Appi Tekankan Pembangunan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat di Makassar
Senin, 10 Feb 2025 18:29
Wali Kota Makassar terpilih periode 2025-2030, Munafri Arifuddin saat memberikan sambutan pada Rakor perdana Forkopimda di Balai Kota pada Senin (10/02/2025). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Wali Kota Makassar terpilih periode 2025-2030, Munafri Arifuddin menekankan pentingnya kolaborasi untuk melanjutkan pembangunan di Kota Makassar, lima tahun ke depan.
"Saya ingin menyampaikan bahwa pak Danny telah membangun sebuah kota, juga melanjutkan dari wali kota sebelumnya," kata Appi saat menghadiri rapat koordinasi (Rakor) perdana bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Lt 2 Ruang Kantor Wali Kota Makassar, Jl Ahmad Yani, Senin (10/02/2025).
Rapat juga dihadiri Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham dijamu oleh Wali Kota aktif, Danny Pomanto yang masa jabatannya berakhir 20 Februari bulan ini.
Pada kesempatan tersebut, Appi mengakui akan melanjutkan pondasi pembangunan yang diletakkan oleh pemimpin sebelumnya, seperti Wali Kota Makassar periode 1959-1978 Muhammad Daeng Patompo yang kemudian dilanjutkan oleh sejumlah pemimpin hingga saat ini.
Menurutnya, apa yang dilakukan bersama Aliyah Mustika Ilham untuk lima tahun ke depan adalah tujuanya untuk pelayanan demi kesejahteraan masyarakat.
"Sehingga dasar-dasar pembangunan yang ada di Kota Makassar adalah sebuah proses pembangunan yang harus berkelanjutan, yang tujuanya adalah tidak lain dan tidak bukan untuk pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar," jelas Appi.
Appi yang juga Konsulat Kehormatan Republik Kroasia untuk Indonesia di Makassar, menyampaikan bahwa proses pembangunan berkelanjutan ini tidak akan mungkin bisa berjalan dengan baik dan lancar, kalau pola pikir atau mindset OPD masih parsial antara satu dengan yang lainnya.
"Hari ini saya hadir untuk memulai bersama-sama membuat pola pikir yang sama. Apa yang menjadi goals kita ke depan dan apa telah dilakukan pemerintahan sebelumnya," tegas mantan Bos PSM itu.
"Jadi, harus menjadi sebuah pencapaian yang lebih baik dari pemerintahan sebelumnya, dengan tim yang sama dan sistem yang lebih baik kita kerjakan nantinya," jelas Ketua DPD II Golkar Makassar ini.
"Saya ingin menyampaikan bahwa pak Danny telah membangun sebuah kota, juga melanjutkan dari wali kota sebelumnya," kata Appi saat menghadiri rapat koordinasi (Rakor) perdana bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Lt 2 Ruang Kantor Wali Kota Makassar, Jl Ahmad Yani, Senin (10/02/2025).
Rapat juga dihadiri Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham dijamu oleh Wali Kota aktif, Danny Pomanto yang masa jabatannya berakhir 20 Februari bulan ini.
Pada kesempatan tersebut, Appi mengakui akan melanjutkan pondasi pembangunan yang diletakkan oleh pemimpin sebelumnya, seperti Wali Kota Makassar periode 1959-1978 Muhammad Daeng Patompo yang kemudian dilanjutkan oleh sejumlah pemimpin hingga saat ini.
Menurutnya, apa yang dilakukan bersama Aliyah Mustika Ilham untuk lima tahun ke depan adalah tujuanya untuk pelayanan demi kesejahteraan masyarakat.
"Sehingga dasar-dasar pembangunan yang ada di Kota Makassar adalah sebuah proses pembangunan yang harus berkelanjutan, yang tujuanya adalah tidak lain dan tidak bukan untuk pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar," jelas Appi.
Appi yang juga Konsulat Kehormatan Republik Kroasia untuk Indonesia di Makassar, menyampaikan bahwa proses pembangunan berkelanjutan ini tidak akan mungkin bisa berjalan dengan baik dan lancar, kalau pola pikir atau mindset OPD masih parsial antara satu dengan yang lainnya.
"Hari ini saya hadir untuk memulai bersama-sama membuat pola pikir yang sama. Apa yang menjadi goals kita ke depan dan apa telah dilakukan pemerintahan sebelumnya," tegas mantan Bos PSM itu.
"Jadi, harus menjadi sebuah pencapaian yang lebih baik dari pemerintahan sebelumnya, dengan tim yang sama dan sistem yang lebih baik kita kerjakan nantinya," jelas Ketua DPD II Golkar Makassar ini.
(UMI)
Berita Terkait
News
Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Periksa Dugaan Pungli Kepala Sekolah
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, merespons isu dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses pengisian jabatan kepala sekolah yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Minggu, 28 Jun 2026 21:19
Makassar City
Lantik 153 Imam Kelurahan, Wali Kota Makassar Tekankan Peran Sosial Masjid
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengukuhkan dan melantik 153 imam kelurahan di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Jalan Masjid Raya, Makassar, Kamis (25/6/2026).
Jum'at, 26 Jun 2026 05:27
Makassar City
Forum B2B IGS 2026 Hubungkan Pelaku Usaha Lokal dengan Delegasi 28 Negara
Forum B2B dalam rangkaian IGS 2026 menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah ke pasar internasional.
Kamis, 25 Jun 2026 14:49
Sulsel
Pemkot Makassar Tertibkan 19 PKL Kelapa di Area Benteng Rotterdam
Pendekatan humanis dan persuasif yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membuahkan hasil positif dalam upaya penataan kawasan Benteng Fort Rotterdam dan sekitarnya.
Kamis, 25 Jun 2026 14:30
Makassar City
Legislator DPRD Makassar Dukung Penuh IGS 2026, Dongkrak Ekonomi dan Investasi
Pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Kota Makassar mendapat sambutan positif dari pihak DPRD Kota Makassar, Rabu (24/6/2026).
Rabu, 24 Jun 2026 15:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Jeneponto Lepas Kontingen Porsenijar PGRI 2026 ke Tingkat Sulsel
2
PAN Maros Ditarget Raih 24 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
3
Maros Bidik Lima Besar Porprov, Jumlah Cabor Lolos Meningkat Jadi 34
4
KORMI Maros Perkenalkan 18 Inorga Lewat Pesta Olahraga Masyarakat
5
Kasus Islamic Center Malili Belum Ditangani, Aktivis Nilai Penegakan Hukum Mandek
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Jeneponto Lepas Kontingen Porsenijar PGRI 2026 ke Tingkat Sulsel
2
PAN Maros Ditarget Raih 24 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
3
Maros Bidik Lima Besar Porprov, Jumlah Cabor Lolos Meningkat Jadi 34
4
KORMI Maros Perkenalkan 18 Inorga Lewat Pesta Olahraga Masyarakat
5
Kasus Islamic Center Malili Belum Ditangani, Aktivis Nilai Penegakan Hukum Mandek