Pembangunan RS Regional di Gowa Perkuat Layanan Kesehatan Wilayah Selatan
Senin, 03 Agu 2026 18:58
Pembangunan fasilitas kesehatan ini dirancang untuk mendekatkan akses pelayanan medis rujukan bagi masyarakat lintas daerah.
MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) resmi memulai pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Wilayah Selatan yang berlokasi di Kawasan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.
Pembangunan fasilitas kesehatan ini dirancang untuk mendekatkan akses pelayanan medis rujukan bagi masyarakat lintas daerah, khususnya di wilayah perbatasan Gowa, Sinjai, dan Bulukumba.
Sekretaris Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, dr Fadli Ananda, menegaskan bahwa keberadaan rumah sakit ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat lintas kabupaten, utamanya di wilayah pegunungan.
"Rumah sakit regional ini dibangun di ketinggian untuk mendekatkan masyarakat pegunungan di Gowa, dan masyarakat sekitar termasuk Kabupaten Sinjai dan Bulukumba yang berbatasan langsung dengan pegunungan di Gowa. InsyaAllah, bisa lebih dekat dengan akses kesehatan," ujar dr Fadli Ananda di Makassar.
Ia menambahkan, pihak legislatif berharap seluruh proses konstruksi berjalan lancar sehingga rumah sakit dapat segera dimanfaatkan oleh warga sesuai target yang telah ditetapkan.
"Rumah sakit ini tentunya kita harapkan beroperasi pada Agustus 2027. Mohon doanya rumah sakit ini bisa melayani masyarakat sekitar yang membutuhkan," tuturnya.
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), Ansariadi menilai keberadaan RS Regional ini memiliki peran vital dalam melengkapi sistem pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pada aspek penanganan medis lanjutan.
"Pendirian rumah sakit penting untuk hal-hal yang sifatnya kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan) dengan sasaran individu yang sakit. Ini merupakan domain utama rumah sakit," ucap Ansariadi di Makassar, Senin (3/8/2026).
Menurut Ansariadi, keberadaan RS Regional tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama untuk menangani masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun layanan rujukan. “Untuk perbaikan kesehatan penduduk, maka kegiatan yang dilaksanakan adalah bersifat promotif dan preventif, sasarannya populasi atau komunitas,” ujarnya.
Karena itu, menurut Ansariadi, pembangunan RS Regional Wilayah Selatan perlu ditempatkan dalam kerangka penguatan sistem kesehatan secara keseluruhan. Sehingga, kehadiran rumah sakit rujukan di wilayah tersebut dapat melengkapi layanan kesehatan yang telah berjalan di tingkat primer.
“Harapan saya adalah semua analisis yang diperlukan untuk pendirian RS Regional Wilayah Selatan yang baru saja di-groundbreaking oleh Bapak Gubernur Sulsel tersebut sudah dilakukan sehingga dianggap sebagai sebuah kebutuhan,” terangnya.
Diketahui, pembangunan RS Regional Wilayah Selatan merupakan bagian dari program Multiyears Project (MYP) Pemprov Sulsel. Total anggaran yang dialokasikan kurang lebih Rp161 miliar dan ditargetkan rampung pada tahun 2027. RS Regional Wilayah Selatan direncanakan memiliki tipe C, namun akan dilengkapi peralatan dan fasilitas kesehatan setara tipe B dengan dukungan dokter spesialis.
Pembangunan fasilitas kesehatan ini dirancang untuk mendekatkan akses pelayanan medis rujukan bagi masyarakat lintas daerah, khususnya di wilayah perbatasan Gowa, Sinjai, dan Bulukumba.
Sekretaris Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, dr Fadli Ananda, menegaskan bahwa keberadaan rumah sakit ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat lintas kabupaten, utamanya di wilayah pegunungan.
"Rumah sakit regional ini dibangun di ketinggian untuk mendekatkan masyarakat pegunungan di Gowa, dan masyarakat sekitar termasuk Kabupaten Sinjai dan Bulukumba yang berbatasan langsung dengan pegunungan di Gowa. InsyaAllah, bisa lebih dekat dengan akses kesehatan," ujar dr Fadli Ananda di Makassar.
Ia menambahkan, pihak legislatif berharap seluruh proses konstruksi berjalan lancar sehingga rumah sakit dapat segera dimanfaatkan oleh warga sesuai target yang telah ditetapkan.
"Rumah sakit ini tentunya kita harapkan beroperasi pada Agustus 2027. Mohon doanya rumah sakit ini bisa melayani masyarakat sekitar yang membutuhkan," tuturnya.
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), Ansariadi menilai keberadaan RS Regional ini memiliki peran vital dalam melengkapi sistem pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pada aspek penanganan medis lanjutan.
"Pendirian rumah sakit penting untuk hal-hal yang sifatnya kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan) dengan sasaran individu yang sakit. Ini merupakan domain utama rumah sakit," ucap Ansariadi di Makassar, Senin (3/8/2026).
Menurut Ansariadi, keberadaan RS Regional tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama untuk menangani masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun layanan rujukan. “Untuk perbaikan kesehatan penduduk, maka kegiatan yang dilaksanakan adalah bersifat promotif dan preventif, sasarannya populasi atau komunitas,” ujarnya.
Karena itu, menurut Ansariadi, pembangunan RS Regional Wilayah Selatan perlu ditempatkan dalam kerangka penguatan sistem kesehatan secara keseluruhan. Sehingga, kehadiran rumah sakit rujukan di wilayah tersebut dapat melengkapi layanan kesehatan yang telah berjalan di tingkat primer.
“Harapan saya adalah semua analisis yang diperlukan untuk pendirian RS Regional Wilayah Selatan yang baru saja di-groundbreaking oleh Bapak Gubernur Sulsel tersebut sudah dilakukan sehingga dianggap sebagai sebuah kebutuhan,” terangnya.
Diketahui, pembangunan RS Regional Wilayah Selatan merupakan bagian dari program Multiyears Project (MYP) Pemprov Sulsel. Total anggaran yang dialokasikan kurang lebih Rp161 miliar dan ditargetkan rampung pada tahun 2027. RS Regional Wilayah Selatan direncanakan memiliki tipe C, namun akan dilengkapi peralatan dan fasilitas kesehatan setara tipe B dengan dukungan dokter spesialis.
(GUS)
Berita Terkait
News
Gubernur Sudirman Sulaiman Berhasil Renegosiasi 2,5% ke 10% PI Migas
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bersama Pemerintah Kabupaten Wajo dan kontraktor pengelola Wilayah Kerja Migas Sengkang, menyepakati peningkatan Participating Interest (PI) menjadi 10 persen bagi pemerintah daerah.
Rabu, 23 Sep 2026 15:36
News
Program MYP Pemprov Sulsel: Jalan Tanete-Tanaberu Bulukumba Kini Mulus dan Lebar
Ruas Jalan Tanete-Tanaberu di Kabupaten Bulukumba kini berangsur-angsur mulus berkat penanganan infrastruktur melalui program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel).
Senin, 21 Sep 2026 18:10
News
PLN dan Pemprov Sulsel Perkuat Sinergi Pulihkan Sistem Kelistrikan Sulbagsel
PLN UID Sulselrabar terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia.
Sabtu, 19 Sep 2026 12:40
News
Pertumbuhan Ekonomi Nasional Perlu Ditopang Kinerja Ekonomi Daerah
Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya mendorong pemerintah daerah di Sulawesi memperkuat sinergi untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Jum'at, 18 Sep 2026 19:47
Sports
Maskot Porprov Sulsel 2026 Diperkenalkan, Angkat Budaya Bone dan Wajo
Dua maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 mulai diperkenalkan dalam rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan di Kantor KONI Sulsel, Rabu (16/9/2026).
Jum'at, 18 Sep 2026 09:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
2
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
3
Soroti Kebutuhan Air Bersih di Kota, Andi Iwan Minta PAMSIMAS Bisa Masuk Kelurahan
4
Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar
5
11 Ribu Kendaraan di Maros Tunggak Pajak, Samsat Gelar Penertiban
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
2
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
3
Soroti Kebutuhan Air Bersih di Kota, Andi Iwan Minta PAMSIMAS Bisa Masuk Kelurahan
4
Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar
5
11 Ribu Kendaraan di Maros Tunggak Pajak, Samsat Gelar Penertiban