Pemkab Gowa Perkuat Rantai Agribisnis Kentang dan Sapi Potong
Minggu, 30 Nov 2025 13:46
Bupati Sitti Husniah Talenrang bersama jajaran Forkopimda melihat tanaman palawija warga di Tombolo Pao, kemarin. Foto: Istimewa
GOWA - Program One Day One District Pemerintah Kabupaten Gowa kembali berlangsung, Sabtu 29 November 2025. Kali ini, kegiatan prioritas Bupati Siti Husniah Talenrang dan wakilnya, Darmawangsyah Muin berlangsung di Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao.
Kegiatan One Day One District ini dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Agribisnis Komoditas Kentang dan Sapi Potong. Tujuannya, memperkuat sektor agribisnis yang berbasis data, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan bahwa sektor agraris tetap menjadi fondasi ekonomi daerah. FGD ini, menurutnya menjadi forum untuk mengintegrasikan kebijakan hulu-hilir, mulai dari penyediaan benih unggul, penguatan kelembagaan kelompok tani-ternak, hingga akses pembiayaan dan kemitraan pasar.
“Pertanian adalah struktur dasar ekonomi Gowa yang terus kita modernisasi agar mampu menjawab kebutuhan masa depan,” ujar orang nomor satu di Gowa ini.
Kinerja sektor pertanian dan peternakan dalam dua tahun terakhir menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa, yang tercatat mencapai 7,68% pada Triwulan II Tahun 2025. Komoditas kentang dataran tinggi dari Kanreapia dan wilayah sekitarnya terus menunjukkan tren produktivitas yang meningkat, sementara populasi sapi potong juga tumbuh stabil dan menopang suplai daging di kawasan Mamminasata.
Bupati Talenrang menegaskan bahwa penguatan sektor ini dilakukan secara bertahap melalui intervensi terstruktur. Pemerintah daerah memprioritaskan peningkatan kualitas benih dan bibit, inovasi teknologi budidaya, penyediaan pakan lokal, perbaikan manajemen kesehatan ternak, serta peningkatan kapasitas penyuluh lapangan.
“Kami ingin memastikan seluruh dukungan pemerintah menghasilkan dampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan petani,” tambah bupati perempuan pertama di Gowa ini.
Selain itu, akses pasar menjadi agenda strategis. Pemkab Gowa menekankan pentingnya kemitraan antara kelompok tani dan pelaku usaha agar nilai tambah hasil produksi semakin optimal. Infrastruktur penunjang seperti jalan produksi dan fasilitas distribusi juga dipastikan akan terus diperbaiki secara bertahap.
“Arah kebijakan pertanian kita perjelas melalui penguatan rantai agribisnis yang efisien, kuat secara manajemen, dan terhubung dengan pasar,” tegasnya.
Bupati Gowa juga memberikan apresiasi kepada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa bersama seluruh pihak yang terlibat dalam implementasi Program I-CARE. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemanfaatan bantuan bagi kelompok tani.
“Kami ingin program ini menjadi contoh praktik agribisnis modern yang bisa direplikasi di wilayah lain,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BRMP Sulawesi Selatan, Yusuf, menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga diperlukan agar transformasi agribisnis dataran tinggi berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
“Intervensi berbasis riset adalah fondasi bagi penguatan agribisnis yang tangguh dan produktif,” ujar Yusuf.
Keterlibatan BRMP, lanjut Yusuf, menjadi penting karena forum ini tidak hanya membahas praktik budidaya, tetapi juga diharapkan menjadi wadah perumusan strategi peningkatan produktivitas berbasis riset, sumber data lapangan dan proyeksi kebutuhan pasar regional.
Turut hadir pada kegiatan FGD dan Temu Lapang ini, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Rafiuddin dan Kamaruddin Samad, Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Muhammad Ihsan, Wakil Ketua DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, Kepala Dinas TPH Kabupaten Gowa, Fajaruddin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa, Syamhari, Tripika Kecamatan Tinggimoncong dan Tombolo Pao, serta para Kepala Desa di wilayah Tinggimoncong dan Tombolo Pao.
Kegiatan One Day One District ini dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Agribisnis Komoditas Kentang dan Sapi Potong. Tujuannya, memperkuat sektor agribisnis yang berbasis data, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan bahwa sektor agraris tetap menjadi fondasi ekonomi daerah. FGD ini, menurutnya menjadi forum untuk mengintegrasikan kebijakan hulu-hilir, mulai dari penyediaan benih unggul, penguatan kelembagaan kelompok tani-ternak, hingga akses pembiayaan dan kemitraan pasar.
“Pertanian adalah struktur dasar ekonomi Gowa yang terus kita modernisasi agar mampu menjawab kebutuhan masa depan,” ujar orang nomor satu di Gowa ini.
Kinerja sektor pertanian dan peternakan dalam dua tahun terakhir menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa, yang tercatat mencapai 7,68% pada Triwulan II Tahun 2025. Komoditas kentang dataran tinggi dari Kanreapia dan wilayah sekitarnya terus menunjukkan tren produktivitas yang meningkat, sementara populasi sapi potong juga tumbuh stabil dan menopang suplai daging di kawasan Mamminasata.
Bupati Talenrang menegaskan bahwa penguatan sektor ini dilakukan secara bertahap melalui intervensi terstruktur. Pemerintah daerah memprioritaskan peningkatan kualitas benih dan bibit, inovasi teknologi budidaya, penyediaan pakan lokal, perbaikan manajemen kesehatan ternak, serta peningkatan kapasitas penyuluh lapangan.
“Kami ingin memastikan seluruh dukungan pemerintah menghasilkan dampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan petani,” tambah bupati perempuan pertama di Gowa ini.
Selain itu, akses pasar menjadi agenda strategis. Pemkab Gowa menekankan pentingnya kemitraan antara kelompok tani dan pelaku usaha agar nilai tambah hasil produksi semakin optimal. Infrastruktur penunjang seperti jalan produksi dan fasilitas distribusi juga dipastikan akan terus diperbaiki secara bertahap.
“Arah kebijakan pertanian kita perjelas melalui penguatan rantai agribisnis yang efisien, kuat secara manajemen, dan terhubung dengan pasar,” tegasnya.
Bupati Gowa juga memberikan apresiasi kepada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa bersama seluruh pihak yang terlibat dalam implementasi Program I-CARE. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemanfaatan bantuan bagi kelompok tani.
“Kami ingin program ini menjadi contoh praktik agribisnis modern yang bisa direplikasi di wilayah lain,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BRMP Sulawesi Selatan, Yusuf, menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga diperlukan agar transformasi agribisnis dataran tinggi berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
“Intervensi berbasis riset adalah fondasi bagi penguatan agribisnis yang tangguh dan produktif,” ujar Yusuf.
Keterlibatan BRMP, lanjut Yusuf, menjadi penting karena forum ini tidak hanya membahas praktik budidaya, tetapi juga diharapkan menjadi wadah perumusan strategi peningkatan produktivitas berbasis riset, sumber data lapangan dan proyeksi kebutuhan pasar regional.
Turut hadir pada kegiatan FGD dan Temu Lapang ini, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Rafiuddin dan Kamaruddin Samad, Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Muhammad Ihsan, Wakil Ketua DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, Kepala Dinas TPH Kabupaten Gowa, Fajaruddin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa, Syamhari, Tripika Kecamatan Tinggimoncong dan Tombolo Pao, serta para Kepala Desa di wilayah Tinggimoncong dan Tombolo Pao.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pemkab Gowa Terima LHP Kepatuhan Pajak dan Retribusi dari BPK Sulsel
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan atas Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Tahun 2024 hingga Triwulan III Tahun 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan di Auditorium BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (19/1).
Senin, 19 Jan 2026 16:55
Sulsel
Hari Kesadaran Nasional, Wabup Gowa Dorong Akselerasi Kinerja ASN
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menegaskan bahwa peringatan Hari Kesadaran Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat disiplin, semangat kerja, dan profesionalisme ASN.
Senin, 19 Jan 2026 12:22
Sulsel
Wabup Gowa Serahkan Bantuan Alsintan Kementan kepada Kelompok Tani
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyerahkan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia kepada kelompok tani di dua kecamatan di Kabupaten Gowa.
Minggu, 18 Jan 2026 18:35
Sulsel
Kolaborasi PKK Gowa dan Bank Sulselbar Perkuat Pencegahan Stunting
TP PKK Kabupaten Gowa bersama Bank Sulselbar mendorong penguatan pencegahan stunting di daerah.
Minggu, 18 Jan 2026 10:55
News
Percepat Pengentasan Kemiskinan, Pemkab Gowa Bangun Dasboard Data Kemiskinan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
Sabtu, 17 Jan 2026 14:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
3
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
4
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
3
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
4
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar