Imigrasi Lampaui Target PNBP 2026, Tembus Rp8,68 Triliun

Rabu, 14 Okt 2026 11:16
Imigrasi Lampaui Target PNBP 2026, Tembus Rp8,68 Triliun
Imigrasi berhasil melampaui target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2026. Foto: Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp8,68 triliun hingga 12 Oktober 2026 pukul 07.30 WIB. Capaian tersebut setara 101,88 persen dari target PNBP Imigrasi sepanjang 2026.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan penerimaan tersebut didukung sektor visa, paspor, izin keimigrasian, dan layanan lainnya. Pendapatan dari visa menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp4,7 triliun atau sekitar 55 persen dari total penerimaan.

Sementara itu, penerimaan dari layanan paspor mencapai Rp2,1 triliun, izin keimigrasian dan re-entry permit sebesar Rp1,52 triliun, serta layanan lainnya Rp270 miliar.

Dibandingkan periode yang sama pada 2025, realisasi PNBP Imigrasi tersebut meningkat Rp510 miliar.

Hendarsam mengatakan capaian itu berlangsung di tengah dinamika geopolitik global. Ia juga menyebut Indonesia masuk dalam tiga besar destinasi wisata dunia yang wajib dikunjungi sekali seumur hidup versi majalah CEOWORLD.

“Kami mensyukuri bahwa kebijakan keimigrasian mendorong hadirnya wisatawan berkualitas yang berkontribusi terhadap ekonomi negara. Kontribusi yang tinggi terhadap penerimaan negara menjadi salah satu indikator kualitas layanan yang diselenggarakan pemerintah," jelas Hendarsam.

Di sisi lain, Imigrasi tetap meningkatkan pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang berada di Indonesia.

“Di tahun 2026 ini, pengawasan keimigrasian terus kami gencarkan. Sekitar 5.310 WNA telah kami deportasi dan 3.950 di antaranya kami masukkan dalam daftar cekal. Kita tentunya menginginkan hanya WNA berkualitas yang masuk dan berkegiatan di Indonesia. Dan ternyata tingginya angka penindakan terhadap WNA yang melanggar juga tidak menyurutkan animo pelancong internasional untuk datang ke Indonesia,” jelas Hendarsam.

Untuk mendukung pelayanan keimigrasian, Imigrasi menghadirkan platform evisa.imigrasi.go.id yang memungkinkan pemohon membayar menggunakan kartu kredit secara langsung tanpa melalui agen atau penjamin.

Peningkatan layanan juga dilakukan melalui penambahan autogate di tempat pemeriksaan imigrasi utama. Hingga Oktober 2026, sebanyak 298 unit autogate telah beroperasi untuk mendukung sistem perlintasan yang terintegrasi.

“Kami mendapati bahwa ternyata orang asing tidak melulu mencari yang gratisan. Pelintas berkualitas yang datang ke Indonesia justru mengharapkan kemudahan di sisi pelayanan imigrasi. Kami menghadirkan kemudahan tersebut melalui ekosistem yang seamless, dari penerbitan visa/izin tinggal hingga sistem perlintasan yang terintegrasi,” ujarnya.

Pada layanan paspor, Imigrasi memperluas jangkauan pelayanan melalui program Pasporia atau Paspor Ceria. Program jemput bola ini digelar di ruang publik, termasuk saat Car Free Day (CFD) pada akhir pekan.

Imigrasi juga menambah kantor imigrasi di berbagai daerah serta mengoperasikan unit pelayanan baru yang dapat melayani masyarakat di luar hari dan jam operasional reguler.

Hendarsam menyebut pihaknya akan terus meningkatkan penerimaan negara sekaligus memperkuat pelayanan dan pengawasan keimigrasian.

“Kami berkomitmen menghadirkan imigrasi yang seamless namun tetap memiliki muruah sebagai penjaga kedaulatan pintu gerbang negara. Capaian realisasi PNBP akan terus kami tingkatkan. Kami perkirakan pada akhir 2026 bisa tercapai Rp 10,9 triliun sampai Rp 11 triliun," tutup Hendarsam.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru