Kejari Dalami Dugaan Korupsi Bimtek TP-PKK dan Desa di Luwu Timur
Sabtu, 26 Okt 2024 10:11
Gedung Kejari Luwu Timur. Foto: Istimewa
LUWU TIMUR - Kejaksaan Negeri (Kejari) mengendus kasus dugaan korupsi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan Desa di Luwu Timur.
Informasi yang dihimpun, Kejari Luwu Timur telah meminta klarifikasi sejumlah pihak terkait dalam kasus dugaan kasus korupsi tersebut. Bahkan, kasus ini telah diserahkan ke inspektorat untuk melakukan audit potensi kerugian negara.
Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Luwu Timur, Bara membenarkan pihaknya tengah mendalami kasus dugaan korupsi kegiatan Bimtek TP-PKK dan Desa. Menurutnya, kasus ini diserahkan ke Inspektorat untuk diaudit.
“Iye Om, Bimtek TP-PKK dan desa, kita telah serahkan ke Inspektorat untuk audit. Kita tunggu hasilnya,” kata Bara kepada awak media pada Kamis (24/10/2024).
Bara menambahkan, kasus dugaan korupsi kegiatan Bimtek TP-PKK dan Desa ini masih dalam tahap Pengumpulan Data dan Keterangan (Pulbaket). “Kita masih Pulbaket ya Om. Kita tunggu hasil auditnya,” jelas Bara.
Sekretaris TP-PKK Lutim, Zulhidayah mengaku tidak tahu saat ditanya soal kasus yang sedang bergulir di Kejari Lutim. "Bimtek apa ya pak? Bimtek apa?," sebutnya.
Dia tak bisa memberikan komentar lebih jelas, sebab belum tahu Bimtek mana yang sedang didalami Kejari Lutim. "Tunggu dulu, Bimtek apa?. Yang mana ya, kegiatannya itu? Bimtek apa?," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat (26/10/2024).
Informasi yang dihimpun, Kejari Luwu Timur telah meminta klarifikasi sejumlah pihak terkait dalam kasus dugaan kasus korupsi tersebut. Bahkan, kasus ini telah diserahkan ke inspektorat untuk melakukan audit potensi kerugian negara.
Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Luwu Timur, Bara membenarkan pihaknya tengah mendalami kasus dugaan korupsi kegiatan Bimtek TP-PKK dan Desa. Menurutnya, kasus ini diserahkan ke Inspektorat untuk diaudit.
“Iye Om, Bimtek TP-PKK dan desa, kita telah serahkan ke Inspektorat untuk audit. Kita tunggu hasilnya,” kata Bara kepada awak media pada Kamis (24/10/2024).
Bara menambahkan, kasus dugaan korupsi kegiatan Bimtek TP-PKK dan Desa ini masih dalam tahap Pengumpulan Data dan Keterangan (Pulbaket). “Kita masih Pulbaket ya Om. Kita tunggu hasil auditnya,” jelas Bara.
Sekretaris TP-PKK Lutim, Zulhidayah mengaku tidak tahu saat ditanya soal kasus yang sedang bergulir di Kejari Lutim. "Bimtek apa ya pak? Bimtek apa?," sebutnya.
Dia tak bisa memberikan komentar lebih jelas, sebab belum tahu Bimtek mana yang sedang didalami Kejari Lutim. "Tunggu dulu, Bimtek apa?. Yang mana ya, kegiatannya itu? Bimtek apa?," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat (26/10/2024).
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Eks Waka DPRD Sulsel Syahar Tegaskan Tak Ada Pembahasan Bibit Nanas di APBD 2024
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan periode 2019-2024, Syaharuddin Alrif ikut angkat bicara terkait isu dugaan korupsi bibit nanas yang sedang dikerjakan Kejati Sulsel.
Sabtu, 18 Apr 2026 20:54
Sulsel
Andi Ina dan Ni'matullah Klarifikasi Pemanggilan Kejati Sulsel soal Kasus Korupsi Bibit Nanas
Eks Ketua DPRD Sulsel periode 2019-2024, Andi Ina Kartika Sari, bersama sejumlah mantan pimpinan DPRD Sulawesi Selatan memberikan klarifikasi terkait pemanggilannya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas senilai Rp60 miliar.
Sabtu, 18 Apr 2026 06:05
Sulsel
Kasus DAK Parepare Mandek, Aktivis Desak Polda Sulsel Usut Tuntas Dugaan Korupsi Rp6,3 M
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Advokasi Rakyat Demokrasi Nusantara menyampaikan orasi di depan gerbang Mapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar pada Jumat (17/04/2026).
Jum'at, 17 Apr 2026 16:22
Sulsel
Pemkab Luwu Timur Sediakan Rumah Singgah Gratis di Makassar untuk Pasien Rujukan
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
Kamis, 16 Apr 2026 17:57
Sulsel
Bupati Lutim Tegaskan Harga Gabah Tak Boleh di Bawah Rp6.500
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan harga gabah di tingkat petani tidak boleh jatuh di bawah standar yang telah ditetapkan.
Selasa, 14 Apr 2026 17:39
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Atlet hingga Orang Tuanya Tanda Tangani Petisi Penolakan Hibah GOR Sepak Takraw untuk Kejaksaan Selayar
2
Andi Ina dan Ni'matullah Klarifikasi Pemanggilan Kejati Sulsel soal Kasus Korupsi Bibit Nanas
3
Polipangkep Jadi Pionir Transformasi Pendidikan Vokasi di Indonesia
4
Kukuhkan Dua Guru Besar, Polipangkep Kini Miliki 8 Profesor
5
Taro Waterpark Resmi Hadir di Tallasa City, Destinasi Wisata untuk Semua Generasi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Atlet hingga Orang Tuanya Tanda Tangani Petisi Penolakan Hibah GOR Sepak Takraw untuk Kejaksaan Selayar
2
Andi Ina dan Ni'matullah Klarifikasi Pemanggilan Kejati Sulsel soal Kasus Korupsi Bibit Nanas
3
Polipangkep Jadi Pionir Transformasi Pendidikan Vokasi di Indonesia
4
Kukuhkan Dua Guru Besar, Polipangkep Kini Miliki 8 Profesor
5
Taro Waterpark Resmi Hadir di Tallasa City, Destinasi Wisata untuk Semua Generasi