Pemkab Maros Buat Skema Penanganan Banjir di Moncongloe
Selasa, 09 Des 2025 13:23
Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Moncongloe yang dipimpin langsung Wabup Maros, Muetazim Mansyur. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali menggelar rapat koordinasi lanjutan terkait penanganan banjir di Kecamatan Moncongloe.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur mengatakan, rapat koordinasi ini merupakan kali kedua digelar. Rakor ini mempertemukan berbagai instansi teknis dan pihak pengembang perumahan di wilayah tersebut.
Dalam penjelasannya, Muetazim menyampaikan rapat ini mempertemukan perwakilan Balai Besar, Dinas PU, dan developer di wilayah Moncongloe.
Dia menambahkan, untuk mengatasi banjir di Moncongloe, Pemkab Maros akan membuat skema saluran induk yang nantinya akan melintasi berbagai perumahan.
"Pemkab Maros menetapkan desain awal untuk membangun saluran pembuangan induk yang akan menjadi jalur utama aliran air di Moncongloe. Saluran ini direncanakan melintas melewati sejumlah kawasan perumahan yang selama ini kerap terdampak genangan," jelasnya kepada wartawan seusai rapat koordinasi di ruang rapat Wakil Bupati, Selasa (9/12/2025).
Dia mengatakan, di wilayah Moncongloe, itu ada beberapa perumahan, seperti Findaria, Royal, dan Perumahan Dosen (Perdos).
"Semua akan kita buatkan saluran drainase,” jelasnya.
Mantan Kadis PU Maros ini mengatakan, saat ini, Dinas PU masih melakukan perhitungan teknis dan kebutuhan anggaran pembangunan saluran tersebut.
Muetazim mengakui, kondisi dana transfer ke daerah sedang terbatas, sehingga perhitungan kebutuhan biaya harus dilakukan secara cermat.
"Pemkab juga telah berkomunikasi dengan pengembang perumahan. Jika jalur saluran melewati lahan milik mereka, pihak pengembang menyatakan kesediaannya untuk melakukan pembangunan secara swadana," ujarnya.
Meski skema rute saluran sudah disepakati kata Muetazim, panjang total saluran masih menunggu perhitungan resmi dari tim teknis.
Selain pembangunan saluran induk, Pemkab Maros juga meminta Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan untuk melakukan normalisasi sungai, terutama di Sungai Biring Jene, yang menjadi salah satu jalur air utama di Moncongloe.
"Normalisasi terakhir yang dilakukan Balai itu baru dilakuman di 2023. Sehingga diperlukan pengerjaan lanjutan untuk memperlancar aliran air hingga ke bagian hilir," ujarnya.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur mengatakan, rapat koordinasi ini merupakan kali kedua digelar. Rakor ini mempertemukan berbagai instansi teknis dan pihak pengembang perumahan di wilayah tersebut.
Dalam penjelasannya, Muetazim menyampaikan rapat ini mempertemukan perwakilan Balai Besar, Dinas PU, dan developer di wilayah Moncongloe.
Dia menambahkan, untuk mengatasi banjir di Moncongloe, Pemkab Maros akan membuat skema saluran induk yang nantinya akan melintasi berbagai perumahan.
"Pemkab Maros menetapkan desain awal untuk membangun saluran pembuangan induk yang akan menjadi jalur utama aliran air di Moncongloe. Saluran ini direncanakan melintas melewati sejumlah kawasan perumahan yang selama ini kerap terdampak genangan," jelasnya kepada wartawan seusai rapat koordinasi di ruang rapat Wakil Bupati, Selasa (9/12/2025).
Dia mengatakan, di wilayah Moncongloe, itu ada beberapa perumahan, seperti Findaria, Royal, dan Perumahan Dosen (Perdos).
"Semua akan kita buatkan saluran drainase,” jelasnya.
Mantan Kadis PU Maros ini mengatakan, saat ini, Dinas PU masih melakukan perhitungan teknis dan kebutuhan anggaran pembangunan saluran tersebut.
Muetazim mengakui, kondisi dana transfer ke daerah sedang terbatas, sehingga perhitungan kebutuhan biaya harus dilakukan secara cermat.
"Pemkab juga telah berkomunikasi dengan pengembang perumahan. Jika jalur saluran melewati lahan milik mereka, pihak pengembang menyatakan kesediaannya untuk melakukan pembangunan secara swadana," ujarnya.
Meski skema rute saluran sudah disepakati kata Muetazim, panjang total saluran masih menunggu perhitungan resmi dari tim teknis.
Selain pembangunan saluran induk, Pemkab Maros juga meminta Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan untuk melakukan normalisasi sungai, terutama di Sungai Biring Jene, yang menjadi salah satu jalur air utama di Moncongloe.
"Normalisasi terakhir yang dilakukan Balai itu baru dilakuman di 2023. Sehingga diperlukan pengerjaan lanjutan untuk memperlancar aliran air hingga ke bagian hilir," ujarnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Basdir Sebut Banjir Berulang di Makassar Lantaran Kanal Terlambat Dikeruk
Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Basdir, menilai banjir yang terus berulang terjadi bukan semata akibat curah hujan, melainkan karena normalisasi saluran air tak kunjung direalisasikan.
Rabu, 14 Jan 2026 19:54
Sulsel
DLH Maros Usulkan Penambahan Luas Wilayah TPA
Pemerintah Kabupaten Maros, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana akan membebaskan sekitar 2 hektare lahan untuk perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontoramba.
Rabu, 14 Jan 2026 16:13
Makassar City
Sebut Daerah Terdampak Banjir Turun, Wali Kota: Cermin Perbaikan Penanganan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengklaim daerah terdampak banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah, mulai menunjukkan tren penurunan dampak.
Rabu, 14 Jan 2026 13:15
Makassar City
Blangko e-KTP Maros Kosong, Cuaca Buruk Jadi Biang Keladi
Stok blangko e-KTP di Kabupaten Maros saat ini kosong. Kondisi tersebut menyebabkan layanan pencetakan KTP elektronik sementara belum dapat dilakukan.
Senin, 12 Jan 2026 18:17
News
BPBD Sulsel Serahkan Bantuan Logistik Ke Pengungsi Banjir di Makassar
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, menyalurkan bantuan logistik dari Gubernur Sulawesi Selatan kepada warga terdampak banjir di Kota Makassar, Minggu, (11/01/2026).
Senin, 12 Jan 2026 17:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
3
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
4
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
3
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
4
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar