Pasca Debat, Warga Lutim Makin Yakin Keberpihakan Ibas-Puspa ke Masyarakat Biasa
Rabu, 30 Okt 2024 13:55
Paslon Irwan Bachri Syam - Puspawati Husler (Ibas-Puspa) pada debat publik pertama, makin memantapkan pilihan masyarakat untuk Luwu Timur maju. Foto: Istimewa
LUWU TIMUR - Pemaparan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam - Puspawati Husler (Ibas-Puspa) pada debat publik pertama, makin memantapkan pilihan masyarakat untuk Luwu Timur maju.
Warga Kalaena, Idrus pada kampanye dialogis Ibas-Puspa tanpa kandidat, mengaku setelah mendengar pemaparan Ibas-Puspa dalam debat publik membuat masyarakat semakin yakin akan komitmen Ibas-Puspa terhadap keberpihakan kepada masyarakat biasa.
"Seperti masalah beasiswa, yang disebut calon petahana, beasiswa tak bisa diberikan pada semester awal. Padahal banyak anak-anak menerima beasiswa sejak masuk kuliah," katanya.
Sementara Jurkam Ibas-Puspa, Alpian Alwi menjelaskan, program beasiswa yang akan diberikan sejak semester awal itu dibolehkan dari sisi regulasi.
"Ini sebenarnya hanya persoalan keberpihakan pemimpinnya. Kalau dari sisi regulasi bisa, dan mekanisme anggaran memungkinkan, maka sisa kemauan Bupati saja," katanya.
Begitu juga dengan program kartu Lansia, yang akan diberikan bantuan langsung tunai sebesar Rp1 juta per bulan, itu dari sisi anggaran dan kemampuan keuangan daerah memungkinkan.
"Jadi kalau ada yang bilang daerah tidak mampu membiayai program itu, maka itu orang yang tidak mau APBD ini diberikan ke masyarakat, karena mungkin tidak ada keuntungan bagi mereka para elit," tandasnya.
Warga Kalaena, Idrus pada kampanye dialogis Ibas-Puspa tanpa kandidat, mengaku setelah mendengar pemaparan Ibas-Puspa dalam debat publik membuat masyarakat semakin yakin akan komitmen Ibas-Puspa terhadap keberpihakan kepada masyarakat biasa.
"Seperti masalah beasiswa, yang disebut calon petahana, beasiswa tak bisa diberikan pada semester awal. Padahal banyak anak-anak menerima beasiswa sejak masuk kuliah," katanya.
Sementara Jurkam Ibas-Puspa, Alpian Alwi menjelaskan, program beasiswa yang akan diberikan sejak semester awal itu dibolehkan dari sisi regulasi.
"Ini sebenarnya hanya persoalan keberpihakan pemimpinnya. Kalau dari sisi regulasi bisa, dan mekanisme anggaran memungkinkan, maka sisa kemauan Bupati saja," katanya.
Begitu juga dengan program kartu Lansia, yang akan diberikan bantuan langsung tunai sebesar Rp1 juta per bulan, itu dari sisi anggaran dan kemampuan keuangan daerah memungkinkan.
"Jadi kalau ada yang bilang daerah tidak mampu membiayai program itu, maka itu orang yang tidak mau APBD ini diberikan ke masyarakat, karena mungkin tidak ada keuntungan bagi mereka para elit," tandasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
APBD 2025 Disahkan, Bupati Irwan Serahkan Rancangan KUA-PPAS 2027 Senilai Rp2,16 Triliun
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur bersama DPRD Kabupaten Luwu Timur resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna yang digelar, Senin (13/07/26).
Senin, 13 Jul 2026 18:25
Sulsel
Awasi Realisasi APBD 2025, Legislator Erik Estrada Turun Langsung Cek Proyek Fisik di Towuti
Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Erik Estrada, melakukan monitoring pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 di Kecamatan Towuti, Rabu (01/07/26).
Rabu, 01 Jul 2026 18:01
Sulsel
Jika Tidak Ada Tindaklanjut, Kasus Islamic Center Malili Bakal Dilaporkan ke Kejati Sulsel
Perwakilan AMPLi, Yolan, menegaskan pihaknya tidak ingin isu proyek Islamic Center yang sempat menjadi perhatian publik berakhir tanpa kejelasan.
Senin, 29 Jun 2026 18:58
Sulsel
Kasus Islamic Center Malili Belum Ditangani, Aktivis Nilai Penegakan Hukum Mandek
Aktivis Luwu Timur, Nur Alam, mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti dugaan permasalahan proyek pembangunan Masjid Islamic Center Malili.
Minggu, 28 Jun 2026 16:28
Sulsel
Kasus Islamic Center Malili Dinilai Jalan di Tempat, Aktivis Desak Aparat Tuntaskan Penyelidikan
Aktivis Luwu Timur, Nur Alam, mendesak aparat penegak hukum untuk menuntaskan penyelidikan dugaan permasalahan dalam proyek pembangunan Masjid Islamic Center Malili.
Sabtu, 27 Jun 2026 18:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Polres Kepulauan Selayar Periksa dan Amankan Nahkoda serta ABK KLM Nurul Salsa
2
Bahlil "Ngolah" Ketua DPRD Sulsel di Musda, Lempar Kode Cicu Harap Gabung Golkar
3
BNI Gelar Dwidayatour Fest di Makassar, Tawarkan Diskon hingga Rp14 Juta
4
Ketum Bahlil Tak Tuntut IAS Harus Maju di Pilgub Sulsel, Minta Fokus Naikkan Kursi
5
Polda Sulsel Dirikan Posko DVI untuk Identifikasi Korban KLM Nurul Salsa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Polres Kepulauan Selayar Periksa dan Amankan Nahkoda serta ABK KLM Nurul Salsa
2
Bahlil "Ngolah" Ketua DPRD Sulsel di Musda, Lempar Kode Cicu Harap Gabung Golkar
3
BNI Gelar Dwidayatour Fest di Makassar, Tawarkan Diskon hingga Rp14 Juta
4
Ketum Bahlil Tak Tuntut IAS Harus Maju di Pilgub Sulsel, Minta Fokus Naikkan Kursi
5
Polda Sulsel Dirikan Posko DVI untuk Identifikasi Korban KLM Nurul Salsa