Wajah Baru Pantai Losari, Pedagang Pisang Epe Kini Gunakan Gerobak Seragam
Senin, 01 Des 2025 16:02
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin secara simbolis menyerahkan bantuan gerobak ke pedagang pisang epe. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan pelaku UMKM dengan mempercantik wajah usaha mereka melalui penyerahan gerobak-gerobak baru yang lebih rapi dan seragam.
Program ini bukan hanya soal memperindah anjungan yang menjadi ikon wisata Makassar, tetapi juga membuka ruang bagi pedagang pisang epek untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik usahanya.
Dengan gerobak baru yang lebih layak, para pedagang diharapkan dapat berjualan dengan lebih nyaman, tampil lebih profesional, dan menarik lebih banyak pengunjung, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Kini, langkah nyata Pemerintah Kota Makassar, dalam menata kawasan wisata Pantai Losari kembali diwujudkan melalui penyerahan 25, dari total 8 unit gerobak baru untuk pedagang pisang epe, tahap awal.
Penyerahan simbolis dilakukan pada Kamis, 27 November 2025 lalu, sebagai bagian dari program pembinaan UMKM sekaligus penataan visual kawasan anjungan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menjelaskan bahwa bantuan tersebut tidak hanya berupa gerobak.
Para pedagang juga menerima fasilitas pendukung seperti tenda, meja, dan kursi. Total fasilitas yang disiapkan mencapai 80 unit, dengan 55 unit lainnya menyusul setelah proses pendataan oleh UPT Anjungan Pantai Losari selesai.
"Kami sudah memberikan bantuan kepada pedagang pisang epe berupa gerobak sebanyak 25 unit. Bukan hanya gerobak, tapi fasilitas lain seperti tenda, meja, dan kursi," kata Hendra saat ditemui di Media Centre Balai Kota Makassar, Senin (1/12/2025).
Pisang epek bukan sekadar kudapan manis khas Makassar. Tapi denyut nadi ekonomi puluhan pedagang yang setiap hari menggantungkan hidup di kawasan Pantai Losari. Kini, para pedagang itu mendapatkan angin segar.
Menurutnya, 25 gerobak yang telah diserahkan diprioritaskan untuk pedagang yang berada di sisi Anjungan Metro, sementara tahap berikutnya akan menyasar pedagang di Anjungan Toraja Mandar.
Lanjut dia, penataan ini diharapkan dapat memperindah kawasan Pantai Losari yang merupakan salah satu destinasi wisata ikonik Kota Makassar.
"Dengan penataan ini, kami berharap anjungan semakin rapi dan semakin menarik pengunjung. Prosesnya bertahap dan akan dilanjutkan setelah pendataan lengkap dari UPT Losari," jelasnya.
Terkait pengadaan fasilitas, Hendra menyebut bahwa proses pengadaan dilakukan oleh Dinas Koperasi, namun pengelolaan dan penataan gerobak berada di bawah kewenangan Dinas Pariwisata melalui UPT Pengelolaan Pantai Losari.
Gerobak ini memang berasal dari Dinas Koperasi, namun karena kawasan Anjungan Losari berada dalam lingkup kerja di Dispar.
"Maka pengelolaannya diserahkan ke Dinas Pariwisata. Ini sekaligus untuk menyeragamkan tampilan gerobak pedagang," tambahnya.
Pada kegiatan penyerahan simbolis, turut hadir Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala UPT Pengelolaan Pantai Losari, serta Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi.
Hendra menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM, khususnya kuliner yang menjadi bagian penting dari subsektor ekonomi kreatif di Kota Makassar.
"Prioritas kami adalah pedagang pisang epe yang sudah lama berjualan," tuturnya.
"Dengan fasilitas baru ini, kami ingin tampilan usaha mereka lebih menarik sehingga dapat meningkatkan pengalaman wisatawan, baik lokal maupun mancanegara," lanjutnya.
Pemerintah Kota Makassar, juga masih membahas skema penataan lanjutan bagi seluruh pedagang pisang epe yang terdata di kawasan Pantai Losari, agar aktivitas usaha tetap tertib tanpa mengganggu kenyamanan pengunjung.
"Program ini diharapkan menjadi langkah awal mewujudkan Pantai Losari sebagai kawasan wisata yang lebih rapi, nyaman, serta memiliki daya tarik kuliner yang semakin kuat sebagai wajah destinasi unggulan Kota Makassar," tukasnya.
Program ini bukan hanya soal memperindah anjungan yang menjadi ikon wisata Makassar, tetapi juga membuka ruang bagi pedagang pisang epek untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik usahanya.
Dengan gerobak baru yang lebih layak, para pedagang diharapkan dapat berjualan dengan lebih nyaman, tampil lebih profesional, dan menarik lebih banyak pengunjung, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Kini, langkah nyata Pemerintah Kota Makassar, dalam menata kawasan wisata Pantai Losari kembali diwujudkan melalui penyerahan 25, dari total 8 unit gerobak baru untuk pedagang pisang epe, tahap awal.
Penyerahan simbolis dilakukan pada Kamis, 27 November 2025 lalu, sebagai bagian dari program pembinaan UMKM sekaligus penataan visual kawasan anjungan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menjelaskan bahwa bantuan tersebut tidak hanya berupa gerobak.
Para pedagang juga menerima fasilitas pendukung seperti tenda, meja, dan kursi. Total fasilitas yang disiapkan mencapai 80 unit, dengan 55 unit lainnya menyusul setelah proses pendataan oleh UPT Anjungan Pantai Losari selesai.
"Kami sudah memberikan bantuan kepada pedagang pisang epe berupa gerobak sebanyak 25 unit. Bukan hanya gerobak, tapi fasilitas lain seperti tenda, meja, dan kursi," kata Hendra saat ditemui di Media Centre Balai Kota Makassar, Senin (1/12/2025).
Pisang epek bukan sekadar kudapan manis khas Makassar. Tapi denyut nadi ekonomi puluhan pedagang yang setiap hari menggantungkan hidup di kawasan Pantai Losari. Kini, para pedagang itu mendapatkan angin segar.
Menurutnya, 25 gerobak yang telah diserahkan diprioritaskan untuk pedagang yang berada di sisi Anjungan Metro, sementara tahap berikutnya akan menyasar pedagang di Anjungan Toraja Mandar.
Lanjut dia, penataan ini diharapkan dapat memperindah kawasan Pantai Losari yang merupakan salah satu destinasi wisata ikonik Kota Makassar.
"Dengan penataan ini, kami berharap anjungan semakin rapi dan semakin menarik pengunjung. Prosesnya bertahap dan akan dilanjutkan setelah pendataan lengkap dari UPT Losari," jelasnya.
Terkait pengadaan fasilitas, Hendra menyebut bahwa proses pengadaan dilakukan oleh Dinas Koperasi, namun pengelolaan dan penataan gerobak berada di bawah kewenangan Dinas Pariwisata melalui UPT Pengelolaan Pantai Losari.
Gerobak ini memang berasal dari Dinas Koperasi, namun karena kawasan Anjungan Losari berada dalam lingkup kerja di Dispar.
"Maka pengelolaannya diserahkan ke Dinas Pariwisata. Ini sekaligus untuk menyeragamkan tampilan gerobak pedagang," tambahnya.
Pada kegiatan penyerahan simbolis, turut hadir Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala UPT Pengelolaan Pantai Losari, serta Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi.
Hendra menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM, khususnya kuliner yang menjadi bagian penting dari subsektor ekonomi kreatif di Kota Makassar.
"Prioritas kami adalah pedagang pisang epe yang sudah lama berjualan," tuturnya.
"Dengan fasilitas baru ini, kami ingin tampilan usaha mereka lebih menarik sehingga dapat meningkatkan pengalaman wisatawan, baik lokal maupun mancanegara," lanjutnya.
Pemerintah Kota Makassar, juga masih membahas skema penataan lanjutan bagi seluruh pedagang pisang epe yang terdata di kawasan Pantai Losari, agar aktivitas usaha tetap tertib tanpa mengganggu kenyamanan pengunjung.
"Program ini diharapkan menjadi langkah awal mewujudkan Pantai Losari sebagai kawasan wisata yang lebih rapi, nyaman, serta memiliki daya tarik kuliner yang semakin kuat sebagai wajah destinasi unggulan Kota Makassar," tukasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Logo HUT Makassar, Simbol Merawat Budaya dan Menyalakan Harapan
Pemerintah Kota Makassar menetapkan logo resmi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar hasil sayembara desain yang dimenangkan Agung dari studio Tudob.
Jum'at, 09 Okt 2026 13:07
News
Soroti Kafe Berkonsep Diskotek, Karang Taruna Makassar Minta Pemkot Tegas
Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Muhammad Zulkifli, angkat bicara terkait aksi unjuk rasa kelompok mahasiswa dan ormas
Rabu, 07 Okt 2026 10:32
News
RSUD Daya Bersiap Masuki Era Rujukan Berbasis Layanan Kompetensi
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar telah melakukan berbagai persiapan matang dalam rangka menyambut kebijakan baru sistem rujukan berbasis layanan kompetensi serta penerapan kelas rawat inap standar (KRIS).
Rabu, 07 Okt 2026 10:22
Sulsel
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei
Perumda Terminal Makassar Metro menyiapkan aplikasi digital Appilei untuk memudahkan masyarakat membeli tiket bus sekaligus meningkatkan transparansi transaksi dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selasa, 06 Okt 2026 15:18
Makassar City
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar acara nonton bareng (nobar) pertandingan Timnas Indonesia yang dipusatkan di halaman Balai Kota Makassar, Senin malam (5/10/2026).
Senin, 05 Okt 2026 22:49
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
2
Tujuh Dekade Asuransi Astra: Menanam Literasi, Memanen Kepercayaan
3
Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Bersama Mitra Pentahelix
4
Sinergi Pertamina - Kejati Sulsel Jaga Kelancaran Layanan Energi
5
Pemkab Luwu Timur Ajak Kontingen Expo K-UMKM Sulsel Menjelajah Danau Matano
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
2
Tujuh Dekade Asuransi Astra: Menanam Literasi, Memanen Kepercayaan
3
Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Bersama Mitra Pentahelix
4
Sinergi Pertamina - Kejati Sulsel Jaga Kelancaran Layanan Energi
5
Pemkab Luwu Timur Ajak Kontingen Expo K-UMKM Sulsel Menjelajah Danau Matano