DLH Makassar Genjot Pengelolaan Sampah Lewat Penambahan Armada dan Penguatan TPS 3R
Senin, 24 Agu 2026 14:19
Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, saat ditemui di Ruang Media Center Balai Kota Makassar, Senin (24/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus memperkuat strategi penanganan sampah secara komunal dan berbasis wilayah.
Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, penambahan armada pengangkut, hingga pendistribusian mesin pengolah sampah ke tingkat kecamatan.
Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menjelaskan bahwa penanganan sampah di wilayah kepulauan dilakukan secara mandiri di lokasi. Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut dikolaborasikan bersama pihak kecamatan.
"Total sampah yang terkumpul kurang lebih mencapai 400 kilogram. Partisipasi peserta cukup tinggi karena pihak kecamatan juga melaksanakan kegiatan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan, selain dari kegiatan plogging," ujarnya, Senin (24/8/2026).
Helmy mengungkapkan, agenda aksi bersih-bersih telah sukses menjaring sekitar 400 kilogram sampah dengan melibatkan sinergi sejumlah pihak terkait.
"Acara ini berjalan cukup lancar dan didukung oleh beberapa pihak, antara lain pihak kecamatan, Dinas Pekerjaan Umum, serta Dinas Ketahanan Pangan yang turut memberikan denda kepada pelanggar. Terdapat pula aksi bersih-bersih lingkungan yang menghasilkan total sampah sekitar 400 kilogram tersebut," ungkapnya.
Helmy menyampaikan bahwa penanganan dan penyelesaian sampah di wilayah kepulauan dilakukan secara langsung di lokasi.
"Sampah-sampah diselesaikan dan ditangani langsung di pulau. Tidak memungkinkan untuk membawa seluruh sampah tersebut ke kota karena jumlahnya yang sangat banyak dan terkendala masalah transportasi," ucapnya saat saat ditemui di ruang Media Center Balai Kota.
Dia bilang, pihaknya pun menerapkan kebijakan khusus di wilayah kepulauan, yakni hanya memfasilitasi pengangkutan sampah bernilai ekonomis ke daratan kota.
"Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar hanya memfasilitasi pengangkutan sampah yang mempunyai nilai ekonomis untuk dibawa ke kota, sementara sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis diselesaikan langsung di pulau," lanjutnya.
Ia membeberkan bahwa pemilahan sampah di wilayah pulau dilaporkan berjalan lancar dan tanpa hambatan berarti.
"Pemilahan sampah di pulau saat ini berjalan dengan baik dan tidak mengalami hambatan berarti. Hal ini dikarenakan wilayah pulau cukup mudah dikontrol, dan kami sudah sering berkunjung ke sana," jelasnya.
Meski kesadaran warga pulau dinilai telah menunjukkan tren positif, DLH Kota terus menggenjot berbagai upaya penyuluhan untuk mengatasi ulah oknum yang masih membuang sampah sembarangan ke laut.
"Kesadaran masyarakat di pulau sudah cukup bagus, meskipun masih ada beberapa oknum yang membuang sampah ke laut. Kami terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran mereka," sambung Helmy.
DLH Kota Makassar bersama para camat membahas percepatan penanganan retribusi serta jadwal pengangkutan sampah
"Hari ini kami berdiskusi dengan beberapa camat untuk menindaklanjuti retribusi persampahan dan jadwal pengangkutan. Kami juga akan melengkapi fasilitas pendukung yang masih kurang, seperti penambahan armada (3 unit mobil serta beberapa motor sampah), serta fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) 3R di kecamatan maupun tempat pengolahan sampah," jabarnya.
Helmy mengeaskan bahwa penguatan Bank Sampah Unit, Bank Sampah Sektor, dan TPS 3R di tiap wilayah terus didorong agar volume sampah yang mampu diselesaikan secara mandiri oleh masyarakat semakin besar.
"Kami terus mendorong setiap kecamatan untuk meningkatkan kinerja Bank Sampah Unit dan Bank Sampah Sektor. Jika Bank Sampah Unit, Bank Sampah Sektor, dan TPS 3R sudah bertumbuh dan banyak di masing-masing wilayah, otomatis volume sampah yang dapat diselesaikan akan semakin besar. Dengan begitu, penanganan sampah tidak hanya diselesaikan secara mandiri oleh masyarakat, tetapi juga secara komunal dan tingkat kecamatan," tegasnya.
Helmy menuturkan bahwa penambahan armada melanjutkan dukungan tahun lalu yang telah merealisasikan 50 unit kendaraan bantuan, 9 dump truck, dan 11 armroll.
"Pengadaan armada baru sudah kami lakukan. Pada tahun ini, terdapat penambahan 30 unit motor sampah dan 10 unit armroll. Ke depannya, pada saat perubahan anggaran, kami akan berupaya untuk menambah kembali armada truk sampah, tergantung pada kemampuan keuangan di perubahan anggaran tersebut. Kami juga mulai beralih secara bertahap menggunakan mesin compactor karena alat tersebut lebih hemat dan mampu mengangkut sampah dalam jumlah yang lebih banyak," tuturnya.
DLH Kota Makassar memastikan kesiapan rangkaian mesin pengolah sampah untuk didistribusikan, mulai dari mesin pencacah organik dan anorganik, mesin pembubur, hingga mesin pengayak guna memaksimalkan pengolahan limbah di tingkat wilayah.
"Mesin-mesin ini didistribusikan ke kecamatan melalui TPS 3R. Harapannya, dengan adanya mesin-mesin ini, daya pengolahan sampah di tingkat kecamatan menjadi semakin besar," harap Helmy.
Adapun rincian jumlah mesin yang didistribusikan yakni mesin pencacah anorganik 10 unit, mesin pengayak 10 unit, dan mesin pembubur sebanyak 24 unit.
"Mesin pencacah organik itu rencana pengadaan berikutnya (diupayakan pada anggaran pokok) untuk mempercepat proses pembuatan kompos di masyarakat. Sebagian besar mesin ini sudah dibagikan dan diterima oleh pihak kecamatan serta TPS 3R, sementara sisanya masih dalam proses distribusi," pungkasnya.
Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, penambahan armada pengangkut, hingga pendistribusian mesin pengolah sampah ke tingkat kecamatan.
Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menjelaskan bahwa penanganan sampah di wilayah kepulauan dilakukan secara mandiri di lokasi. Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut dikolaborasikan bersama pihak kecamatan.
"Total sampah yang terkumpul kurang lebih mencapai 400 kilogram. Partisipasi peserta cukup tinggi karena pihak kecamatan juga melaksanakan kegiatan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan, selain dari kegiatan plogging," ujarnya, Senin (24/8/2026).
Helmy mengungkapkan, agenda aksi bersih-bersih telah sukses menjaring sekitar 400 kilogram sampah dengan melibatkan sinergi sejumlah pihak terkait.
"Acara ini berjalan cukup lancar dan didukung oleh beberapa pihak, antara lain pihak kecamatan, Dinas Pekerjaan Umum, serta Dinas Ketahanan Pangan yang turut memberikan denda kepada pelanggar. Terdapat pula aksi bersih-bersih lingkungan yang menghasilkan total sampah sekitar 400 kilogram tersebut," ungkapnya.
Helmy menyampaikan bahwa penanganan dan penyelesaian sampah di wilayah kepulauan dilakukan secara langsung di lokasi.
"Sampah-sampah diselesaikan dan ditangani langsung di pulau. Tidak memungkinkan untuk membawa seluruh sampah tersebut ke kota karena jumlahnya yang sangat banyak dan terkendala masalah transportasi," ucapnya saat saat ditemui di ruang Media Center Balai Kota.
Dia bilang, pihaknya pun menerapkan kebijakan khusus di wilayah kepulauan, yakni hanya memfasilitasi pengangkutan sampah bernilai ekonomis ke daratan kota.
"Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar hanya memfasilitasi pengangkutan sampah yang mempunyai nilai ekonomis untuk dibawa ke kota, sementara sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis diselesaikan langsung di pulau," lanjutnya.
Ia membeberkan bahwa pemilahan sampah di wilayah pulau dilaporkan berjalan lancar dan tanpa hambatan berarti.
"Pemilahan sampah di pulau saat ini berjalan dengan baik dan tidak mengalami hambatan berarti. Hal ini dikarenakan wilayah pulau cukup mudah dikontrol, dan kami sudah sering berkunjung ke sana," jelasnya.
Meski kesadaran warga pulau dinilai telah menunjukkan tren positif, DLH Kota terus menggenjot berbagai upaya penyuluhan untuk mengatasi ulah oknum yang masih membuang sampah sembarangan ke laut.
"Kesadaran masyarakat di pulau sudah cukup bagus, meskipun masih ada beberapa oknum yang membuang sampah ke laut. Kami terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran mereka," sambung Helmy.
DLH Kota Makassar bersama para camat membahas percepatan penanganan retribusi serta jadwal pengangkutan sampah
"Hari ini kami berdiskusi dengan beberapa camat untuk menindaklanjuti retribusi persampahan dan jadwal pengangkutan. Kami juga akan melengkapi fasilitas pendukung yang masih kurang, seperti penambahan armada (3 unit mobil serta beberapa motor sampah), serta fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) 3R di kecamatan maupun tempat pengolahan sampah," jabarnya.
Helmy mengeaskan bahwa penguatan Bank Sampah Unit, Bank Sampah Sektor, dan TPS 3R di tiap wilayah terus didorong agar volume sampah yang mampu diselesaikan secara mandiri oleh masyarakat semakin besar.
"Kami terus mendorong setiap kecamatan untuk meningkatkan kinerja Bank Sampah Unit dan Bank Sampah Sektor. Jika Bank Sampah Unit, Bank Sampah Sektor, dan TPS 3R sudah bertumbuh dan banyak di masing-masing wilayah, otomatis volume sampah yang dapat diselesaikan akan semakin besar. Dengan begitu, penanganan sampah tidak hanya diselesaikan secara mandiri oleh masyarakat, tetapi juga secara komunal dan tingkat kecamatan," tegasnya.
Helmy menuturkan bahwa penambahan armada melanjutkan dukungan tahun lalu yang telah merealisasikan 50 unit kendaraan bantuan, 9 dump truck, dan 11 armroll.
"Pengadaan armada baru sudah kami lakukan. Pada tahun ini, terdapat penambahan 30 unit motor sampah dan 10 unit armroll. Ke depannya, pada saat perubahan anggaran, kami akan berupaya untuk menambah kembali armada truk sampah, tergantung pada kemampuan keuangan di perubahan anggaran tersebut. Kami juga mulai beralih secara bertahap menggunakan mesin compactor karena alat tersebut lebih hemat dan mampu mengangkut sampah dalam jumlah yang lebih banyak," tuturnya.
DLH Kota Makassar memastikan kesiapan rangkaian mesin pengolah sampah untuk didistribusikan, mulai dari mesin pencacah organik dan anorganik, mesin pembubur, hingga mesin pengayak guna memaksimalkan pengolahan limbah di tingkat wilayah.
"Mesin-mesin ini didistribusikan ke kecamatan melalui TPS 3R. Harapannya, dengan adanya mesin-mesin ini, daya pengolahan sampah di tingkat kecamatan menjadi semakin besar," harap Helmy.
Adapun rincian jumlah mesin yang didistribusikan yakni mesin pencacah anorganik 10 unit, mesin pengayak 10 unit, dan mesin pembubur sebanyak 24 unit.
"Mesin pencacah organik itu rencana pengadaan berikutnya (diupayakan pada anggaran pokok) untuk mempercepat proses pembuatan kompos di masyarakat. Sebagian besar mesin ini sudah dibagikan dan diterima oleh pihak kecamatan serta TPS 3R, sementara sisanya masih dalam proses distribusi," pungkasnya.
(GUS)
Berita Terkait
News
Jelang MotoGP Mandalika 2026, BRI Peduli Latih 500 Volunteer Kelola Sampah
BRI terus melakukan berbagai inisiatif dalam mengatasi persoalan sampah melalui program-program yang secara nyata membantu penanganan masalah sampah di berbagai wilayah Indonesia.
Kamis, 08 Okt 2026 12:51
Sulsel
Tujuh Daerah Dukung PSEL Regional, Sidrap Siapkan Pengolahan 1.000 Ton Sampah per Hari
Rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) regional mulai mendapat dukungan tujuh pemerintah daerah di Sulawesi Selatan.
Selasa, 29 Sep 2026 09:28
Makassar City
Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Bahas Penanganan Pohon
Keberadaan pohon eksisting menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani dalam proyek revitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin, Kota Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 00:52
News
XLSMART Dorong Ekonomi Sirkular lewat #ByeByeBox di Kampus ITB
Untuk mendorong pengelolaan e-waste yang lebih bertanggung jawab, XLSMART bersama REMIND membawa #ByeByeBox Campus Roadshow ke Institut Teknologi Bandung (ITB).
Selasa, 15 Sep 2026 14:00
News
Pertamina Olah Limbah Plastik Segel Tangki Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Melalui kolaborasi dengan kelompok pemuda dan masyarakat, limbah tersebut diolah menjadi berbagai produk bernilai guna dan ekonomi, mulai dari tempat sampah hingga furniture.
Sabtu, 05 Sep 2026 09:02
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musprovlub FOKSI Sulsel Tetapkan Syamsu Alam Jadi Ketua Baru, Target Ikut Pra PON 2027
2
Athirah Baruga Education Expo Tampilkan 99 Karya Siswa, 7 Guru Besar jadi Penguji
3
OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun Terkait Saham DSSA, BREN, dan CUAN
4
Geely Ricklean Makassar Punya Fasilitas 3S, Buru Penjualan 500 Unit di 2026
5
Modal Usaha Rp1,5 Miliar, IKA Unhas Bantu Mahasiswa Jadi Pengusaha
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musprovlub FOKSI Sulsel Tetapkan Syamsu Alam Jadi Ketua Baru, Target Ikut Pra PON 2027
2
Athirah Baruga Education Expo Tampilkan 99 Karya Siswa, 7 Guru Besar jadi Penguji
3
OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun Terkait Saham DSSA, BREN, dan CUAN
4
Geely Ricklean Makassar Punya Fasilitas 3S, Buru Penjualan 500 Unit di 2026
5
Modal Usaha Rp1,5 Miliar, IKA Unhas Bantu Mahasiswa Jadi Pengusaha