SMARTFREN Run 2026 Buktikan Event Lari Besar Bisa Bebas Sampah ke TPA

Selasa, 28 Jul 2026 16:43
SMARTFREN Run 2026 Buktikan Event Lari Besar Bisa Bebas Sampah ke TPA
SMARTFREN Run 2026 menunjukkan penyelenggaraan event olahraga dapat memberikan dampak lingkungan yang positif melalui sistem pengelolaan sampah yang terencana dan terukur. Foto/IST
Comment
Share
JAKARTA - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand SMARTFREN berhasil membuktikan bahwa ajang lari berskala besar dapat diselenggarakan tanpa menghasilkan sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Melalui penerapan konsep Zero Waste to Landfill pada SMARTFREN Run 2026, perusahaan mengelola seluruh 2.190,1 kilogram sampah yang dihasilkan selama acara sekaligus mencegah emisi gas rumah kaca hampir 4 ton karbon dioksida ekuivalen (CO₂e).

SMARTFREN Run 2026 yang digelar pada 5 Juli 2026 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, diikuti sekitar 7.500 pelari. Sejak tahap perencanaan hingga pengolahan akhir sampah, penyelenggaraan acara mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui kolaborasi dengan Waste4Change. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) XLSMART sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular di Indonesia.

Di tengah masih terbatasnya penerapan konsep Zero Waste to Landfill pada ajang lari berskala besar di Indonesia, SMARTFREN Run 2026 menunjukkan bahwa penyelenggaraan event olahraga dapat memberikan dampak lingkungan yang positif melalui sistem pengelolaan sampah yang terencana dan terukur.

Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan keberhasilan sebuah event saat ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mencapai garis finis, tetapi juga dari bagaimana dampaknya terhadap lingkungan setelah kegiatan berakhir.

"Keberhasilan mengelola lebih dari dua ton sampah tanpa satu pun berakhir di TPA menunjukkan bahwa event berskala besar dapat diselenggarakan secara lebih bertanggung jawab apabila prinsip keberlanjutan diterapkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan," ucapnya.

Menurut Merza, SMARTFREN Run tidak hanya dirancang sebagai ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong gaya hidup sehat yang selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan.

"Kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya aktif berolahraga, tetapi juga semakin peduli terhadap lingkungan. Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi lebih banyak komunitas maupun penyelenggara event untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab," ujarnya.

Selama penyelenggaraan acara, fasilitas pemilahan sampah ditempatkan di berbagai titik strategis. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Material Recovery Facility untuk dipilah dan diproses sesuai karakteristik masing-masing material.

Material yang masih memiliki nilai ekonomi disalurkan kepada mitra daur ulang untuk diolah menjadi produk baru. Sampah organik diproses menjadi kompos dan dimanfaatkan melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF), sedangkan sampah residu diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif. Dengan mekanisme tersebut, seluruh sampah memperoleh jalur pengolahan yang sesuai tanpa harus dibuang ke TPA.

Dari total 2.190,1 kilogram sampah yang terkumpul, sebanyak 1,19 ton atau 54,2 persen berhasil didaur ulang. Sebanyak 370 kilogram atau 16,9 persen diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan melalui budidaya BSF, sementara 634 kilogram atau 29 persen diproses menjadi RDF. Hasilnya, seluruh sampah atau 100 persen berhasil dialihkan dari TPA.

Penerapan sistem tersebut turut mencegah emisi gas rumah kaca sebesar 3.996 kilogram CO₂e. Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan dalam penyelenggaraan event dapat menghasilkan dampak lingkungan yang nyata dan terukur.

Upaya tersebut juga didukung edukasi kepada peserta selama acara berlangsung. Petugas ditempatkan di sejumlah titik untuk membantu peserta, kru, tenant, dan mitra melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber sehingga proses pengelolaan dapat berjalan lebih efektif sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Marketing Communication & Partnership Manager Waste4Change, Pandu Priyambodo, mengatakan pengelolaan sampah pada event berskala besar membutuhkan sistem yang dirancang sejak awal. "Kolaborasi bersama SMARTFREN menunjukkan bahwa pemilahan dan pengolahan yang terintegrasi dapat mengalihkan seluruh sampah dari TPA serta menghasilkan dampak lingkungan yang terukur," tutur dia.

Penerapan Zero Waste to Landfill pada SMARTFREN Run 2026 merupakan bagian dari strategi keberlanjutan XLSMART yang diterapkan dalam berbagai aktivitas perusahaan, mulai dari operasional bisnis hingga interaksi dengan pelanggan dan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan aspirasi perusahaan untuk menjadi Most Loved Company melalui penciptaan nilai bagi pelanggan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui SMARTFREN Run 2026, XLSMART menegaskan bahwa penyelenggaraan event berskala besar dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan melalui perencanaan yang matang, kolaborasi lintas pihak, serta penerapan sistem pengelolaan sampah yang memberikan hasil nyata dan terukur.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru