Pemkot Makassar Siapkan 13 SPAM Antisipasi Dampak Kemarau
Kamis, 20 Agu 2026 06:21
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau SPAM di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu (19/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan 13 fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tambahan untuk mengantisipasi potensi kemarau panjang.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat meninjau fasilitas SPAM atau PAMSIMAS di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu (19/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas penyediaan air bersih yang telah dibangun pemerintah berfungsi dengan baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya warga di wilayah yang memiliki keterbatasan akses air.
"Saya datang langsung ke lokasi melihat SPAM ini. Tujuannya memastikan ketersediaan air pompa ini berjalan dan manfaat untuk warga disini," ujar Appi.
Dalam kunjungan tersebut, Munafri melihat langsung sumur bor dan jaringan distribusi air yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
Di lokasi tersebut terdapat lima sumur bor. Tiga di antaranya merupakan bantuan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
"Tadi saya datang lihat SPAM ini, sekitar empat bulan berjalan, diberikan oleh PU kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri, secara swadaya," kata Munafri.
Munafri mengatakan fasilitas SPAM Cambaya awalnya ditargetkan melayani sekitar 83 rumah. Namun, jaringan tersebut kini telah mampu menjangkau 109 rumah warga.
"Ini mengaliri, target awalnya kurang lebih hanya 83 rumah, tapi akhirnya menjadi 109 rumah yang mereka layani," terangnya kepada wartawan.
Menurut Munafri, SPAM menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi dampak kemarau, terutama di wilayah yang secara geografis memiliki keterbatasan sumber air.
"Ini adalah salah satu antisipasi kita untuk bagaimana mengantisipasi kemarau panjang," sebutnya.
Selain Cambaya, Pemkot Makassar melalui Dinas PU telah merencanakan pembangunan SPAM di 13 titik tambahan.
Fasilitas tersebut akan diprioritaskan di wilayah yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air, terutama saat musim kemarau.
"Di beberapa wilayah tahun ini, Dinas PU juga sudah merencanakan membuat SPAM seperti ini di 13 titik tambahan lagi yang harus kita maksimalkan di wilayah-wilayah yang sangat terdampak," jelasnya.
Munafri mengatakan kondisi musim kemarau tahun ini perlu diantisipasi karena diperkirakan berlangsung cukup panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
"Hitungan kita ini lumayan panjang musim keringnya dan sangat kering. Memang dibutuhkan supporting, khususnya daerah-daerah yang pada musim biasa saja susah air, apalagi musim kering," ungkapnya.
Pemkot Makassar selanjutnya akan memetakan wilayah yang membutuhkan fasilitas penyediaan air bersih. Pemerintah kecamatan juga diminta memberikan masukan terkait lokasi yang memiliki tingkat kebutuhan air tinggi.
"Makanya dari peninjauan ini, kita mau lihat juga di Cambaya dan melihat masukan dari Pak Camat, di mana lagi lokasi yang sangat membutuhkan untuk kita bisa buat," tuturnya.
Dalam peninjauan tersebut, Munafri memastikan distribusi air dari SPAM Cambaya dilakukan dengan melibatkan masyarakat sebagai pengelola.
Air dari sumur bor didistribusikan secara mandiri oleh warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di sekitar lokasi.
"Didistribusikan, dilakukan secara mandiri oleh masyarakat," terang Ketua IKA FH Unhas itu.
Menurut Munafri, pola pengelolaan berbasis masyarakat menjadi salah satu kekuatan program SPAM. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diberi ruang untuk mengelola fasilitas secara swadaya.
Warga yang membutuhkan air juga dapat mengambil air dengan membawa wadah atau jeriken untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Warga yang mengelola sendiri,secara mandiri seperti itu untuk pengelolaannya," katanya.
Munafri juga memastikan kualitas air dari sumur bor tersebut dalam kondisi baik. Sumur yang digunakan memiliki kedalaman 180 meter.
"Kualitasnya bagus. Sumur kedalamannya 180 meter," kata Munafri.
Pemkot Makassar berharap keberadaan SPAM Cambaya dapat menjadi sumber air alternatif bagi masyarakat, khususnya saat pasokan air mengalami tekanan akibat kemarau.
Pemerintah juga akan terus mengidentifikasi wilayah lain yang membutuhkan fasilitas serupa untuk memperkuat akses air bersih dan menghadapi dampak kekeringan.
"Langkah ini, menjadi bagian dari upaya pemerintah Kota memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan kondisi cuaca, terutama di kawasan yang secara rutin mengalami persoalan ketersediaan air saat musim kemarau," tukas Appi.
Fasilitas SPAM tersebut berada di sekitar RW 03 Kelurahan Cambaya dan menjadi salah satu upaya Pemkot Makassar memperkuat akses masyarakat terhadap air bersih.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat meninjau fasilitas SPAM atau PAMSIMAS di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu (19/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas penyediaan air bersih yang telah dibangun pemerintah berfungsi dengan baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya warga di wilayah yang memiliki keterbatasan akses air.
"Saya datang langsung ke lokasi melihat SPAM ini. Tujuannya memastikan ketersediaan air pompa ini berjalan dan manfaat untuk warga disini," ujar Appi.
Dalam kunjungan tersebut, Munafri melihat langsung sumur bor dan jaringan distribusi air yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
Di lokasi tersebut terdapat lima sumur bor. Tiga di antaranya merupakan bantuan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
"Tadi saya datang lihat SPAM ini, sekitar empat bulan berjalan, diberikan oleh PU kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri, secara swadaya," kata Munafri.
Munafri mengatakan fasilitas SPAM Cambaya awalnya ditargetkan melayani sekitar 83 rumah. Namun, jaringan tersebut kini telah mampu menjangkau 109 rumah warga.
"Ini mengaliri, target awalnya kurang lebih hanya 83 rumah, tapi akhirnya menjadi 109 rumah yang mereka layani," terangnya kepada wartawan.
Menurut Munafri, SPAM menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi dampak kemarau, terutama di wilayah yang secara geografis memiliki keterbatasan sumber air.
"Ini adalah salah satu antisipasi kita untuk bagaimana mengantisipasi kemarau panjang," sebutnya.
Selain Cambaya, Pemkot Makassar melalui Dinas PU telah merencanakan pembangunan SPAM di 13 titik tambahan.
Fasilitas tersebut akan diprioritaskan di wilayah yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air, terutama saat musim kemarau.
"Di beberapa wilayah tahun ini, Dinas PU juga sudah merencanakan membuat SPAM seperti ini di 13 titik tambahan lagi yang harus kita maksimalkan di wilayah-wilayah yang sangat terdampak," jelasnya.
Munafri mengatakan kondisi musim kemarau tahun ini perlu diantisipasi karena diperkirakan berlangsung cukup panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
"Hitungan kita ini lumayan panjang musim keringnya dan sangat kering. Memang dibutuhkan supporting, khususnya daerah-daerah yang pada musim biasa saja susah air, apalagi musim kering," ungkapnya.
Pemkot Makassar selanjutnya akan memetakan wilayah yang membutuhkan fasilitas penyediaan air bersih. Pemerintah kecamatan juga diminta memberikan masukan terkait lokasi yang memiliki tingkat kebutuhan air tinggi.
"Makanya dari peninjauan ini, kita mau lihat juga di Cambaya dan melihat masukan dari Pak Camat, di mana lagi lokasi yang sangat membutuhkan untuk kita bisa buat," tuturnya.
Dalam peninjauan tersebut, Munafri memastikan distribusi air dari SPAM Cambaya dilakukan dengan melibatkan masyarakat sebagai pengelola.
Air dari sumur bor didistribusikan secara mandiri oleh warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di sekitar lokasi.
"Didistribusikan, dilakukan secara mandiri oleh masyarakat," terang Ketua IKA FH Unhas itu.
Menurut Munafri, pola pengelolaan berbasis masyarakat menjadi salah satu kekuatan program SPAM. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diberi ruang untuk mengelola fasilitas secara swadaya.
Warga yang membutuhkan air juga dapat mengambil air dengan membawa wadah atau jeriken untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Warga yang mengelola sendiri,secara mandiri seperti itu untuk pengelolaannya," katanya.
Munafri juga memastikan kualitas air dari sumur bor tersebut dalam kondisi baik. Sumur yang digunakan memiliki kedalaman 180 meter.
"Kualitasnya bagus. Sumur kedalamannya 180 meter," kata Munafri.
Pemkot Makassar berharap keberadaan SPAM Cambaya dapat menjadi sumber air alternatif bagi masyarakat, khususnya saat pasokan air mengalami tekanan akibat kemarau.
Pemerintah juga akan terus mengidentifikasi wilayah lain yang membutuhkan fasilitas serupa untuk memperkuat akses air bersih dan menghadapi dampak kekeringan.
"Langkah ini, menjadi bagian dari upaya pemerintah Kota memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan kondisi cuaca, terutama di kawasan yang secara rutin mengalami persoalan ketersediaan air saat musim kemarau," tukas Appi.
Fasilitas SPAM tersebut berada di sekitar RW 03 Kelurahan Cambaya dan menjadi salah satu upaya Pemkot Makassar memperkuat akses masyarakat terhadap air bersih.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Puluhan Tahun Rusak, Jembatan Kaccia Makassar Dibangun Permanen
Pemerintah Kota Makassar mulai membangun secara permanen Jembatan Kaccia di Kampung Ujung Kaccia, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, setelah akses tersebut selama puluhan tahun mengalami kerusakan dan mengganggu mobilitas warga.
Rabu, 19 Agu 2026 17:50
Makassar City
Hadiri Job Fair 2026, Wali Kota Appi Dorong Lapangan Kerja Inklusif
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dan inklusif untuk menekan angka pengangguran terbuka di Kota Makassar yang kini berada di kisaran sembilan persen.
Rabu, 19 Agu 2026 16:51
News
Pemkot Makassar Digitalisasi Retribusi Sampah Lewat Lontara Plus
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan digitalisasi pembayaran retribusi sampah melalui aplikasi Lontara Plus. Sistem ini ditargetkan mulai diterapkan pada akhir 2026.
Rabu, 19 Agu 2026 06:11
News
Mulai 19 Agustus, Job Fair Makassar 2026 Hadirkan 1.547 Lowongan Kerja
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kembali menggelar bursa kerja atau Job Fair setelah terakhir dilaksanakan pada 2023.
Selasa, 18 Agu 2026 19:37
News
Tim Gasta dengan Formasi Candi Borobudur saat Turunkan Merah Putih di Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, kembali menunjukkan kekompakan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI.
Selasa, 18 Agu 2026 12:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Leadership Camp Ar-Rahmah Digelar di Rindam Pakatto
2
Siapa Kita? Kita UNM: Merawat Identitas Kolektif di Tengah Zaman yang Individualistik
3
Makassar Jadi Kota Perdana Teras Perwira 2026, Grab Bekali UMKM Strategi Digital
4
BMJ TK Islam Athirah Bukit Baruga Punya Pengurus Baru Periode 2026–2028
5
Ukir Sejarah! SDN Bontojai “Kawinkan” Dua Gelar Juara Umum di HUT ke-81 RI
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Leadership Camp Ar-Rahmah Digelar di Rindam Pakatto
2
Siapa Kita? Kita UNM: Merawat Identitas Kolektif di Tengah Zaman yang Individualistik
3
Makassar Jadi Kota Perdana Teras Perwira 2026, Grab Bekali UMKM Strategi Digital
4
BMJ TK Islam Athirah Bukit Baruga Punya Pengurus Baru Periode 2026–2028
5
Ukir Sejarah! SDN Bontojai “Kawinkan” Dua Gelar Juara Umum di HUT ke-81 RI