Kemenkum Sulsel Dukung Prodi Psikologi UIN Alauddin Cetak SDM Pendukung Kesadaran Hukum

Kamis, 23 Jul 2026 19:10
Kemenkum Sulsel Dukung Prodi Psikologi UIN Alauddin Cetak SDM Pendukung Kesadaran Hukum
Kanwil Kemenkum Sulsel) menyatakan dukungannya terhadap rencana pendirian Program Studi S1 Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dengan menghadiri Focus Group Discussion (FGD).
Comment
Share
MAKASSAR - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) menyatakan dukungannya terhadap rencana pendirian Program Studi S1 Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dengan menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Perumusan Visi, Misi, dan Keunggulan Prodi S1 Psikologi yang digelar di Gedung Training Center Lantai 7 Kampus UIN Alauddin Makassar, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Polda Sulawesi Selatan, BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, HIMPSI Sulawesi Selatan, Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar, serta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Forum diawali dengan pemaparan Prof Abd Mujib, mengenai arah kebijakan serta urgensi penyusunan visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi dalam menjawab tantangan lulusan psikologi, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan curah pendapat.

Dalam forum tersebut, Penyuluh Hukum Ahli Madya Kanwil Kemenkum Sulsel, Puguh Wiyono, menyampaikan dukungan Kementerian Hukum terhadap pembentukan Program Studi S1 Psikologi UIN Alauddin Makassar. Ia menjelaskan bahwa kerja sama antara Kanwil Kemenkum Sulsel dan UIN Alauddin telah terjalin dengan baik melalui berbagai kegiatan penyuluhan hukum, sosialisasi, edukasi kesadaran hukum, serta penempatan mahasiswa dalam program KKN maupun magang tematik.

Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kanwil Kemenkum Sulsel, Heny Widyawati, mengatakan bahwa keberadaan Program Studi Psikologi akan menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan budaya hukum di masyarakat.

"Kesadaran hukum tidak hanya dibangun melalui pemahaman terhadap peraturan, tetapi juga melalui pendekatan perilaku, komunikasi, dan kondisi psikologis masyarakat. Karena itu, sinergi antara disiplin ilmu hukum dan psikologi akan memperkuat upaya penyuluhan hukum yang lebih efektif, humanis, dan menyentuh akar permasalahan di tengah masyarakat," ujar Heny.

Ia menambahkan bahwa lulusan psikologi memiliki potensi besar untuk berperan sebagai fasilitator, pendamping, maupun pemberdaya masyarakat dalam berbagai program pembinaan hukum yang dilaksanakan pemerintah.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, menegaskan bahwa pihaknya siap memperkuat kolaborasi dengan UIN Alauddin Makassar, termasuk membuka peluang magang bagi mahasiswa Program Studi Psikologi apabila program studi tersebut telah resmi beroperasi.

"Kami mendukung penuh pendirian Program Studi S1 Psikologi UIN Alauddin Makassar. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kementerian Hukum merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membangun kesadaran hukum masyarakat melalui pendekatan psikologis yang komprehensif," kata Andi Basmal.

Menurutnya, penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah menjadi langkah strategis dalam mewujudkan masyarakat yang sadar hukum, berkarakter, serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara lebih bijaksana melalui pendekatan preventif dan edukatif.
(GUS)
Berita Terkait
Siap Perkuat Pelindungan Hukum Lewat Kolaborasi Tiga Kementerian
News
Siap Perkuat Pelindungan Hukum Lewat Kolaborasi Tiga Kementerian
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) menegaskan komitmennya memperkuat akses terhadap keadilan dan pelindungan hukum bagi perempuan, anak, serta pekerja migran Indonesia dengan mengikuti Kick Off Kolaborasi Kementerian Hukum, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) secara daring, Kamis (23/7/2026).
Kamis, 23 Jul 2026 23:26
Harmonisasi 16 Ranperbup Luwu, Kemenkum Sulsel Dorong Regulasi Berkualitas dan Implementatif
News
Harmonisasi 16 Ranperbup Luwu, Kemenkum Sulsel Dorong Regulasi Berkualitas dan Implementatif
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mendorong terwujudnya regulasi daerah yang berkualitas dan implementatif melalui harmonisasi 16 Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) Kabupaten Luwu.
Kamis, 23 Jul 2026 09:38
Layanan Cetak Sertifikat Apostille Jalur Cepat, Selesai di Hari yang Sama
News
Layanan Cetak Sertifikat Apostille Jalur Cepat, Selesai di Hari yang Sama
Layanan cetak Sertifikat Apostille melalui skema Fast Track yang memungkinkan penyelesaian dokumen pada hari yang sama menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan penyampaian Layanan Apostille Fast Track yang diikuti secara virtual oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan
Rabu, 22 Jul 2026 22:25
Kemenkum Sulsel Siap Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026 Bersama BPS Sulsel
News
Kemenkum Sulsel Siap Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026 Bersama BPS Sulsel
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan
Rabu, 22 Jul 2026 16:49
Pastikan Kesiapan Kantor Wilayah Implementasi Tarif 0 Rupiah Pencatatan Hak Cipta Lagu dan Musik
News
Pastikan Kesiapan Kantor Wilayah Implementasi Tarif 0 Rupiah Pencatatan Hak Cipta Lagu dan Musik
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual DJKI Kementerian Hukum menyosialisasikan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2026 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Selasa, 21 Jul 2026 22:34
Berita Terbaru