OJK dan Pemkab Pasangkayu Perkuat Literasi Keuangan Pelajar hingga Pelaku UMKM
Senin, 21 Sep 2026 16:41
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemkab Pasangkayu memperkuat literasi keuangan dengan menyasar pelajar, pelaku UMKM, dan kaum perempuan. Foto/Istimewa
PASANGKAYU - Kemudahan akses terhadap layanan keuangan di era digital perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial secara bijak. Karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten Pasangkayu memperkuat literasi keuangan dengan menyasar pelajar, pelaku UMKM, dan kaum perempuan.
Edukasi keuangan tersebut merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) sekaligus rangkaian Road to Bulan Inklusi Keuangan. Kegiatan melibatkan pelajar SMP Negeri 1 Pasangkayu serta perwakilan pelaku UMKM dan kaum perempuan di Kabupaten Pasangkayu.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, mengatakan perkembangan teknologi membuat berbagai produk dan layanan keuangan semakin mudah diakses oleh masyarakat. Kondisi tersebut membuka peluang lebih luas bagi pelajar, pelaku UMKM, maupun perempuan untuk memanfaatkan layanan keuangan sesuai kebutuhan.
Namun, kemudahan akses tersebut perlu dibarengi pemahaman yang memadai. Literasi keuangan dibutuhkan agar masyarakat mampu mengelola pendapatan dan pengeluaran secara lebih baik, memahami manfaat serta risiko produk keuangan, dan menghindari praktik keuangan yang dapat merugikan.
“Di era digital saat ini, akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan semakin mudah dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman dan literasi keuangan yang memadai agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak,” ujarnya.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pasangkayu, Suhardi, mengapresiasi edukasi yang diberikan OJK, khususnya kepada pelaku UMKM dan kaum perempuan.
Menurutnya, kegiatan tersebut membantu masyarakat memperluas wawasan mengenai isu-isu keuangan, termasuk mengenali dan mengantisipasi praktik keuangan ilegal yang berpotensi menimbulkan kerugian.
“Kegiatan ini sangat berguna dalam memperluas wawasan terkait isu-isu keuangan, khususnya dalam mengenali dan mengantisipasi praktik keuangan ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat,” kata Suhardi.
Ia berharap edukasi serupa dapat dilakukan secara rutin sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat di Kabupaten Pasangkayu.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Pasangkayu, Asrianur, menilai edukasi keuangan bagi pelajar penting untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. Menurutnya, pemahaman tersebut dapat membantu generasi muda lebih bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan.
Ia juga menyoroti pentingnya membekali pelajar dengan pemahaman mengenai berbagai risiko di ruang digital, termasuk maraknya judi online yang dapat berdampak terhadap kondisi keuangan dan masa depan generasi muda.
OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat berkomitmen melanjutkan penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program strategis. Upaya tersebut antara lain mendorong akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM serta memperluas kepemilikan rekening bagi pelajar.
Penguatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan. Masyarakat juga perlu memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memilih serta menggunakan layanan tersebut secara tepat, sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Melalui kolaborasi OJK, pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, satuan pendidikan, dan masyarakat, edukasi keuangan di Pasangkayu diharapkan dapat membentuk masyarakat yang semakin cakap finansial, terlindungi dari risiko keuangan, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk mendukung kegiatan ekonomi secara produktif dan berkelanjutan.
Edukasi keuangan tersebut merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) sekaligus rangkaian Road to Bulan Inklusi Keuangan. Kegiatan melibatkan pelajar SMP Negeri 1 Pasangkayu serta perwakilan pelaku UMKM dan kaum perempuan di Kabupaten Pasangkayu.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, mengatakan perkembangan teknologi membuat berbagai produk dan layanan keuangan semakin mudah diakses oleh masyarakat. Kondisi tersebut membuka peluang lebih luas bagi pelajar, pelaku UMKM, maupun perempuan untuk memanfaatkan layanan keuangan sesuai kebutuhan.
Namun, kemudahan akses tersebut perlu dibarengi pemahaman yang memadai. Literasi keuangan dibutuhkan agar masyarakat mampu mengelola pendapatan dan pengeluaran secara lebih baik, memahami manfaat serta risiko produk keuangan, dan menghindari praktik keuangan yang dapat merugikan.
“Di era digital saat ini, akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan semakin mudah dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman dan literasi keuangan yang memadai agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak,” ujarnya.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pasangkayu, Suhardi, mengapresiasi edukasi yang diberikan OJK, khususnya kepada pelaku UMKM dan kaum perempuan.
Menurutnya, kegiatan tersebut membantu masyarakat memperluas wawasan mengenai isu-isu keuangan, termasuk mengenali dan mengantisipasi praktik keuangan ilegal yang berpotensi menimbulkan kerugian.
“Kegiatan ini sangat berguna dalam memperluas wawasan terkait isu-isu keuangan, khususnya dalam mengenali dan mengantisipasi praktik keuangan ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat,” kata Suhardi.
Ia berharap edukasi serupa dapat dilakukan secara rutin sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat di Kabupaten Pasangkayu.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Pasangkayu, Asrianur, menilai edukasi keuangan bagi pelajar penting untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. Menurutnya, pemahaman tersebut dapat membantu generasi muda lebih bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan.
Ia juga menyoroti pentingnya membekali pelajar dengan pemahaman mengenai berbagai risiko di ruang digital, termasuk maraknya judi online yang dapat berdampak terhadap kondisi keuangan dan masa depan generasi muda.
OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat berkomitmen melanjutkan penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program strategis. Upaya tersebut antara lain mendorong akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM serta memperluas kepemilikan rekening bagi pelajar.
Penguatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan. Masyarakat juga perlu memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memilih serta menggunakan layanan tersebut secara tepat, sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Melalui kolaborasi OJK, pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, satuan pendidikan, dan masyarakat, edukasi keuangan di Pasangkayu diharapkan dapat membentuk masyarakat yang semakin cakap finansial, terlindungi dari risiko keuangan, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk mendukung kegiatan ekonomi secara produktif dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
OJK Gencarkan Literasi Keuangan dan Waspada Investasi Ilegal di Bantaeng
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui Program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Senin, 21 Sep 2026 09:33
Ekbis
OJK Terbitkan Dua POJK, Atur Peralihan Pengawasan Bursa Mineral 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan OJK (POJK) untuk memperkuat kerangka pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS).
Sabtu, 19 Sep 2026 17:02
Ekbis
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga pada Triwulan III 2026
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa perbankan nasional memiliki pijakan kokoh untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika pasar.
Sabtu, 12 Sep 2026 07:29
Ekbis
OJK Dorong Masyarakat Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini Hadapi Masa Tua
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong masyarakat mempersiapkan dana pensiun sejak dini untuk menghadapi masa purnabakti atau di masa tua.
Minggu, 06 Sep 2026 20:25
News
OJK Perkuat Organisasi, Tujuh Pejabat Baru Resmi Dilantik
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat struktur organisasi dan kapasitas kelembagaan dengan melantik tujuh pejabat pimpinan satuan kerja.
Rabu, 02 Sep 2026 15:18
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FAI-UMI Bekali Maba dengan Nilai Keilmuan, Karakter, dan Pengembangan Diri
2
Kejurda Pelajar Metro School IV Sulselbar Sukses Digelar, Dojo Maros Juara Umum
3
6 Tim Melaju ke Babak Final Teacher Tech Championship 2026 Bakti BCA
4
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
5
Sinergi PT Vale - TNI Dukung Olahraga & Budaya Lokal Lewat Patonro Run
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FAI-UMI Bekali Maba dengan Nilai Keilmuan, Karakter, dan Pengembangan Diri
2
Kejurda Pelajar Metro School IV Sulselbar Sukses Digelar, Dojo Maros Juara Umum
3
6 Tim Melaju ke Babak Final Teacher Tech Championship 2026 Bakti BCA
4
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
5
Sinergi PT Vale - TNI Dukung Olahraga & Budaya Lokal Lewat Patonro Run