Pelindo Perkuat Ekosistem Vendor, Perbarui Kebijakan Pengadaan 2026

Jum'at, 14 Agu 2026 08:23
Pelindo Perkuat Ekosistem Vendor, Perbarui Kebijakan Pengadaan 2026
Pelindo memperkuat ekosistem vendor di Regional 4 dengan memperbarui kebijakan pengadaan barang dan jasa, yang dibahas pada sosialisasi, belum lama ini. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pelindo memperkuat ekosistem vendor di Regional 4 dengan memperbarui kebijakan pengadaan barang dan jasa, memperluas digitalisasi melalui sistem P-eproc, serta memperketat penerapan standar keselamatan kerja. Upaya tersebut juga didukung akses pembiayaan melalui bank-bank Himbara.

Penguatan ekosistem vendor itu dibahas dalam Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa Pelindo Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Akhlak, Lantai 7 Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Kamis (13/8).

Kegiatan tersebut diikuti vendor yang telah bekerja sama maupun yang akan menjalin kemitraan dengan Pelindo Regional 4. Forum ini menjadi ajang untuk menyamakan pemahaman mengenai kebijakan, sistem, persyaratan, dan standar yang harus dipenuhi dalam proses pengadaan.

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, mengatakan vendor memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran operasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan.

“Pelindo memandang vendor sebagai mitra strategis. Karena itu, hubungan kerja sama harus dibangun berdasarkan profesionalisme, transparansi, kepatuhan, kualitas pekerjaan, serta komitmen terhadap keselamatan,” ujar Rinto.

Menurut dia, kesamaan pemahaman mengenai kebijakan pengadaan penting agar proses kerja sama berjalan tertib, efektif, dan akuntabel. Pelindo juga memastikan vendor memiliki kesiapan yang memadai sebelum mengikuti proses pengadaan maupun melaksanakan pekerjaan.

Kesiapan tersebut mencakup kelengkapan administrasi, kemampuan teknis, integritas, kapasitas perusahaan, serta pemenuhan standar keselamatan dan kesehatan kerja.

“Kami berharap seluruh vendor dapat memahami ketentuan yang berlaku dan mempersiapkan diri dengan baik. Hal ini penting agar kerja sama yang terjalin mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mendukung pelayanan Pelindo kepada pengguna jasa,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapat penjelasan mengenai pembaruan peraturan pengadaan barang dan jasa, penerapan Contractor Safety Management System (CSMS), pengembangan sistem P-eproc, serta fasilitas finance funding dan dukungan pembiayaan dari bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Manager Pengadaan Non Teknik PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Yanuar Siscaria Rahmawati, mengatakan pembaruan kebijakan dan sistem pengadaan merupakan bagian dari transformasi Pelindo untuk menciptakan proses bisnis yang lebih transparan, efisien, dan kompetitif.

“Pengadaan barang dan jasa tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan perusahaan. Proses ini juga menjadi instrumen penting dalam menjaga efisiensi, transparansi, persaingan usaha yang sehat, dan kualitas hasil pekerjaan,” tutur Yanuar.

Ia menjelaskan, pembaruan sistem P-eproc diharapkan semakin memudahkan pelaku usaha mengikuti proses pengadaan secara digital. Vendor juga diminta memastikan seluruh data perusahaan dalam Vendor Management System (VMS) tercatat secara lengkap, benar, dan mutakhir.

Pelindo, lanjut Yanuar, memberikan kesempatan yang setara kepada pelaku usaha yang memiliki kompetensi dan memenuhi ketentuan untuk berpartisipasi dalam proses pengadaan.

Selain aspek administrasi dan digitalisasi, keselamatan menjadi salah satu persyaratan utama dalam pelaksanaan pekerjaan. Melalui penerapan CSMS, setiap kontraktor dituntut mampu mengidentifikasi sekaligus mengendalikan risiko keselamatan dan kesehatan kerja.

Sementara itu, Manager Pengadaan Pelindo Regional 4, Anrina Mesanny Aprilia Rasmud, mengatakan sosialisasi tersebut juga menjadi ruang komunikasi langsung antara Pelindo dan vendor untuk membahas mekanisme pengadaan.

“Melalui forum ini, vendor dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif sekaligus menyampaikan pertanyaan mengenai proses pengadaan. Kami ingin memastikan tidak ada perbedaan pemahaman dalam penerapan kebijakan di lapangan,” ujar Anrina.

Menurut Anrina, kelengkapan administrasi, kemampuan teknis, integritas, dan pemenuhan standar keselamatan merupakan satu kesatuan dalam menilai kesiapan vendor untuk bekerja sama dengan Pelindo.

Pelindo Regional 4 terus mendorong terciptanya ekosistem pengadaan yang terbuka, profesional, dan kompetitif. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas barang dan jasa yang diperoleh perusahaan, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.

Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa Pelindo Tahun 2026 digelar di empat wilayah regional, yakni Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pelindo menyelaraskan pemahaman dan implementasi kebijakan pengadaan di seluruh wilayah operasional perusahaan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru