Kemenkum Sulsel Manfaatkan Momentum MPLS Tingkatkan Kesadaran Hukum Pelajar
Selasa, 21 Jul 2026 14:51
MAKASSAR - Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimanfaatkan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) untuk meningkatkan kesadaran hukum pelajar melalui penyuluhan hukum yang digelar di Bosowa School Makassar dan SMA Negeri 2 Makassar, Senin (13/7/2026) lalu.
Kegiatan ini bertujuan membekali peserta didik baru dengan pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan terhadap hukum, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.
Penyuluhan hukum dilaksanakan oleh tim penyuluh hukum Kanwil Kemenkum Sulsel, diantaranya Penyuluh Hukum Ahli Madya Nasrusdin, Penyuluh Hukum Muda Wahyuddin Ardianto, Marini Olivia, Merlyanti, serta Penyuluh Hukum Pertama Devita Ayu Maharani.
Di Bosowa School Makassar, materi penyuluhan difokuskan pada bijak bermedia sosial dan kepatuhan terhadap aturan hukum di ruang digital. Para siswa diberikan pemahaman mengenai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, termasuk berbagai bentuk pelanggaran yang kerap terjadi di media sosial.
Selain itu, para pelajar diingatkan agar lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi di media sosial serta memahami bahwa jejak digital bersifat sulit dihapus sehingga setiap aktivitas di ruang digital harus dilakukan secara bertanggung jawab.
Sementara itu, di SMA Negeri 2 Makassar, penyuluhan mengangkat tema membangun budaya taat hukum bagi pelajar. Materi menekankan bahwa hukum merupakan fondasi terciptanya ketertiban, keadilan, serta perlindungan hak dan kewajiban setiap warga negara. Para siswa juga diajak menumbuhkan kesadaran hukum melalui kepatuhan terhadap aturan yang dimulai dari diri sendiri sehingga mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kanwil Kemenkum Sulsel, Heny Widyawati, mengatakan bahwa penyuluhan hukum kepada pelajar merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar hukum sejak dini.
"MPLS merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperkenalkan nilai-nilai hukum kepada peserta didik. Kami ingin para pelajar tidak hanya memahami aturan yang berlaku, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mematuhi hukum dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat beraktivitas di ruang digital," ujar Heny.
Dalam kesempatan terpisah, Selasa (21/7/2026), Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, menegaskan bahwa pembinaan kesadaran hukum harus dimulai sejak usia sekolah agar terbentuk karakter generasi muda yang taat hukum.
"Pendidikan hukum tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan mengenai peraturan, tetapi juga menanamkan karakter dan budaya hukum kepada generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para pelajar mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi etika, disiplin, serta menggunakan teknologi dan media sosial secara bertanggung jawab." tutur Andi Basmal.
Kegiatan ini bertujuan membekali peserta didik baru dengan pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan terhadap hukum, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.
Penyuluhan hukum dilaksanakan oleh tim penyuluh hukum Kanwil Kemenkum Sulsel, diantaranya Penyuluh Hukum Ahli Madya Nasrusdin, Penyuluh Hukum Muda Wahyuddin Ardianto, Marini Olivia, Merlyanti, serta Penyuluh Hukum Pertama Devita Ayu Maharani.
Di Bosowa School Makassar, materi penyuluhan difokuskan pada bijak bermedia sosial dan kepatuhan terhadap aturan hukum di ruang digital. Para siswa diberikan pemahaman mengenai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, termasuk berbagai bentuk pelanggaran yang kerap terjadi di media sosial.
Selain itu, para pelajar diingatkan agar lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi di media sosial serta memahami bahwa jejak digital bersifat sulit dihapus sehingga setiap aktivitas di ruang digital harus dilakukan secara bertanggung jawab.
Sementara itu, di SMA Negeri 2 Makassar, penyuluhan mengangkat tema membangun budaya taat hukum bagi pelajar. Materi menekankan bahwa hukum merupakan fondasi terciptanya ketertiban, keadilan, serta perlindungan hak dan kewajiban setiap warga negara. Para siswa juga diajak menumbuhkan kesadaran hukum melalui kepatuhan terhadap aturan yang dimulai dari diri sendiri sehingga mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kanwil Kemenkum Sulsel, Heny Widyawati, mengatakan bahwa penyuluhan hukum kepada pelajar merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar hukum sejak dini.
"MPLS merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperkenalkan nilai-nilai hukum kepada peserta didik. Kami ingin para pelajar tidak hanya memahami aturan yang berlaku, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mematuhi hukum dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat beraktivitas di ruang digital," ujar Heny.
Dalam kesempatan terpisah, Selasa (21/7/2026), Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, menegaskan bahwa pembinaan kesadaran hukum harus dimulai sejak usia sekolah agar terbentuk karakter generasi muda yang taat hukum.
"Pendidikan hukum tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan mengenai peraturan, tetapi juga menanamkan karakter dan budaya hukum kepada generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para pelajar mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi etika, disiplin, serta menggunakan teknologi dan media sosial secara bertanggung jawab." tutur Andi Basmal.
(GUS)
Berita Terkait
News
Sertifikat Paten Kini Hadir Secara Digital, Inventor Lebih Cepat Mendapatkan Haknya
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum resmi memberlakukan Sertifikat Elektronik Paten melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Nomor HKI-14.KI.05.02 Tahun 2026 tentang Sertifikat Elektronik Paten.
Senin, 20 Jul 2026 23:08
News
Menteri Hukum Lantik Pejabat Strategis Kementerian
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan sejumlah pejabat manajerial dan nonmanajerial di lingkungan Kementerian Hukum, Senin 20 Juli 2026, di Graha Pengayoman
Senin, 20 Jul 2026 19:17
News
DJKI Lampaui Target PNBP Tahun 2025 dalam Laporan Kinerja Kementerian Hukum
Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej menyampaikan capaian kinerja Kementerian Hukum Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, 15 Juli 2026.
Minggu, 19 Jul 2026 20:51
News
Notaris Pengganti Bulukumba Didorong Tingkatkan Pelayanan Hukum Profesional
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pelayanan hukum melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Notaris Pengganti untuk wilayah jabatan Kabupaten Bulukumba
Jum'at, 17 Jul 2026 21:57
News
Bangun Semangat dan Kebersamaan, ASN Kemenkum Sulsel Gelar Senam Bersama
Seluruh pegawai Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengikuti kegiatan senam bersama yang digelar di halaman kantor, Jumat (17/7/2026).
Jum'at, 17 Jul 2026 10:20
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FORKI Luwu Timur Masuk 10 Besar Kejuaraan Internasional, Borong 10 Medali di Esa Unggul Cup VI
2
Warga Binaan Rutan Kelas IIB Sengkang Bakal Ikut Program Hapus Tato
3
Hadapi Krisis Air, PDAM Makassar Siapkan 3 Langkah Pulihkan Distribusi
4
Satlantas Lutim Ingatkan Warga Bayar Pajak Tepat Waktu, Samsat Keliling Siap Melayani
5
Pemkab Maros Koordinasi DPR RI Pulangkan Jenazah WNI yang Meninggal di Armenia
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FORKI Luwu Timur Masuk 10 Besar Kejuaraan Internasional, Borong 10 Medali di Esa Unggul Cup VI
2
Warga Binaan Rutan Kelas IIB Sengkang Bakal Ikut Program Hapus Tato
3
Hadapi Krisis Air, PDAM Makassar Siapkan 3 Langkah Pulihkan Distribusi
4
Satlantas Lutim Ingatkan Warga Bayar Pajak Tepat Waktu, Samsat Keliling Siap Melayani
5
Pemkab Maros Koordinasi DPR RI Pulangkan Jenazah WNI yang Meninggal di Armenia