Unhas Tegaskan Narasi Militerisme dan Penutupan GOR saat PKKMB FIB Tidak Benar

Jum'at, 14 Agu 2026 06:35
Unhas Tegaskan Narasi Militerisme dan Penutupan GOR saat PKKMB FIB Tidak Benar
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko saat hadir sebagai narasumber di PKKMB FIB Unhas. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) mengklarifikasi terkait beredarnya informasi di media sosial perihal dugaan pembajakan prosesi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas, di Gedung Olahraga JK Arenatorium Unhas adalah tidak benar.

Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Direktorat Komunikasi/Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan pemelintiran informasi, bahkan disinformasi yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Setiap tahun Unhas menggelar PKKMB. Panitia selalu mengundang pimpinan Pemerintah Daerah, pimpinan TNI, dan pimpinan Polri. Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, dijadwalkan hadir pada 11 Agustus 2026, bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan PKKMB Unhas, untuk memberikan materi mengenai jati diri bangsa serta pembinaan kesadaran bela negara," jelasnya, Kamis (13/8/2026).

Menurut Ishaq, Pangdam XIV/Hasanuddin terpaksa menunda kehadirannya karena ada agenda mendesak yang tidak bisa ditinggalkan. Meski demikian, Pangdam telah menyampaikan kesediaannya kepada pimpinan universitas untuk hadir pada Rabu, 12 Agustus 2026.

"Pada tanggal tersebut, rangkaian PKKMB Unhas telah memasuki agenda tingkat fakultas. Dari seluruh fakultas di Unhas, FIB dipilih sebagai lokasi kunjungan karena memiliki jumlah mahasiswa baru terbesar kedua. Selain itu, FIB juga melaksanakan PKKMB tingkat fakultas di GOR JK Arenatorium, dimana kondisi ruangan sangat memungkinkan untuk kehadiran Pangdam dan rombongan," kata Ishaq.

Ia menambahkan, pihak FIB Unhas telah mengetahui rencana kedatangan Pangdam XIV/Hasanuddin melalui koordinasi sebelumnya. Oleh karena itu, kata dia, informasi yang menyatakan bahwa panitia PKKMB FIB tidak mengetahui kunjungan tersebut adalah tidak benar.

"Kegiatan bersama Pangdam Sulsel tersebut berlangsung kurang lebih satu jam dan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Mayjen Bangun Nawoko membawakan materi yang memotivasi mahasiswa dengan gaya patriotik dan penuh semangat. Juga dibuka ruang dialog dan diskusi. Sama sekali tidak ada tindakan bentakan maupun kekerasan verbal kepada mahasiswa baru. Materi dan dialog berakhir pukul 17.10 Wita," tambah Ishaq.

Ishaq menepis informasi yang menyatakan banyak mahasiswa baru yang jatuh pingsan selama sesi penyampaian materi karena tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

"Memang ada mahasiswa yang kurang sehat karena kondisi yang kurang fit, mengingat kegiatan PKKMB fakultas dimulai sejak pukul 08.00 pagi. Kejadian seperti ini lumrah ditemui dalam setiap kegiatan yang melibatkan peserta dalam jumlah besar. Itulah sebabnya panitia selalu siap dengan Tim Medis," tegasnya dalam keterangan resminya.

Ishaq juga membantah narasi yang menyebutkan bahwa pintu GOR ditutup dan dijaga ketat oleh aparat sebagai informasi bohong.

"Saat kedatangan Pangdam XIV/Hasanuddin beliau didampingi oleh beberapa personil pengamanan. Dari pengalaman selama ini, kunjungan Pangdam XIV sebagai petinggi militer di daerah selalu didampingi oleh personil pengamanan. Personil TNI yang mendampingi Pangdam tidak melakukan intervensi terhadap pelaksanaan PKKMB," tukasnya.

Secara resmi Unhas membantah narasi yang menyebutkan bahwa kehadiran Pangdam XIV Hasanuddin pada PKKMB di Unhas pada tanggal 12 Agustus 2026 sebagai bentuk militerisme.

"Kami menghimbau agar pihak-pihak yang memelintir informasi mendiskreditkan Unhas dan TNI, serta berusaha memecah belah kedua institusi ini agar segera menghentikan tindakannya. Unhas sebagai lembaga pendidikan tinggi dan TNI sebagai institusi pertahanan negara selalu bersinergi untuk mendukung nasionalisme dalam bingkai persatuan dan kesatuan," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru