspektur bekerja untuk menyelesaikan dan memperjelas kebenaran dari berita ini, sebab semuanya memerlukan pembuktian. Pihak yang menuduh pasti memiliki bukti, dan pihak yang dituduh pun pasti mempunyai alasannya sendiri," tambahnya.
Menurut dia, Pemkot Makassar saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Inspektorat.
Zulkifly memastikan seluruh pihak yang namanya disebut dalam video dugaan pungli akan dimintai keterangan. Termasuk pihak non-ASN yang diduga terkait dalam kasus tersebut.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar itu menegaskan proses investigasi akan dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Zulkifly juga mengonfirmasi bahwa DPRD Kota Makassar telah bertemu dengan Wali Kota Makassar untuk menyampaikan rekomendasi terkait kasus tersebut pada Selasa pagi.
Terkait rekomendasi DPRD mengenai penonaktifan sejumlah pegawai Dinas Pendidikan, Pemkot Makassar akan lebih dulu melakukan koordinasi internal.
"Iya, nanti Pak Wali Kota pasti akan melakukan pertemuan dengan BKD (Badan Kepegawaian Daerah), Inspektorat, dan juga kami untuk menindaklanjuti hasil rekomendasi dari DPRD tersebut. Kita tunggu saja penyampaian resmi dari Pak Wali Kota," katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan penonaktifan oknum yang terbukti bersalah, Zulkifly mengatakan belum ada keputusan yang diambil.
"Kalau mengenai hal itu, keputusan belum diambil. Pak Wali Kota belum menyampaikan hal tersebut kepada saya. Tunggu saja, nanti Pak Wali Kota yang akan menyampaikannya secara langsung," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
PDAM Makassar Tambah Debit Air dan Perluas Sambungan Pipa untuk Wilayah Utara
Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mulai menunjukkan progres dalam upaya mengatasi krisis air bersih di wilayah utara kota.
Selasa, 30 Jun 2026 16:57
Makassar City
Kepsek Mengaku Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Pungli Pengisian Jabatan
Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses pengisian jabatan kepala sekolah (kepsek) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar terus bergulir.
Selasa, 30 Jun 2026 13:22
Makassar City
DPRD Makassar Rekomendasikan Penonaktifan Pejabat Disdik dalam Kasus Seleksi Kepsek
Komisi D DPRD Kota Makassar meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menonaktifkan sementara sejumlah pejabat yang namanya muncul dalam aduan terkait proses seleksi kepala sekolah.
Selasa, 30 Jun 2026 13:08
Makassar City
Bawa Nama Indonesia ke Singapura, Delegasi Mahasiswa Unhas Didukung Penuh Wali Kota Makassar
Sebanyak delapan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung sebagai Delegasi Indonesia pada Asian Undergraduate Symposium (AUS) 2026 melakukan audiensi bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin
Senin, 29 Jun 2026 17:16
Makassar City
Pemkot Makassar Pastikan Tertibkan Bangunan Liar di Lahan Fasum Manggala
Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk mengamankan aset lahan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di Perumahan Pemda Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala.
Senin, 29 Jun 2026 17:04
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kepsek Mengaku Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Pungli Pengisian Jabatan
2
Suplai Air Baku Menurun, Perumda Air Minum Makassar Siagakan Mobil Tangki Gratis
3
PDAM Makassar Tambah Debit Air dan Perluas Sambungan Pipa untuk Wilayah Utara
4
Pelindo Jasa Maritim Perkuat Komitmen Zero Corruption Lewat Edaran Antisuap
5
Bupati Bantaeng Luncurkan Identitas Baru dan 7 Inovasi RSUD Prof. Anwar Makkatutu
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kepsek Mengaku Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Pungli Pengisian Jabatan
2
Suplai Air Baku Menurun, Perumda Air Minum Makassar Siagakan Mobil Tangki Gratis
3
PDAM Makassar Tambah Debit Air dan Perluas Sambungan Pipa untuk Wilayah Utara
4
Pelindo Jasa Maritim Perkuat Komitmen Zero Corruption Lewat Edaran Antisuap
5
Bupati Bantaeng Luncurkan Identitas Baru dan 7 Inovasi RSUD Prof. Anwar Makkatutu