YDPI PT Semen Tonasa Gelar Wisuda Perdana, 173 Santri Lulus

Jum'at, 10 Jul 2026 16:34
YDPI PT Semen Tonasa Gelar Wisuda Perdana, 173 Santri Lulus
Yayasan Dakwah dan Pendidikan Islam (YDPI) PT Semen Tonasa menggelar Wisuda Perdana Santri TPA binaan di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa. Foto/Istimewa
Comment
Share
PANGKEP - Yayasan Dakwah dan Pendidikan Islam (YDPI) PT Semen Tonasa menggelar Wisuda Perdana Santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) binaan di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Kamis (9/7/2026). Sebanyak 173 santri mengikuti prosesi wisuda sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Qur'an.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama PT Semen Tonasa Anis, Ketua YDPI PT Semen Tonasa H. Ilyas HM, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep H. Ramli Rasyid, Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PT Semen Tonasa Arham Aras, jajaran pengurus YDPI, pengurus KIKST, para pembina TPA, serta orang tua santri.

Ketua YDPI PT Semen Tonasa, Ilyas HM, mengatakan wisuda ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan atas kesungguhan para santri dalam mempelajari Al-Qur'an sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan pendidikan Al-Qur'an di TPA binaan.

"Tahun ini ada 173 santri yang diwisuda, terdiri atas 94 santri dari TPA Annisa, 20 santri dari TPA Bungoro Indah, dan 59 santri dari TPA Tonasa 1," ujarnya.

Ilyas menjelaskan, YDPI saat ini membina 70 TPA yang tersebar di wilayah Tonasa 1, Tonasa 2, dan Bungoro. Dari jumlah tersebut, 65 TPA telah menerapkan metode pembelajaran Iqra, sedangkan lima TPA lainnya masih menggunakan metode pembelajaran Al-Qur'an secara tradisional.

Menurutnya, selama empat tahun terakhir YDPI secara konsisten melaksanakan audit dan evaluasi terhadap TPA binaan guna memastikan kualitas proses pembelajaran. Selain itu, program pengembangan juga dilakukan di TPA Annisa, TPA Tonasa 1, dan TPA Bungoro Indah melalui asesmen kompetensi pembina, evaluasi pembelajaran, serta berbagai pelatihan.

"YDPI berkomitmen terus melakukan perbaikan melalui peningkatan kompetensi pembina, penguatan sistem pembelajaran, serta pendampingan yang lebih efektif. Harapannya, seluruh TPA binaan dapat berkembang dan melahirkan generasi Qur'ani yang berakhlak mulia serta mencintai Al-Qur'an," kata Ilyas.

Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Tonasa Anis menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar Al-Qur'an, melainkan awal untuk terus meningkatkan kemampuan membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Wisuda ini hanyalah simbol bahwa anak-anak telah menyelesaikan pendidikan di TPA. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka terus belajar memahami isi dan makna Al-Qur'an. Jangan berhenti sampai di TPA," tegasnya.

Anis menambahkan, tantangan generasi muda akan semakin besar seiring pesatnya perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi. Karena itu, diperlukan sinergi antara perusahaan, pemerintah, lembaga pendidikan, dan orang tua untuk membentuk generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilainya.

"Kita perlu membangun model pembinaan yang mampu menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak dini. TPA juga harus terus berkembang dengan pendekatan yang lebih modern agar mampu memberikan pendidikan yang semakin baik bagi para santri," ujarnya.

Ia berharap wisuda perdana ini menjadi kebanggaan bagi para santri dan orang tua, sekaligus memotivasi mereka untuk terus menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.

Melalui penyelenggaraan wisuda perdana ini, YDPI PT Semen Tonasa menegaskan komitmennya dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur'an yang berkualitas sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam mewujudkan masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan berdaya saing.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru